Minggu, 27 Juli 2014

181. Khutbah Jumat,25-4-2014:" Pedoman Praktis dlm Menghadapi Masalah Sehari-hari"

Khutbah Jumat, 25-4-104 “Pedoman Praktis dalam Menghadapi Masalah Sehari-hari” (Sumber : Aa Gym) Khutbah-1 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْر أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون Para jamaah yang berbahagia, Marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Para jamaah yang berbahagia, Dalam kehidupan kita sehari-hari, pasti tidak akan luput dari masalah atau persoalan hidup. Kalau kita cermati dengan seksama, dalam menghadapi masalah yang hampir sama, ternyata sikap manusia berbeda-beda. Ada orang yang menjadi panik dan stres, tetapi ada pula yang tetap tenang. Hal ini, dapat disimpulkan, bahwa masalah yang sebenarnya bukan terletak pada masalahnya, tetapi pada sikap kita dalam menghadapi masalah tersebut. Berikut ini saya sampaikan lima pedoman dalam menghadapi masalah hidup sehahri-hari. 1) Siap. Yaitu siap menghadapi sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita, dan juga siap menerima yang tidak cocok dengan harapan kita. Sebagai manusia, kita memang harus mempunyai cita-cita dan keinginan yang benar dalam kehidupan ini, bahkan kita harus gigih ikhtiar untuk mencapai yang terbaik dalam kehidupan kita di dunia dan akherat. Tetapi bersamaan dengan itu, kita harus sadar bahwa manusia hanyalah makhluk yang sangat terbatas untuk mengetahui segala hal di luar kemampuan kita. Dalam kenyataannya, dalam kehidupan ini sering terjadi sesuatu yang di luar kemampuan kita untuk mencegahnya. Jika kita salah bersikap, maka kita akan kecewa, penuh keluh kesah, dan hati menjadi kacau. Sungguh rugi, karena hidup di dunia hanya sekali dan kejadian yang tidak terduga pasti akan terjadi lagi. Manusia boleh mempunyai rencana, Allah SWT juga mempunyai rencana, dan yang pasti terjadi adalah rencana Allah SWT. Yang menarik, kita sering marah dan kecewa dengan suatu peristiwa. Tetapi setelah waktu berlalu, ternyata peristiwa tersebut sangat menguntungkan dan membawa hikmah yang besar, bahkan lebih baik daripada yang diharapkan. Para jamaah yang berbahagia, Alkisah, pada suatu hari seorang penjual tahu berangkat dari rumahnya di desa, setelah solat subuh. Ketika di pematang sawah, tiba-tiba pikulannya patah, tahu di pikulan kiri masuk ke sawah, dan yang kanan masuk ke dalam kolam. Betapa kaget, sedih, dan merasa sangat sial, karena belum berjualan modal sudah habis terbenam. Dengan murung dan kecewa dia kembali ke rumah. Tetapi dua jam kemudian, datanglah berita yang sangat mengejutkan. Yaitu kendaraan yang biasanya ditumpangi para penjual tahu, mengalami musibah kecelakaan. Semua penumpangnya mengalami cedera berat, bahkan ada yang meninggal dunia. Hanya seorang penjual tahu yang selamat, yang biasanya naik kendaraan tersebut, yaitu dirinya. Subhanallah, dua jam sebelumnya, patah pikulan dianggap kesialan. Tetapi dua jam kemudian patah pikulan, dianggap keberuntungan luar biasa. Jadi, dalam menghadapi kegiatan apapun, marilah kita sempurnakan niat dan ikhtiar, tetapi marilah kita siapkan hati kita menerima apapun yang terbaik menurut Allah SWT 2) Ridho. Yaitu ridho, ikhlas, atau rela menerima sesuatu yang sudah terjadi. Karena, meskipun kita marah, dan kecewa. Kenyataannya sudah terjadi. Jadi, rela atau tidak rela kenyataannya sudah terjadi. Lebih baik kita rela saja menerimanya. Ikhlas atau rela ini hanya amalan dalam hati. Kita menerima kenyataan yang sudah terjadi, tetapi pikiran dan tubuh kita wajib berusaha memperbaiki kenyataan dengan cara yang diridhoi Allah SWT. Kondisi hati yang tenang ini sangat membantu proses ikhtiar menjadi positif dan optimal. Orang yang stres adalah orang yang tidak siap mental menerima kenyataan yang ada. Pikirannya selalu tidak sesuai dengan kenyataan. Sibuk menyesali sesuatu yang sudah tidak ada, atau yang tidak mungkin terjadi. Sungguh sengsara yang dibuat sendiri. Jadi, hati kita harus rela menerima apapun kenyataan yang sudah terjadi, sambil berusaha memperbaiki kenyataan pada jalan yang diridhoi Allah SWT. 3). Jangan mempersulit diri. Allah SWT berfirman: •   •  •     “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” . QS Alam Nasyrah (94:5-6) Para jamaah yang berbahagia, Sampai dua kali Allah SWT menyampaikan janji-Nya. Tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus dalam kesulitan, karena dunia bukan neraka. Juga tidak mungkin dalam hidup ini terus mudah dan lapang, karena dunia ini bukan surga. Karena itu, dalam menghadapi persoalan hidup, janganlah kita membesar-besarkan dan mempersulit diri. Hal ini akan menambah masalah menjadi lebih seram daripada kenyataan sebenarnya. Yakinlah bahwa Allah Yang Maha Tahu pasti telah mengukur ujian yang menimpa kita sesuai dengan takaran yang tepat sesuai keadaan dan kemampuan kita. 4). Evaluasi diri. Yaitu menilai diri kita sendiri. Hidup ini laksana suara gema di pegunungan. Apa yang kita bunyikan, suara itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Segala yang terjadi adalah hasil dari yang kita lakukan. Allah SWT berfirman:               Artinya:” Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, dia akan melihat balasannya”.QS Al-Zalzalah ( 99:7-8) Para jamaah yang berbahagia, Misalnya, sebuah kerikil mengenai kening kita. Selain kita harus rela, kita pun harus merenung, mengapa Allah SWT menimpakan kerikil ke kita, padahal lapangan sangat luas dan kepala begitu kecil. Mungkin itu peringatan bahwa kita sering lupa bersujud, atau sujud kita lalai dari mengingat-Nya. Allah SWT tidak mungkin menciptakan sesuatu dengan sia-sia, pasti ada hikmahnya. Janganlah kita terjebak hanya menyalahkan orang lain. Sikap emosi hanya memberi sedikit nilai tambah bagi pribadi kita, bahkan menimbulkan masalah baru. Jadi, marilah kita jadikan setiap masalah untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri kita. 5). Hanya Allah SWT penolong kita.                             Artinya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, dia akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya. dan diberi rejeki dari arah yang tidak diduga. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, akan dicukupi segala keperluannya”. QS At-Tollaq (65:2-3) Para jamaah yang berbahagia Sesungguhnya, segala sesuatu dapat yang terjadi, berupa nikmat atau musibah, hanya dengan ijin Allah SWT. Meskipun manusia dan jin bergabung untuk menjanjikan sesuatu, tidak akan pernah berhasil, jika Allah SWT tidak mengijinkan. Oleh karena itu, manusia paling bodoh adalah yang berharap dan takut kepada selain Allah SWT. Jadi, hanya Allah SWT penolong kita. Manusia hanya berasal (maaf) setetes sperma, dan kemana-mana membawa kotoran dalam perutnya, lalu ujungnya akan menjadi bangkai. Pendek kata, kita jangan takut menghadapi masalah. Tetapi takutlah tidak mendapat pertolongan dari Allah SWT. Para jamaah yang berbahagia Semoga dengan lima pedoman di atas, yaitu siap, ridho, jangan mempersulit diri, evaluasi, diri dan hanya Allah SWT penolong kita, akan membuat masalah yang ada menjadi jalan pendidikan agar kita semakin dewasa dan meluaskan pengalaman serta melipatgandakan pahala. Sehingga hidup kita menjadi lebih mulia di dunia dan akherat. Amin Ya Robbal Alamin بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ----duduk---- Khutbah-2 إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَ الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ واسئلوه من فضله يعتكم, ولذكر الله اكبر Kurang Pesan TAKWA pada khutbah kedua ----selesai---- Rujukan: Aa Gym