Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label PEDOMAN BAGI PEMIMPIN DI QURAN. Show all posts
Showing posts with label PEDOMAN BAGI PEMIMPIN DI QURAN. Show all posts

Friday, June 12, 2026

55706. PEDOMAN BAGI PEMIMPIN DI QURAN







PEDOMAN BAGI PEMIMPIN YANG BAIK DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Pedoman bagi Pemimpin yang Baik

Menurut :

 

1)                Al-Qur'an

2)                Logika Modern

 

Pemimpin yang baik

Versi Quran dan logika modern

 

Yaitu:

1)        Adil kepada semua orang

2)        Amanah (jujur dan dapat dipercaya)

 

3)        Bermusyawarah

4)        Mengutamakan kepentingan rakyat

 

5)        Berilmu dan kompeten

6)        Rendah hati dan tidak sombong

 

7)        Tegas pada kebatilan dan kezaliman

 

Penjelasan

 

A.       Adil kepada semua orang

 

 

QS An-Nahl (16:90)

 

 

۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

 

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

 

 

 

Catatan.

 

1)        Berlaku adil:

 

a.        Menempatkan sesuatu pada tempatnya.

b.        Tak zalim.

c.        Tak memihak karena suka atau benci.

 

Al-Qur'an perintahkan

 

1)        Pemimpin untuk berlaku adil.

2)        Bahkan pada orang tak disukai.

 

QS Al-Maidah (5:8)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

Hai orang-orang beriman hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Logika modern:

 

1)        Keadilan menciptakan kepercayaan.

 

2)        Masyarakat lebih patuh pada pemimpin tidak pilih kasih.

 

 

B.       Amanah (jujur dan dapat dipercaya)

 

QS An-Nisa (4:58)

 

۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

 

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

 

Catatan.

 

1)        Pemimpin harus menjaga kepercayaan rakyat.

 

2)        "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya..."

 

 

Logika modern:

1)        Korupsi dan salah gunakan jabatan

 

a.        Menghancurkan organisasi

b.        Merusak negara.

 

 

C.       Bermusyawarah

 

 

QS Asy-Syura (42:38)

 

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

 

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan pada mereka.

 

Catatan.

 

1)        Pemimpin tak merasa paling benar sendiri.

 

2)        "...dan urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka."

 


Logika modern:

 

1)        Keputusan melibatkan banyak pihak

2)        Lebih baik daripada putusan 1 orang.

 

 

D.       Mengutamakan kepentingan rakyat

 

Pemimpin adalah pelayan masyarakat, bukan penguasa yang hanya mencari keuntungan pribadi.

 

QS Al-Anbiya' (21:73)

 

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ ۖ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ

 

Kami telah menjadikan mereka sebagai pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka selalu menyembah,

 

Catatan.

1)        "...pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami..."


Logika modern:

 

1)        Pemimpin fokus sejahterakan rakyat

 

2)        Dapat dukungan dan kepercayaan

 

3)        Dalam jangka panjang.

 

 

E.       Berilmu dan kompeten

 

QS Al-Mujadilah (58:11)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkan niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Catatan.

 

1)        Allah angkat derajat orang berilmu.

 

2)        "...Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat."

 


Logika modern:

 

1)        Masalah yang rumit

 

2)        Butuh pemimpin yang pahami:

 

a.         Data.

b.        Fakta.

c.        Solusi.

 

 

F.        Rendah hati dan tidak sombong

 

 

QS Al-Isra' (17:37)

 

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

 

Dan jangan kamu berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

 

Catatan.

 

1)        Sombong sering jadi sebab jatuhnya pemimpin.

2)        "Dan janganlah kamu berjalan di bumi dengan sombong."



Logika modern:

 

1)        Pemimpin mau mendengar kritik

2)        Mudah memperbaiki kesalahan.

 

 

G.      Tegas terhadap kebatilan dan kezaliman

 

QS Al-Ma'idah (5:8)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

Hai orang-orang beriman hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Catatan.

 

1)        Pemimpin harus berani menegakkan kebenaran.

 

2)        "Wahai orang-orang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan..."

 

Logika modern:

 

1)        Tegas pada pelanggaran hukum.

2)        Jaga ketertiban dan keamanan.

 

Kesimpulan

Menurut Al-Qur'an dan logika modern.

 

Pemimpin yang baik

Punya  7 sifat utama

 

Yaitu:

1)        Adil

2)        Amanah

 

3)        Suka musyawarah

4)        Mementingkan rakyat

 

5)        Berilmu dan kompeten

6)        Rendah hati

7)        Tegas tegakkan kebenaran

 

Pemimpin yang baik.

1)        Masyarakat aman.

2)        Makmur.

3)        Dipercaya rakyat

 

Pemimpin zalim, korup, dan sombong.

 

1)        Timbul kerusakan

2)        Warga tak percaya

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

Top of Form

Bottom of Form