Jumat, 20 April 2018

785. KAKBAH

BANGUNAN FISIK KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan fisik Kakbah di Masjidl Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

      “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.”
      Bangunan fisik Kakbah didirikan di atas pondasi batu-batu bangunan lama yang telah berumur ribuan tahun dan disusun berbentuk mirip punggung onta yang melekat kuat sekitar 1,5 meter ke dalam tanah.
      Bangunan fisik Kakbah berbentuk semacam balok yang tidak beraturan setinggi 14 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Iraqi di  dekat  Hijir Ismail 12,84 meter; lebar dinding di bagian Hijir Ismail 11,28 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani 11,52 meter;  dan lebar dinding dari Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,11 meter.
      Hajar Aswad tertanam di pojok selatan dinding Kakbah setinggi 1,1 meter dari lantai dengan panjang 25 cm dan lebar 17 cm yang awalnya berbentuk 1 bongkahan saja, tetapi sekarang menjadi 8 gugusan batu kecil.
      Terhadap Hajar Aswad berupa gugusan 8 batu kecil yang tertanam dalam bongkahan batu besar yang dikelilingi ikatan perak inilah umat Islam dianjurkan untuk menyalami dan menciumnya, bukan bagian peraknya.
      Multazam adalah dinding yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kakbah yang termasuk tempat mustajab (doa yang dikabulkan) yang umat Islam disunahkan untuk menempelkan pipi, dada, lengan, dan kedua telapak tangan sambil berdoa memohon kepada Allah.
      Hijir Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk setengan lingkaran karena yang setengah lingkaran terpotong, sehingga disebut “hathim” (yang terpotong), yang dahulu ditempati Nabi Ismail dan ibunya, Hajar, bertempat tinggal.
     Jarak 3 meter dari tembok Kakbah ke Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kabah, sehigga salat di tempat ini bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah dan orang yang tawaf mengelilingi Kakbah harus berada di luar Hijir Ismail.
      Ukuran tinggi dinding Hijir ismail 1,32 meter; lebarnya 1,55 meter; jarak dua pintu masuknya 8,77 meter; jarak dari dinding Kakbah ke dinding Hijir ismail 8,46 meter; yang termasuk bagian dalam Kakbah 3 meter dari dinding Kakbah; dan panjang dinding Hajir ismail bagian luar 21,57 meter.
      Talang emas digunakan untuk saluran air hujan dan air cucian ketika Kakbah dibersihkan berada di bagian atas dinding Kakbah tepat di atas Hijir Ismail yang berdoa di bawahnya termasuk mustajab (doa yang dikabulkan).
      Talang emas berukuran panjang seluruhnya 2,53 meter; ukuran panjang talang yang terlihat 1,95 meter; panjang talang yang tertanam dalam dinding Kakbah 58 cm; ukuran tinggi talang 23 cm; dan lebar talang 26 cm.
      Rukun Yamani terletak di pojok tenggara Kakbah sejajar dengan Hajar Aswad yang berada di sudut Kakbah yang menghadap ke negeri Yaman, umat Islam dianjurkan untuk mengusap dan melambaikan tangan terhadap Rukun Yamani.
      Syadzarwan adalah bagian bangunan berbentuk melengkung di bawah dinding Kakbah sampai permukaan lantai selain dalam bagian Hijir Ismail, karena pintu masuk Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kakbah.   
      Syadzarwan yang berukuran tinggi 13 cm dengan lebar 45 cm digunakan untuk melindungi Kakbah dari genangan air dan tempat mengikat tali kiswah penutup Kakbah sebanyak 55 buah berbentuk bulat agar tak membahayakan para jamaah.
      Bangunan atap Kakbah disangga dengan 3 tiang utama terbuat dari kayu berdiameter 44 cm dengan jarak antara tiang 2,35 meter dan arah lurus dari pintu masuk Kakbah terdapat mihrab yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk salat di dalam Kakbah.
      Di sebelah pojok kanan pintu masuk Kakbah terdapat tangga untuk naik ke atap yang digunakan untuk mencuci dan memasang tali kiswah penutup Kakbah melewati pintu “taubat” yang dibungkus kain kiswah setinggi 7,5 meter  dan diganti setiap 3 tahun sekali, karena terlindung dari debu dan hujan.
      Di dalam Kakbah untuk naik ke atap tardapat anak tangga sebanyak 35 buah, lebar tangga 63 cm sampai 75 cm, dan tinggi setiap anak tangga 24 cm sampai 35  cm, serta di dalam Kakbah terdapat sebuah kotak besar untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kakbah.
      Pintu Kakbah berukuran tinggi 3,1 meter; lebarnya 1,9 meter; tebalnya 50 cm; dan jarak dari lantai setinggi 2,25 meter yang dilengkapi dengan kunci  sepanjang 40 cm dengan gembok berukuran panjang 34 cm dan lebarnya 6 cm.
      Kain kiswah penutup Kakbah terbuat dari sutera murni yang diberi warna hitam dengan dirajut tulisan kaligrafi Arab yang  terdiri atas 5 potong kain kiswah, yang 4 potong kiswah dipasang pada 4 dinding dan yang 1 potong kiswah untuk menutup pintu Kakbah.
      Sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk bertulisan ayat-ayat Al-Quran dan setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah diganti, sehingga pada hari raya Idul Adha maka Kakbah diselubungi kain kiswah baru.
      Tinggi kain kiswah 14 meter, beratnya 670 kg, lebar kiswah untuk dinding Hajar Aswad hingga Rukun Iraqi 11, 67 meter; lebar kiswah dinding Rukun Yamani hingga Hajar Aswad 10,18 meter; lebar kiswah dinding bagian Hijir Ismail 9,90 meter;  dan lebar kiswah dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami 12.04 meter.
      Kain kiswah penutup pintu Kakbah disebut “Al-Barqa” yang berukuran tingginya 6,32 meter dan lebarnya 3,30 meter dan setiap sudutnya diberi hiasan tulisan kaligrafi Al-Quran dalam 8 lingkaran dan tengahnya terdapat 3 lingkaran bertulisan “Hasbiyallah”.
       Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 144.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

      “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

785. KAKBAH

BANGUNAN FISIK KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan fisik Kakbah di Masjidl Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

      “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.”
      Bangunan fisik Kakbah didirikan di atas pondasi batu-batu bangunan lama yang telah berumur ribuan tahun dan disusun berbentuk mirip punggung onta yang melekat kuat sekitar 1,5 meter ke dalam tanah.
      Bangunan fisik Kakbah berbentuk semacam balok yang tidak beraturan setinggi 14 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Iraqi di  dekat  Hijir Ismail 12,84 meter; lebar dinding di bagian Hijir Ismail 11,28 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani 11,52 meter;  dan lebar dinding dari Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,11 meter.
      Hajar Aswad tertanam di pojok selatan dinding Kakbah setinggi 1,1 meter dari lantai dengan panjang 25 cm dan lebar 17 cm yang awalnya berbentuk 1 bongkahan saja, tetapi sekarang menjadi 8 gugusan batu kecil.
      Terhadap Hajar Aswad berupa gugusan 8 batu kecil yang tertanam dalam bongkahan batu besar yang dikelilingi ikatan perak inilah umat Islam dianjurkan untuk menyalami dan menciumnya, bukan bagian peraknya.
      Multazam adalah dinding yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kakbah yang termasuk tempat mustajab (doa yang dikabulkan) yang umat Islam disunahkan untuk menempelkan pipi, dada, lengan, dan kedua telapak tangan sambil berdoa memohon kepada Allah.
      Hijir Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk setengan lingkaran karena yang setengah lingkaran terpotong, sehingga disebut “hathim” (yang terpotong), yang dahulu ditempati Nabi Ismail dan ibunya, Hajar, bertempat tinggal.
     Jarak 3 meter dari tembok Kakbah ke Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kabah, sehigga salat di tempat ini bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah dan orang yang tawaf mengelilingi Kakbah harus berada di luar Hijir Ismail.
      Ukuran tinggi dinding Hijir ismail 1,32 meter; lebarnya 1,55 meter; jarak dua pintu masuknya 8,77 meter; jarak dari dinding Kakbah ke dinding Hijir ismail 8,46 meter; yang termasuk bagian dalam Kakbah 3 meter dari dinding Kakbah; dan panjang dinding Hajir ismail bagian luar 21,57 meter.
      Talang emas digunakan untuk saluran air hujan dan air cucian ketika Kakbah dibersihkan berada di bagian atas dinding Kakbah tepat di atas Hijir Ismail yang berdoa di bawahnya termasuk mustajab (doa yang dikabulkan).
      Talang emas berukuran panjang seluruhnya 2,53 meter; ukuran panjang talang yang terlihat 1,95 meter; panjang talang yang tertanam dalam dinding Kakbah 58 cm; ukuran tinggi talang 23 cm; dan lebar talang 26 cm.
      Rukun Yamani terletak di pojok tenggara Kakbah sejajar dengan Hajar Aswad yang berada di sudut Kakbah yang menghadap ke negeri Yaman, umat Islam dianjurkan untuk mengusap dan melambaikan tangan terhadap Rukun Yamani.
      Syadzarwan adalah bagian bangunan berbentuk melengkung di bawah dinding Kakbah sampai permukaan lantai selain dalam bagian Hijir Ismail, karena pintu masuk Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kakbah.   
      Syadzarwan yang berukuran tinggi 13 cm dengan lebar 45 cm digunakan untuk melindungi Kakbah dari genangan air dan tempat mengikat tali kiswah penutup Kakbah sebanyak 55 buah berbentuk bulat agar tak membahayakan para jamaah.
      Bangunan atap Kakbah disangga dengan 3 tiang utama terbuat dari kayu berdiameter 44 cm dengan jarak antara tiang 2,35 meter dan arah lurus dari pintu masuk Kakbah terdapat mihrab yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk salat di dalam Kakbah.
      Di sebelah pojok kanan pintu masuk Kakbah terdapat tangga untuk naik ke atap yang digunakan untuk mencuci dan memasang tali kiswah penutup Kakbah melewati pintu “taubat” yang dibungkus kain kiswah setinggi 7,5 meter  dan diganti setiap 3 tahun sekali, karena terlindung dari debu dan hujan.
      Di dalam Kakbah untuk naik ke atap tardapat anak tangga sebanyak 35 buah, lebar tangga 63 cm sampai 75 cm, dan tinggi setiap anak tangga 24 cm sampai 35  cm, serta di dalam Kakbah terdapat sebuah kotak besar untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kakbah.
      Pintu Kakbah berukuran tinggi 3,1 meter; lebarnya 1,9 meter; tebalnya 50 cm; dan jarak dari lantai setinggi 2,25 meter yang dilengkapi dengan kunci  sepanjang 40 cm dengan gembok berukuran panjang 34 cm dan lebarnya 6 cm.
      Kain kiswah penutup Kakbah terbuat dari sutera murni yang diberi warna hitam dengan dirajut tulisan kaligrafi Arab yang  terdiri atas 5 potong kain kiswah, yang 4 potong kiswah dipasang pada 4 dinding dan yang 1 potong kiswah untuk menutup pintu Kakbah.
      Sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk bertulisan ayat-ayat Al-Quran dan setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah diganti, sehingga pada hari raya Idul Adha maka Kakbah diselubungi kain kiswah baru.
      Tinggi kain kiswah 14 meter, beratnya 670 kg, lebar kiswah untuk dinding Hajar Aswad hingga Rukun Iraqi 11, 67 meter; lebar kiswah dinding Rukun Yamani hingga Hajar Aswad 10,18 meter; lebar kiswah dinding bagian Hijir Ismail 9,90 meter;  dan lebar kiswah dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami 12.04 meter.
      Kain kiswah penutup pintu Kakbah disebut “Al-Barqa” yang berukuran tingginya 6,32 meter dan lebarnya 3,30 meter dan setiap sudutnya diberi hiasan tulisan kaligrafi Al-Quran dalam 8 lingkaran dan tengahnya terdapat 3 lingkaran bertulisan “Hasbiyallah”.
       Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 144.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

      “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

785. KAKBAH

BANGUNAN FISIK KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan fisik Kakbah di Masjidl Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

      “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.”
      Bangunan fisik Kakbah didirikan di atas pondasi batu-batu bangunan lama yang telah berumur ribuan tahun dan disusun berbentuk mirip punggung onta yang melekat kuat sekitar 1,5 meter ke dalam tanah.
      Bangunan fisik Kakbah berbentuk semacam balok yang tidak beraturan setinggi 14 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Iraqi di  dekat  Hijir Ismail 12,84 meter; lebar dinding di bagian Hijir Ismail 11,28 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani 11,52 meter;  dan lebar dinding dari Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,11 meter.
      Hajar Aswad tertanam di pojok selatan dinding Kakbah setinggi 1,1 meter dari lantai dengan panjang 25 cm dan lebar 17 cm yang awalnya berbentuk 1 bongkahan saja, tetapi sekarang menjadi 8 gugusan batu kecil.
      Terhadap Hajar Aswad berupa gugusan 8 batu kecil yang tertanam dalam bongkahan batu besar yang dikelilingi ikatan perak inilah umat Islam dianjurkan untuk menyalami dan menciumnya, bukan bagian peraknya.
      Multazam adalah dinding yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kakbah yang termasuk tempat mustajab (doa yang dikabulkan) yang umat Islam disunahkan untuk menempelkan pipi, dada, lengan, dan kedua telapak tangan sambil berdoa memohon kepada Allah.
      Hijir Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk setengan lingkaran karena yang setengah lingkaran terpotong, sehingga disebut “hathim” (yang terpotong), yang dahulu ditempati Nabi Ismail dan ibunya, Hajar, bertempat tinggal.
     Jarak 3 meter dari tembok Kakbah ke Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kabah, sehigga salat di tempat ini bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah dan orang yang tawaf mengelilingi Kakbah harus berada di luar Hijir Ismail.
      Ukuran tinggi dinding Hijir ismail 1,32 meter; lebarnya 1,55 meter; jarak dua pintu masuknya 8,77 meter; jarak dari dinding Kakbah ke dinding Hijir ismail 8,46 meter; yang termasuk bagian dalam Kakbah 3 meter dari dinding Kakbah; dan panjang dinding Hajir ismail bagian luar 21,57 meter.
      Talang emas digunakan untuk saluran air hujan dan air cucian ketika Kakbah dibersihkan berada di bagian atas dinding Kakbah tepat di atas Hijir Ismail yang berdoa di bawahnya termasuk mustajab (doa yang dikabulkan).
      Talang emas berukuran panjang seluruhnya 2,53 meter; ukuran panjang talang yang terlihat 1,95 meter; panjang talang yang tertanam dalam dinding Kakbah 58 cm; ukuran tinggi talang 23 cm; dan lebar talang 26 cm.
      Rukun Yamani terletak di pojok tenggara Kakbah sejajar dengan Hajar Aswad yang berada di sudut Kakbah yang menghadap ke negeri Yaman, umat Islam dianjurkan untuk mengusap dan melambaikan tangan terhadap Rukun Yamani.
      Syadzarwan adalah bagian bangunan berbentuk melengkung di bawah dinding Kakbah sampai permukaan lantai selain dalam bagian Hijir Ismail, karena pintu masuk Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kakbah.   
      Syadzarwan yang berukuran tinggi 13 cm dengan lebar 45 cm digunakan untuk melindungi Kakbah dari genangan air dan tempat mengikat tali kiswah penutup Kakbah sebanyak 55 buah berbentuk bulat agar tak membahayakan para jamaah.
      Bangunan atap Kakbah disangga dengan 3 tiang utama terbuat dari kayu berdiameter 44 cm dengan jarak antara tiang 2,35 meter dan arah lurus dari pintu masuk Kakbah terdapat mihrab yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk salat di dalam Kakbah.
      Di sebelah pojok kanan pintu masuk Kakbah terdapat tangga untuk naik ke atap yang digunakan untuk mencuci dan memasang tali kiswah penutup Kakbah melewati pintu “taubat” yang dibungkus kain kiswah setinggi 7,5 meter  dan diganti setiap 3 tahun sekali, karena terlindung dari debu dan hujan.
      Di dalam Kakbah untuk naik ke atap tardapat anak tangga sebanyak 35 buah, lebar tangga 63 cm sampai 75 cm, dan tinggi setiap anak tangga 24 cm sampai 35  cm, serta di dalam Kakbah terdapat sebuah kotak besar untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kakbah.
      Pintu Kakbah berukuran tinggi 3,1 meter; lebarnya 1,9 meter; tebalnya 50 cm; dan jarak dari lantai setinggi 2,25 meter yang dilengkapi dengan kunci  sepanjang 40 cm dengan gembok berukuran panjang 34 cm dan lebarnya 6 cm.
      Kain kiswah penutup Kakbah terbuat dari sutera murni yang diberi warna hitam dengan dirajut tulisan kaligrafi Arab yang  terdiri atas 5 potong kain kiswah, yang 4 potong kiswah dipasang pada 4 dinding dan yang 1 potong kiswah untuk menutup pintu Kakbah.
      Sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk bertulisan ayat-ayat Al-Quran dan setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah diganti, sehingga pada hari raya Idul Adha maka Kakbah diselubungi kain kiswah baru.
      Tinggi kain kiswah 14 meter, beratnya 670 kg, lebar kiswah untuk dinding Hajar Aswad hingga Rukun Iraqi 11, 67 meter; lebar kiswah dinding Rukun Yamani hingga Hajar Aswad 10,18 meter; lebar kiswah dinding bagian Hijir Ismail 9,90 meter;  dan lebar kiswah dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami 12.04 meter.
      Kain kiswah penutup pintu Kakbah disebut “Al-Barqa” yang berukuran tingginya 6,32 meter dan lebarnya 3,30 meter dan setiap sudutnya diberi hiasan tulisan kaligrafi Al-Quran dalam 8 lingkaran dan tengahnya terdapat 3 lingkaran bertulisan “Hasbiyallah”.
       Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 144.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

      “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

785. KAKBAH

BANGUNAN FISIK KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan fisik Kakbah di Masjidl Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

      “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.”
      Bangunan fisik Kakbah didirikan di atas pondasi batu-batu bangunan lama yang telah berumur ribuan tahun dan disusun berbentuk mirip punggung onta yang melekat kuat sekitar 1,5 meter ke dalam tanah.
      Bangunan fisik Kakbah berbentuk semacam balok yang tidak beraturan setinggi 14 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Iraqi di  dekat  Hijir Ismail 12,84 meter; lebar dinding di bagian Hijir Ismail 11,28 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani 11,52 meter;  dan lebar dinding dari Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,11 meter.
      Hajar Aswad tertanam di pojok selatan dinding Kakbah setinggi 1,1 meter dari lantai dengan panjang 25 cm dan lebar 17 cm yang awalnya berbentuk 1 bongkahan saja, tetapi sekarang menjadi 8 gugusan batu kecil.
      Terhadap Hajar Aswad berupa gugusan 8 batu kecil yang tertanam dalam bongkahan batu besar yang dikelilingi ikatan perak inilah umat Islam dianjurkan untuk menyalami dan menciumnya, bukan bagian peraknya.
      Multazam adalah dinding yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kakbah yang termasuk tempat mustajab (doa yang dikabulkan) yang umat Islam disunahkan untuk menempelkan pipi, dada, lengan, dan kedua telapak tangan sambil berdoa memohon kepada Allah.
      Hijir Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk setengan lingkaran karena yang setengah lingkaran terpotong, sehingga disebut “hathim” (yang terpotong), yang dahulu ditempati Nabi Ismail dan ibunya, Hajar, bertempat tinggal.
     Jarak 3 meter dari tembok Kakbah ke Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kabah, sehigga salat di tempat ini bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah dan orang yang tawaf mengelilingi Kakbah harus berada di luar Hijir Ismail.
      Ukuran tinggi dinding Hijir ismail 1,32 meter; lebarnya 1,55 meter; jarak dua pintu masuknya 8,77 meter; jarak dari dinding Kakbah ke dinding Hijir ismail 8,46 meter; yang termasuk bagian dalam Kakbah 3 meter dari dinding Kakbah; dan panjang dinding Hajir ismail bagian luar 21,57 meter.
      Talang emas digunakan untuk saluran air hujan dan air cucian ketika Kakbah dibersihkan berada di bagian atas dinding Kakbah tepat di atas Hijir Ismail yang berdoa di bawahnya termasuk mustajab (doa yang dikabulkan).
      Talang emas berukuran panjang seluruhnya 2,53 meter; ukuran panjang talang yang terlihat 1,95 meter; panjang talang yang tertanam dalam dinding Kakbah 58 cm; ukuran tinggi talang 23 cm; dan lebar talang 26 cm.
      Rukun Yamani terletak di pojok tenggara Kakbah sejajar dengan Hajar Aswad yang berada di sudut Kakbah yang menghadap ke negeri Yaman, umat Islam dianjurkan untuk mengusap dan melambaikan tangan terhadap Rukun Yamani.
      Syadzarwan adalah bagian bangunan berbentuk melengkung di bawah dinding Kakbah sampai permukaan lantai selain dalam bagian Hijir Ismail, karena pintu masuk Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kakbah.   
      Syadzarwan yang berukuran tinggi 13 cm dengan lebar 45 cm digunakan untuk melindungi Kakbah dari genangan air dan tempat mengikat tali kiswah penutup Kakbah sebanyak 55 buah berbentuk bulat agar tak membahayakan para jamaah.
      Bangunan atap Kakbah disangga dengan 3 tiang utama terbuat dari kayu berdiameter 44 cm dengan jarak antara tiang 2,35 meter dan arah lurus dari pintu masuk Kakbah terdapat mihrab yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk salat di dalam Kakbah.
      Di sebelah pojok kanan pintu masuk Kakbah terdapat tangga untuk naik ke atap yang digunakan untuk mencuci dan memasang tali kiswah penutup Kakbah melewati pintu “taubat” yang dibungkus kain kiswah setinggi 7,5 meter  dan diganti setiap 3 tahun sekali, karena terlindung dari debu dan hujan.
      Di dalam Kakbah untuk naik ke atap tardapat anak tangga sebanyak 35 buah, lebar tangga 63 cm sampai 75 cm, dan tinggi setiap anak tangga 24 cm sampai 35  cm, serta di dalam Kakbah terdapat sebuah kotak besar untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kakbah.
      Pintu Kakbah berukuran tinggi 3,1 meter; lebarnya 1,9 meter; tebalnya 50 cm; dan jarak dari lantai setinggi 2,25 meter yang dilengkapi dengan kunci  sepanjang 40 cm dengan gembok berukuran panjang 34 cm dan lebarnya 6 cm.
      Kain kiswah penutup Kakbah terbuat dari sutera murni yang diberi warna hitam dengan dirajut tulisan kaligrafi Arab yang  terdiri atas 5 potong kain kiswah, yang 4 potong kiswah dipasang pada 4 dinding dan yang 1 potong kiswah untuk menutup pintu Kakbah.
      Sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk bertulisan ayat-ayat Al-Quran dan setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah diganti, sehingga pada hari raya Idul Adha maka Kakbah diselubungi kain kiswah baru.
      Tinggi kain kiswah 14 meter, beratnya 670 kg, lebar kiswah untuk dinding Hajar Aswad hingga Rukun Iraqi 11, 67 meter; lebar kiswah dinding Rukun Yamani hingga Hajar Aswad 10,18 meter; lebar kiswah dinding bagian Hijir Ismail 9,90 meter;  dan lebar kiswah dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami 12.04 meter.
      Kain kiswah penutup pintu Kakbah disebut “Al-Barqa” yang berukuran tingginya 6,32 meter dan lebarnya 3,30 meter dan setiap sudutnya diberi hiasan tulisan kaligrafi Al-Quran dalam 8 lingkaran dan tengahnya terdapat 3 lingkaran bertulisan “Hasbiyallah”.
       Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 144.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

      “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

785. KAKBAH

BANGUNAN FISIK KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan fisik Kakbah di Masjidl Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

      “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.”
      Bangunan fisik Kakbah didirikan di atas pondasi batu-batu bangunan lama yang telah berumur ribuan tahun dan disusun berbentuk mirip punggung onta yang melekat kuat sekitar 1,5 meter ke dalam tanah.
      Bangunan fisik Kakbah berbentuk semacam balok yang tidak beraturan setinggi 14 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Iraqi di  dekat  Hijir Ismail 12,84 meter; lebar dinding di bagian Hijir Ismail 11,28 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani 11,52 meter;  dan lebar dinding dari Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,11 meter.
      Hajar Aswad tertanam di pojok selatan dinding Kakbah setinggi 1,1 meter dari lantai dengan panjang 25 cm dan lebar 17 cm yang awalnya berbentuk 1 bongkahan saja, tetapi sekarang menjadi 8 gugusan batu kecil.
      Terhadap Hajar Aswad berupa gugusan 8 batu kecil yang tertanam dalam bongkahan batu besar yang dikelilingi ikatan perak inilah umat Islam dianjurkan untuk menyalami dan menciumnya, bukan bagian peraknya.
      Multazam adalah dinding yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kakbah yang termasuk tempat mustajab (doa yang dikabulkan) yang umat Islam disunahkan untuk menempelkan pipi, dada, lengan, dan kedua telapak tangan sambil berdoa memohon kepada Allah.
      Hijir Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk setengan lingkaran karena yang setengah lingkaran terpotong, sehingga disebut “hathim” (yang terpotong), yang dahulu ditempati Nabi Ismail dan ibunya, Hajar, bertempat tinggal.
     Jarak 3 meter dari tembok Kakbah ke Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kabah, sehigga salat di tempat ini bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah dan orang yang tawaf mengelilingi Kakbah harus berada di luar Hijir Ismail.
      Ukuran tinggi dinding Hijir ismail 1,32 meter; lebarnya 1,55 meter; jarak dua pintu masuknya 8,77 meter; jarak dari dinding Kakbah ke dinding Hijir ismail 8,46 meter; yang termasuk bagian dalam Kakbah 3 meter dari dinding Kakbah; dan panjang dinding Hajir ismail bagian luar 21,57 meter.
      Talang emas digunakan untuk saluran air hujan dan air cucian ketika Kakbah dibersihkan berada di bagian atas dinding Kakbah tepat di atas Hijir Ismail yang berdoa di bawahnya termasuk mustajab (doa yang dikabulkan).
      Talang emas berukuran panjang seluruhnya 2,53 meter; ukuran panjang talang yang terlihat 1,95 meter; panjang talang yang tertanam dalam dinding Kakbah 58 cm; ukuran tinggi talang 23 cm; dan lebar talang 26 cm.
      Rukun Yamani terletak di pojok tenggara Kakbah sejajar dengan Hajar Aswad yang berada di sudut Kakbah yang menghadap ke negeri Yaman, umat Islam dianjurkan untuk mengusap dan melambaikan tangan terhadap Rukun Yamani.
      Syadzarwan adalah bagian bangunan berbentuk melengkung di bawah dinding Kakbah sampai permukaan lantai selain dalam bagian Hijir Ismail, karena pintu masuk Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kakbah.   
      Syadzarwan yang berukuran tinggi 13 cm dengan lebar 45 cm digunakan untuk melindungi Kakbah dari genangan air dan tempat mengikat tali kiswah penutup Kakbah sebanyak 55 buah berbentuk bulat agar tak membahayakan para jamaah.
      Bangunan atap Kakbah disangga dengan 3 tiang utama terbuat dari kayu berdiameter 44 cm dengan jarak antara tiang 2,35 meter dan arah lurus dari pintu masuk Kakbah terdapat mihrab yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk salat di dalam Kakbah.
      Di sebelah pojok kanan pintu masuk Kakbah terdapat tangga untuk naik ke atap yang digunakan untuk mencuci dan memasang tali kiswah penutup Kakbah melewati pintu “taubat” yang dibungkus kain kiswah setinggi 7,5 meter  dan diganti setiap 3 tahun sekali, karena terlindung dari debu dan hujan.
      Di dalam Kakbah untuk naik ke atap tardapat anak tangga sebanyak 35 buah, lebar tangga 63 cm sampai 75 cm, dan tinggi setiap anak tangga 24 cm sampai 35  cm, serta di dalam Kakbah terdapat sebuah kotak besar untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kakbah.
      Pintu Kakbah berukuran tinggi 3,1 meter; lebarnya 1,9 meter; tebalnya 50 cm; dan jarak dari lantai setinggi 2,25 meter yang dilengkapi dengan kunci  sepanjang 40 cm dengan gembok berukuran panjang 34 cm dan lebarnya 6 cm.
      Kain kiswah penutup Kakbah terbuat dari sutera murni yang diberi warna hitam dengan dirajut tulisan kaligrafi Arab yang  terdiri atas 5 potong kain kiswah, yang 4 potong kiswah dipasang pada 4 dinding dan yang 1 potong kiswah untuk menutup pintu Kakbah.
      Sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk bertulisan ayat-ayat Al-Quran dan setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah diganti, sehingga pada hari raya Idul Adha maka Kakbah diselubungi kain kiswah baru.
      Tinggi kain kiswah 14 meter, beratnya 670 kg, lebar kiswah untuk dinding Hajar Aswad hingga Rukun Iraqi 11, 67 meter; lebar kiswah dinding Rukun Yamani hingga Hajar Aswad 10,18 meter; lebar kiswah dinding bagian Hijir Ismail 9,90 meter;  dan lebar kiswah dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami 12.04 meter.
      Kain kiswah penutup pintu Kakbah disebut “Al-Barqa” yang berukuran tingginya 6,32 meter dan lebarnya 3,30 meter dan setiap sudutnya diberi hiasan tulisan kaligrafi Al-Quran dalam 8 lingkaran dan tengahnya terdapat 3 lingkaran bertulisan “Hasbiyallah”.
       Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 144.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

      “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

785. KAKBAH

BANGUNAN FISIK KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan fisik Kakbah di Masjidl Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

      “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.”
      Bangunan fisik Kakbah didirikan di atas pondasi batu-batu bangunan lama yang telah berumur ribuan tahun dan disusun berbentuk mirip punggung onta yang melekat kuat sekitar 1,5 meter ke dalam tanah.
      Bangunan fisik Kakbah berbentuk semacam balok yang tidak beraturan setinggi 14 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Iraqi di  dekat  Hijir Ismail 12,84 meter; lebar dinding di bagian Hijir Ismail 11,28 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani 11,52 meter;  dan lebar dinding dari Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,11 meter.
      Hajar Aswad tertanam di pojok selatan dinding Kakbah setinggi 1,1 meter dari lantai dengan panjang 25 cm dan lebar 17 cm yang awalnya berbentuk 1 bongkahan saja, tetapi sekarang menjadi 8 gugusan batu kecil.
      Terhadap Hajar Aswad berupa gugusan 8 batu kecil yang tertanam dalam bongkahan batu besar yang dikelilingi ikatan perak inilah umat Islam dianjurkan untuk menyalami dan menciumnya, bukan bagian peraknya.
      Multazam adalah dinding yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kakbah yang termasuk tempat mustajab (doa yang dikabulkan) yang umat Islam disunahkan untuk menempelkan pipi, dada, lengan, dan kedua telapak tangan sambil berdoa memohon kepada Allah.
      Hijir Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk setengan lingkaran karena yang setengah lingkaran terpotong, sehingga disebut “hathim” (yang terpotong), yang dahulu ditempati Nabi Ismail dan ibunya, Hajar, bertempat tinggal.
     Jarak 3 meter dari tembok Kakbah ke Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kabah, sehigga salat di tempat ini bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah dan orang yang tawaf mengelilingi Kakbah harus berada di luar Hijir Ismail.
      Ukuran tinggi dinding Hijir ismail 1,32 meter; lebarnya 1,55 meter; jarak dua pintu masuknya 8,77 meter; jarak dari dinding Kakbah ke dinding Hijir ismail 8,46 meter; yang termasuk bagian dalam Kakbah 3 meter dari dinding Kakbah; dan panjang dinding Hajir ismail bagian luar 21,57 meter.
      Talang emas digunakan untuk saluran air hujan dan air cucian ketika Kakbah dibersihkan berada di bagian atas dinding Kakbah tepat di atas Hijir Ismail yang berdoa di bawahnya termasuk mustajab (doa yang dikabulkan).
      Talang emas berukuran panjang seluruhnya 2,53 meter; ukuran panjang talang yang terlihat 1,95 meter; panjang talang yang tertanam dalam dinding Kakbah 58 cm; ukuran tinggi talang 23 cm; dan lebar talang 26 cm.
      Rukun Yamani terletak di pojok tenggara Kakbah sejajar dengan Hajar Aswad yang berada di sudut Kakbah yang menghadap ke negeri Yaman, umat Islam dianjurkan untuk mengusap dan melambaikan tangan terhadap Rukun Yamani.
      Syadzarwan adalah bagian bangunan berbentuk melengkung di bawah dinding Kakbah sampai permukaan lantai selain dalam bagian Hijir Ismail, karena pintu masuk Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kakbah.   
      Syadzarwan yang berukuran tinggi 13 cm dengan lebar 45 cm digunakan untuk melindungi Kakbah dari genangan air dan tempat mengikat tali kiswah penutup Kakbah sebanyak 55 buah berbentuk bulat agar tak membahayakan para jamaah.
      Bangunan atap Kakbah disangga dengan 3 tiang utama terbuat dari kayu berdiameter 44 cm dengan jarak antara tiang 2,35 meter dan arah lurus dari pintu masuk Kakbah terdapat mihrab yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk salat di dalam Kakbah.
      Di sebelah pojok kanan pintu masuk Kakbah terdapat tangga untuk naik ke atap yang digunakan untuk mencuci dan memasang tali kiswah penutup Kakbah melewati pintu “taubat” yang dibungkus kain kiswah setinggi 7,5 meter  dan diganti setiap 3 tahun sekali, karena terlindung dari debu dan hujan.
      Di dalam Kakbah untuk naik ke atap tardapat anak tangga sebanyak 35 buah, lebar tangga 63 cm sampai 75 cm, dan tinggi setiap anak tangga 24 cm sampai 35  cm, serta di dalam Kakbah terdapat sebuah kotak besar untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kakbah.
      Pintu Kakbah berukuran tinggi 3,1 meter; lebarnya 1,9 meter; tebalnya 50 cm; dan jarak dari lantai setinggi 2,25 meter yang dilengkapi dengan kunci  sepanjang 40 cm dengan gembok berukuran panjang 34 cm dan lebarnya 6 cm.
      Kain kiswah penutup Kakbah terbuat dari sutera murni yang diberi warna hitam dengan dirajut tulisan kaligrafi Arab yang  terdiri atas 5 potong kain kiswah, yang 4 potong kiswah dipasang pada 4 dinding dan yang 1 potong kiswah untuk menutup pintu Kakbah.
      Sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk bertulisan ayat-ayat Al-Quran dan setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah diganti, sehingga pada hari raya Idul Adha maka Kakbah diselubungi kain kiswah baru.
      Tinggi kain kiswah 14 meter, beratnya 670 kg, lebar kiswah untuk dinding Hajar Aswad hingga Rukun Iraqi 11, 67 meter; lebar kiswah dinding Rukun Yamani hingga Hajar Aswad 10,18 meter; lebar kiswah dinding bagian Hijir Ismail 9,90 meter;  dan lebar kiswah dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami 12.04 meter.
      Kain kiswah penutup pintu Kakbah disebut “Al-Barqa” yang berukuran tingginya 6,32 meter dan lebarnya 3,30 meter dan setiap sudutnya diberi hiasan tulisan kaligrafi Al-Quran dalam 8 lingkaran dan tengahnya terdapat 3 lingkaran bertulisan “Hasbiyallah”.
       Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 144.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

      “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

785. KAKBAH

BANGUNAN FISIK KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang bangunan fisik Kakbah di Masjidl Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

      “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.”
      Bangunan fisik Kakbah didirikan di atas pondasi batu-batu bangunan lama yang telah berumur ribuan tahun dan disusun berbentuk mirip punggung onta yang melekat kuat sekitar 1,5 meter ke dalam tanah.
      Bangunan fisik Kakbah berbentuk semacam balok yang tidak beraturan setinggi 14 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Iraqi di  dekat  Hijir Ismail 12,84 meter; lebar dinding di bagian Hijir Ismail 11,28 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani 11,52 meter;  dan lebar dinding dari Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,11 meter.
      Hajar Aswad tertanam di pojok selatan dinding Kakbah setinggi 1,1 meter dari lantai dengan panjang 25 cm dan lebar 17 cm yang awalnya berbentuk 1 bongkahan saja, tetapi sekarang menjadi 8 gugusan batu kecil.
      Terhadap Hajar Aswad berupa gugusan 8 batu kecil yang tertanam dalam bongkahan batu besar yang dikelilingi ikatan perak inilah umat Islam dianjurkan untuk menyalami dan menciumnya, bukan bagian peraknya.
      Multazam adalah dinding yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kakbah yang termasuk tempat mustajab (doa yang dikabulkan) yang umat Islam disunahkan untuk menempelkan pipi, dada, lengan, dan kedua telapak tangan sambil berdoa memohon kepada Allah.
      Hijir Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk setengan lingkaran karena yang setengah lingkaran terpotong, sehingga disebut “hathim” (yang terpotong), yang dahulu ditempati Nabi Ismail dan ibunya, Hajar, bertempat tinggal.
     Jarak 3 meter dari tembok Kakbah ke Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kabah, sehigga salat di tempat ini bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah dan orang yang tawaf mengelilingi Kakbah harus berada di luar Hijir Ismail.
      Ukuran tinggi dinding Hijir ismail 1,32 meter; lebarnya 1,55 meter; jarak dua pintu masuknya 8,77 meter; jarak dari dinding Kakbah ke dinding Hijir ismail 8,46 meter; yang termasuk bagian dalam Kakbah 3 meter dari dinding Kakbah; dan panjang dinding Hajir ismail bagian luar 21,57 meter.
      Talang emas digunakan untuk saluran air hujan dan air cucian ketika Kakbah dibersihkan berada di bagian atas dinding Kakbah tepat di atas Hijir Ismail yang berdoa di bawahnya termasuk mustajab (doa yang dikabulkan).
      Talang emas berukuran panjang seluruhnya 2,53 meter; ukuran panjang talang yang terlihat 1,95 meter; panjang talang yang tertanam dalam dinding Kakbah 58 cm; ukuran tinggi talang 23 cm; dan lebar talang 26 cm.
      Rukun Yamani terletak di pojok tenggara Kakbah sejajar dengan Hajar Aswad yang berada di sudut Kakbah yang menghadap ke negeri Yaman, umat Islam dianjurkan untuk mengusap dan melambaikan tangan terhadap Rukun Yamani.
      Syadzarwan adalah bagian bangunan berbentuk melengkung di bawah dinding Kakbah sampai permukaan lantai selain dalam bagian Hijir Ismail, karena pintu masuk Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kakbah.   
      Syadzarwan yang berukuran tinggi 13 cm dengan lebar 45 cm digunakan untuk melindungi Kakbah dari genangan air dan tempat mengikat tali kiswah penutup Kakbah sebanyak 55 buah berbentuk bulat agar tak membahayakan para jamaah.
      Bangunan atap Kakbah disangga dengan 3 tiang utama terbuat dari kayu berdiameter 44 cm dengan jarak antara tiang 2,35 meter dan arah lurus dari pintu masuk Kakbah terdapat mihrab yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk salat di dalam Kakbah.
      Di sebelah pojok kanan pintu masuk Kakbah terdapat tangga untuk naik ke atap yang digunakan untuk mencuci dan memasang tali kiswah penutup Kakbah melewati pintu “taubat” yang dibungkus kain kiswah setinggi 7,5 meter  dan diganti setiap 3 tahun sekali, karena terlindung dari debu dan hujan.
      Di dalam Kakbah untuk naik ke atap tardapat anak tangga sebanyak 35 buah, lebar tangga 63 cm sampai 75 cm, dan tinggi setiap anak tangga 24 cm sampai 35  cm, serta di dalam Kakbah terdapat sebuah kotak besar untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kakbah.
      Pintu Kakbah berukuran tinggi 3,1 meter; lebarnya 1,9 meter; tebalnya 50 cm; dan jarak dari lantai setinggi 2,25 meter yang dilengkapi dengan kunci  sepanjang 40 cm dengan gembok berukuran panjang 34 cm dan lebarnya 6 cm.
      Kain kiswah penutup Kakbah terbuat dari sutera murni yang diberi warna hitam dengan dirajut tulisan kaligrafi Arab yang  terdiri atas 5 potong kain kiswah, yang 4 potong kiswah dipasang pada 4 dinding dan yang 1 potong kiswah untuk menutup pintu Kakbah.
      Sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk bertulisan ayat-ayat Al-Quran dan setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah diganti, sehingga pada hari raya Idul Adha maka Kakbah diselubungi kain kiswah baru.
      Tinggi kain kiswah 14 meter, beratnya 670 kg, lebar kiswah untuk dinding Hajar Aswad hingga Rukun Iraqi 11, 67 meter; lebar kiswah dinding Rukun Yamani hingga Hajar Aswad 10,18 meter; lebar kiswah dinding bagian Hijir Ismail 9,90 meter;  dan lebar kiswah dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami 12.04 meter.
      Kain kiswah penutup pintu Kakbah disebut “Al-Barqa” yang berukuran tingginya 6,32 meter dan lebarnya 3,30 meter dan setiap sudutnya diberi hiasan tulisan kaligrafi Al-Quran dalam 8 lingkaran dan tengahnya terdapat 3 lingkaran bertulisan “Hasbiyallah”.
       Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 144.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

      “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online