INTI
QURBAN BUKAN DAGING TAPI MENTAL AL-HAJ 37
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
QS Al-Haj (22:37)
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ
التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ
مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ
Daging-daging unta dan darahnya sekali-kali tidak dapat
mencapai (rida) Allah, tapi takwa kamu yang dapat mencapainya. Demikian Allah
telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap
hidayah-Nya kepada kamu. Dan beri kabar gembira kepada orang yang berbuat baik.
A. Inti
Qurban:
Bukan Daging, Tapi Mental
1)
QS Al-Haj (22:37)
“Yang
sampai pada Allah bukan daging dan darah, tapi takwa.”
2)
Artinya secara logika:
a.
Allah tak butuh sapi
b.
Allah tak butuh kambing
c.
Yang diuji: hati manusia
3)
Masalah zaman sekarang:
a.
Qurban jadi ajang pamer
b.
Sapi besar
c.
Foto-foto
d.
Fokus harga hewan
e.
Bukan niat
4)
Padahal:
a.
Qurban gagal
b.
Jika niat ingin dipuji manusia
B. Qurban
= Melawan Ego & Cinta Dunia
1)
Belajar dari kisah Nabi Ibrahim
2)
QS As-Saffat 102–107
3)
Yang diminta Allah:
a.
Tak sekadar menyembelih
b.
Tapi korbankan yang paling dicintai
4)
Dibawa ke zaman sekarang:
5)
Apakah kita siap:
a.
Keluar uang, saat kondisi pas-pasan?
b.
Berbagi, saat kita masih ingin?
c.
Mengalahkan gengsi?
6)
Realitanya:
a.
Banyak orang mampu
b.
Tapi tidak qurban
c.
Rela beli HP baru
d.
Gaya hidup mahal
7)
Ini ditabrak konsep qurban.
C. Qurban
= Latihan Sosial
Bukan Ibadah Individu
QS
Al-Hajj (22:36)
وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ
فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ
سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
36. Dan telah Kami
jadikan untuk kamu unta-unta sebagian dari syi'ar Allah, kamu mendapat kebaikan
yang banyak padanya, maka sebut olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya
dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati),
maka makan sebagiannya dan beri makan orang yang rela dengan apa yang ada
padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikian Kami telah
menundukkan untua-unta itu kepada kamu, semoga kamu bersyukur.
Catatan.
1)
Daging qurban:
a.
Dimakan
b.
Dibagikan
2)
Makna sosial:
a.
Islam tak mau ibadah egois
b.
Qurban = redistribusi ekonomi versi ibadah
3)
Logika modern:
4)
Qurban seperti:
a.
Program berbagi massal tahunan
b.
Gerakkan ekonomi bawah
5)
Masalah sekarang:
a.
Kadang distribusi tak merata
b.
Ada yang dapat banyak
c.
Ada yang tidak dapat
C. Qurban
Zaman Sekarang:
Antara Ibadah vs Tradisi
a.
Coba jujur:
b.
Kenapa orang qurban?
a.
Karena Allah?
c.
Atau karena:
d.
ikut-ikutan tetangga?
e.
takut omongan orang?
f. biar
dianggap “mampu”?
Jika jawaban
ke-2:
1)
Geser
dari ibadah
2)
Jadi tradisi social
D. Pesan
“Keras” dari Qurban
1)
Qurban “menampar” manusia:
a.
Kamu bilang cinta Allah…
Tapi
sulit keluar uang
b.
Kamu bilang dermawan…
Tapi
hanya saat dilihat orang
c.
Kamu bilang beriman…
Tapi
masih sangat terikat dunia
Kesimpulan
1)
Qurban itu
2)
Bukan tentang:
a.
Sapi
b.
Kambing
3)
Tapi tentang:
Apa yang kamu relakan demi
Allah
Versi
Sangat Sederhana
1)
Jika qurban tak mengubah:
a.
Sifat pelit
b.
Ego
c.
Pamer
2)
Maka yang berubah hanya:
a.
Hewan yang mati
b.
Bukan manusia naik level
CHECKLIST
QURBAN DITERIMA
(Versi Qur’an & Logika)
Dasar
utama: QS Al-Haj 37
“Yang
sampai pada Allah adalah takwa”
1.
Niat: Untuk Allah atau untuk Manusia?
1)
Tanya diri sendiri:
2)
Kalau tidak ada yang tahu, masih mau
qurban?
a.
Ya → dekat ikhlas
b.
Tidak → hati-hati, ini “qurban sosial”
3)
Ciri niat bermasalah:
a.
ingin dipuji
b.
upload berlebihan
c.
kecewa tak diapresiasi
2.
Cara Dapat Uangnya Halal atau Tidak?
1)
Logika sederhana:
2)
Mau ibadah, tapi dari uang tidak jelas?
a.
Halal → lanjut
b.
Syubhat/haram → qurban cacat
3.
Ada “Pengorbanan” atau Tidak?
1)
Qurban itu harus terasa
2)
Contoh:
a.
Orang kaya qurban 1 kambing
Biasa
saja
b.
Orang pas-pasan qurban
Lebih
“bernilai”
3)
Ukuran bukan nominal
4)
Tapi: seberapa berat melepasnya
4.
Tidak Menyiksa Orang Lain
1)
Kadang terjadi:
a.
Qurban, tapi keluarga kekurangan
b.
Qurban, tapi utang tak dibayar
2)
Ini tidak seimbang
3)
Islam itu adil:
a.
ibadah
b.
tanggung jawab
5.
Distribusi Daging:
Adil atau Asal-asalan?
Sesuai
Surah Al-Hajj 36:
1)
makan
2)
berbagi
Checklist:
1)
apakah fakir miskin dapat?
2)
hanya muter orang mampu?
Qurban
ideal:
1)
jarang makan daging
2)
jadi prioritas
6.
Tidak Berubah Jadi Ajang Pamer
1)
Penyakit umum sekarang
2)
Contoh:
a.
foto hewan + harga
b.
sebut nominal
c.
sindir orang lain tak qurban
3)
Qurban itu:
a.
diam-diam
b.
tapi berdampak besar
PRAKTIK
QURBAN IDEAL DI INDONESIA
Model
1: Qurban Kolektif Desa
1)
Warga patungan beli sapi
2)
Daging dibagi rata + prioritas miskin
3)
Dampak:
a.
kebersamaan
b.
tidak ada yang iri
Model
2: Qurban ke Daerah Minim
1)
Kirim qurban ke:
a.
daerah terpencil
b.
daerah miskin
c.
wilayah bencana
2)
Ini lebih “kena” daripada:
a.
Qurban di kota
b.
Sudah banyak hewan
Model
3: Tanpa Publikasi Berlebihan
1)
tak diumumkan besar-besaran
2)
fokus manfaat
3)
Lebih dekat : Ikhlas
Model
4: Prioritas Lingkungan Terdekat
1)
Mulai dari:
a.
tetangga miskin
b.
keluarga kesulitan
c.
tak jauh-jauh dulu
d.
jika sekitar masih butuh
REALITA
(Perlu Dikritik)
1)
Yang sering terjadi:
2)
Qurban “rutin tahunan”
3)
Tak ubah sifat manusia
4)
Orang tetap:
a.
pelit
b.
egois
c.
tak peduli sekitar
5)
Padahal harusnya:
a.
setelah qurban
b.
lebih dermawan
PENUTUP
1)
Qurban yang benar itu:
2)
sebelum qurban:
masih pelit
3)
sesudah qurban:
jadi
lebih ringan berbagi
Kalimat
Kunci
1)
Qurban bukan tentang menyembelih hewan.
2)
Tapi sembelih sifat buruk dalam diri.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
.jpg)
0 comments:
Post a Comment