TINGKATAN BERSYUKUR
DI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Ada 7 tingkat sykur
Dalam Al-Quran.
Yaitu syukur:
1)
Lisan (paling dasar)
2)
Hati
3)
Dengan Amal
4)
Saat Susah
5)
Atas Takdir
6)
Mengenal Allah
7)
Para Nabi (Syukur
Eksistensi)
Penjelasan.
1)
Al-Qur’an tunjukkan
2)
Syukur bukan 1 tingkat
3)
Tapi bertahap
4)
Seperti tangga
spiritual.
Penjelasan.
1.
Syukur Lisan (paling
dasar)
1)
Mengucap Alhamdulillah
Saat mendapat nikmat.
2)
Contoh:
a.
selesai makan
b.
dapat rezeki
c.
sembuh dari sakit
3)
Ini awal Syukur
4)
Tapi belum sempurna.
5)
Banyak orang berhenti di
sini.
2.
Syukur Hati
1)
Hati sadari:
a.
Semua dari Allah
b.
Tak murni usaha sendiri.
2)
Allah berfirman
3)
Bahwa manusia sering
berkata:
“Ini karena kepandaianku.”
4)
Artinya:
a.
Melihat diri sumber
utama nikmat.
b.
Syukur hati hancurkan
ego itu.
3.
Syukur dengan Amal
1)
Nikmat dipakai kebaikan.
2)
Contoh:
a.
ilmu → untuk mengajar
b.
harta → untuk membantu
c.
kekuatan → untuk menolong
3)
Ini makna ayat:
“Beramallah wahai keluarga Daud sebagai bentuk syukur.”
(QS Saba: 13)
4)
Syukur berupa tindakan.
4.
Syukur saat Susah
1)
Ini level langka.
2)
Tetap melihat hikmah
3)
Meskipun ujian datang.
4)
Karena sadar:
a.
ujian juga nikmat
b.
membersihkan dosa
c.
menaikkan derajat).
5.
Syukur atas Takdir
1)
Tak hanya terima nikmat.
2)
Juga terima putusan
Allah sepenuhnya.
3)
Tak protes batin.
4)
Ini disebut rida.
5)
Atas takdir Allah
6.
Syukur karena Mengenal
Allah
1)
Tak fokus nikmat
2)
Tapi pada Pemberi
nikmat.
3)
Nikmat terbesar:
a.
mengenal Allah.
Ulama katakan:
1)
Orang awam bersyukur
Sebab diberi.
2)
Orang arif bersyukur
Sebab kenal Yang
memberi.
7.
Syukur Para Nabi (Syukur
Eksistensi)
1)
Contoh Nabi Muhammad
“Tidakkah aku menjadi hamba yang bersyukur?”
2)
Nabi tetap ibadah Panjang
3)
Meskipun dosanya
diampuni.
4)
Artinya:
a.
Syukur bukan reaksi,
b.
Tapi cara hidup.
c.
Syukur jadi identitas
diri.
Mengapa Qur’an
berkata:
1)
“Sedikit sekali manusia
yang bersyukur”
(QS Saba: 13)
2)
Tak sekadar kritik moral
3)
Tapi rahasia psikologi
manusia.
Otak manusia fokus kekurangan
1)
Manusia punya negatif
bias:
a.
lebih ingat masalah
daripada nikmat.
b.
10 nikmat kalah oleh 1
masalah.
Adaptasi nikmat (hedonic
adaptation)
1)
Nikmat cepat terasa
biasa.
2)
Contoh:
a.
HP baru → senang 3 hari
b.
lalu dianggap normal.
3)
Qur’an ingatkan:
Manusia cepat lupa nikmat.
Ilusi kendali diri
1)
Manusia merasa:
“Aku berhasil karena aku
hebat.”
2)
Dsebut Qur’an sifat
Qarun.
3)
Ego membunuh syukur.
Manusia membandingkan ke
atas
1)
Melihat lebih kaya,
bukan yang kurang.
2)
Akibatnya:
Nikmat terasa kecil.
Syukur butuh sadar
spiritual
1)
Tanpa iman:
2)
Nikmat dianggap
kebetulan.
3)
Syukur lahir dari
tauhid.
Perbedaan
1)
Filsafat modern:
Bersyukur agar bahagia.
2)
Al-Qur’an:
a.
Bersyukur karena
kebenaran
b.
Maka bahagia mengikuti.
3)
Dalam Qur’an:
a.
Syukur bukan teknik
self-help,
b.
Tapi posisi manusia
di depan Tuhan.
Rahasia Syukur Qur’an
1)
Allah tak butuh syukur
kita.
2)
Syukur justru:
Mengubah cara melihat dunia.
3)
Orang bersyukur:
a.
Melihat nikmat
b.
tapi orang lain melihat
masalah.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT

0 comments:
Post a Comment