FIR’AUN ZALIM BERKUASA HANYA
SEBENTAR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Dalam Al-Qur’an
1)
Kekuasaan Fir’aun
2)
Bukan Allah meridai
3)
Kezaliman Fir’aun.
4)
Tapi ujian bagi manusia.
Kekuasaan pada manusia.
Ujian bagi manusia:
1)
Apakah manusia?
a.
Mau ikut kebenaran
b.
Tunduk pada sombong dan
takut.
Versi Al-Qur’an
1)
Tokoh Fir'aun digambarkan
Penguasa yang:
a.
sombong,
b.
merasa paling tinggi,
c.
menindas rakyat,
d.
melawan perintah Allah.
QS An-Naziyat (79:24)
فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ
(Seraya) berkata: "Aku tuhanmu yang paling
tinggi".
Catatan.
1)
Fir’aun berkata:
“Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”
2)
Artinya
a.
Al-Qur’an mengecam Fir’aun.
Bukan memujinya.
3)
Allah beri Fir’aun
kekuasaan dan waktu.
Tapi:
a.
Untuk menguji manusia,
b.
Beri kesempatan tobat,
c.
Agar kebenaran Nabi Musa
terlihat jelas.
3)
Kisah Nabi
Musa melawan Fir’aun
Bukti ada yang:
a.
Memilih iman,
b.
Takut pada penguasa,
c.
Tetap membela kebenaran
d.
Meskipun ditekan.
Logika Modern
Dalam kehidupan modern
Misalnya ada:
1)
Pemimpin korupsi,
2)
Diktator,
3)
Orang kaya salah gunakan
kekuasaan.
1)
Saat orang jahat berkuasa.
2)
Tak berarti:
“Tuhan setuju dengan dia.”
Karena di dunia:
1)
Manusia boleh memilih,
2)
Ada hukum sebab-akibat,
3)
Ada ujian moral.
Contoh:
1)
Guru biarkan ujian
berlangsung.
2)
Bukan guru suka murid
menyontek.
3)
Tapi agar terlihat jelas.
a.
siapa yang jujur
b.
siapa curang.
Dalam logika Al-Qur’an:
1)
Adanya penguasa zalim
2)
Menjadi ujian:
a.
Sabar.
b.
Berani
c.
Iman manusia.
Hikmah Al-Qur’an
Kisah Fir’aun ajarkan:
1)
Kekuasaan beda dengan
kebenaran.
2)
Orang kuat belum tentu
diridai Allah.
3)
Sombong hancurkan
manusia.
4)
Kebenaran kadang diuji
oleh kekuatan dan tekanan.
5)
Pada akhirnya kezaliman
tidak abadi.
Dalam Al-Qur’an.
1)
Fir’aun akhirnya kalah
2)
Firaun tenggelam.
3)
Simbol:
a.
Kekuasaan zalim
b.
Bisa kuat sementara.
c.
Tapi tak menang
selamanya.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT






