NEGARA
MAJU BUDAYA RISET BUKAN MENGHAFAL
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Apakah kuncinya
Agar negara cepat maju?
Jawaban.
1)
Budaya ilmu dan riset
2)
Bukan budaya menghafal
Tapi menghafal juga
penting
Budaya ilmu dan riset
1)
Tak
sekadar banyak menghafal.
2)
Tapi
mampu
a.
Bertanya.
b.
Mencari
bukti.
c.
Menguji.
d.
Memperbaiki
kesimpulan.
Dalam
Al-Qur’an.
1)
Hafalan tetap penting.
2)
Tapi ilmu tak berhenti pada hafalan.
Penjelasan.
A. Al-Qur’an
dorong manusia berpikir
QS.
Al-Baqarah 2:44
أَفَلَا
تَعْقِلُونَ
“Tidakkah kamu memakai akal?”
QS.
Muhammad 47:24
أَفَلَا
يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ
“Tidakkah mereka mentadabburi
Al-Qur’an?”
Artinya.
1)
Orang tak hanya simpan informasi.
2)
Tapi juga
a.
Memahami.
b.
Menghubungkan.
c.
Memikirkan maknanya.
B. Budaya
riset mulai dari pertanyaan
Contoh
1)
Hafalan:
“Air mendidih pada suhu
tertentu.”
2)
Riset:
a.
“Apakah selalu begitu?
b.
Bagaimana jika tekanannya berbeda?
c.
Mengapa air mendidih lebih cepat di tempat
tertentu?”
Dari
pertanyaan muncul penelitian.
1)
Al-Qur’an berkali-kali arahkan manusia.
2)
Untuk perhatikan dan amati alam:
QS.
At-Tariq 86:5
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa
dia diciptakan.”
Pola
berpikirnya:
1)
bertanya → amati → kumpulkan data →
menguji → temukan pola → simpulkan → menguji kembali.
C. Hafalan
tetap berguna
1)
Bukan berarti menghafal itu buruk.
2)
Hafalan bahan baku ilmu.
Misalnya
1)
Dokter harus hafal banyak hal
2)
Tentang tubuh manusia.
3)
Tak cukup hanya hafal.
4)
Tapi dia harus:
a.
amati pasien → periksa → bandingkan data →
tentukan diagnosis → beri terapi → melihat hasilnya.
Begitu
pula ilmuwan.
D. Contoh
dalam kehidupan
1)
Misalnya orang ingin tahu:
“Mengapa
tanaman di halaman saya cepat layu?”
2)
Orang hanya menghafal mungkin katakan:
“Tanaman
butuh air.”
3)
Orang yang riset bertanya:
a.
Berapa banyak air yang diberikan?
b.
Kapan disiram?
c.
Apakah tanahnya terlalu kering?
d.
Apakah terkena matahari langsung?
e.
Apakah akarnya bermasalah?
f. Apakah
ada hama?
g.
Bagaimana jika 2 tanaman diberi perlakuan
berbeda?
1)
Itulah budaya riset.
E. Hubungan
dengan Al-Qur'an
1)
Al-Qur'an ajarkan manusia
a.
Tak terima semua info
b.
Secara sembarangan:
QS.
Al-Hujurat 49:6
فَتَبَيَّنُوا
“Maka teliti/klarifikasi.”
2)
Dekat prinsip ilmiah:
a.
jangan langsung percaya → periksa info →
cari bukti → baru ambil kesimpulan.
Kesimpulan
1)
Hafalan beri bahan.
2)
Akal olah bahan.
3)
Pertanyaan buka penelitian.
4)
Data beri bukti.
5)
Pengujian periksa kebenaran.
6)
Sikap terbuka
7)
Perbaiki kesalahan.
Jika bangun
budaya riset.
Maka Pendidikan
Tak
hanya bertanya:
“Apa yang kamu hafal?”
Tapi
juga:
1)
“Mengapa demikian?”
2)
“Apa buktinya?”
3)
“Bagaimana cara kita tahu?”
4)
“Bagaimana jika ternyata salah?”
a.
Itu beda budaya hafalan.
b.
Dengan budaya ilmu dan riset.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.




