Organisasi Profesi Guru
Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.
Tema Gambar Slide 2
Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.
Tema Gambar Slide 3
Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.
Tuesday, August 18, 2026
55983. PIDATO USTAZ ABDUL SOMAD 17 AGUSTUS 2026
PIDATO USTAZ ABDUL SOMAD UPACARA 17
AGUSTUS 2026
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
“Amanat dan Doa Inspektur Upacara 17
Agustus 2026
| Ma'had Az-zahra |
Ustadz Abdul Somad”.
Rangkaian amanat UAS
1.
Pembukaan dan rasa syukur
o Mengawali dengan pujian kepada Allah dan salawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
o Mengajak peserta upacara mensyukuri nikmat Allah, khususnya nikmat
kemerdekaan.
o
2.
Kemerdekaan Indonesia
o Kemerdekaan bukan hadiah yang diperoleh dengan mudah.
o Kemerdekaan merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.
o Karena itu, generasi sekarang harus menghargai jasa para pahlawan.
3.
Makna upacara kemerdekaan
o Upacara bukan sekadar kegiatan seremonial.
o Upacara menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan bangsa.
o Generasi muda perlu mengetahui sejarah agar tidak melupakan pengorbanan
generasi sebelumnya.
4.
Tanggung jawab setelah merdeka
o Tugas generasi sekarang bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah.
o Tugasnya adalah mengisi kemerdekaan dengan ilmu, pendidikan, akhlak,
kerja keras dan pengabdian.
5.
Peran pendidikan dan santri
o Lembaga pendidikan harus melahirkan manusia yang memiliki ilmu sekaligus
akhlak.
o Santri tidak hanya belajar agama, tetapi juga harus mampu memberikan
manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
6.
Hubungan agama dan kebangsaan
o Kecintaan kepada bangsa tidak harus dipertentangkan dengan agama.
o Seorang Muslim dapat menjadi orang yang taat beragama sekaligus
memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
7.
Menjaga persatuan
o Indonesia memiliki keberagaman suku, daerah, budaya dan pemikiran.
o Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk saling bermusuhan.
o Persatuan harus dijaga karena bangsa yang terpecah akan menjadi lemah.
8.
Mengisi kemerdekaan dengan amal nyata
o Kemerdekaan harus menghasilkan manusia yang lebih baik.
o Anak-anak harus belajar.
o Guru harus mendidik.
o Orang tua harus membimbing.
o Pemimpin harus amanah.
o Masyarakat harus saling membantu.
9.
Jangan menyia-nyiakan pengorbanan
pahlawan
o Cara menghormati pahlawan bukan hanya dengan mengenang namanya.
o Pengorbanan mereka harus diteruskan dengan membangun Indonesia.
o Setiap orang dapat berjuang sesuai bidangnya masing-masing.
10.
Penutup
- Mengajak seluruh peserta bersyukur atas
kemerdekaan.
- Mengajak menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan
dengan kebaikan.
- Amanat kemudian dilanjutkan dengan doa.
Inti besar amanat UAS:
1)
Kemerdekaan adalah nikmat sekaligus
amanah.
2)
Generasi sekarang wajib mensyukurinya,
menghormati perjuangan pahlawan, memperkuat pendidikan dan akhlak, menjaga
persatuan, serta mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata yang bermanfaat bagi
agama, masyarakat dan Indonesia.
Top of Form
Bottom of
Form
55982. MENGAPA POLITIK PECAH UMAT
MENGAPA POLITIK BISA PECAH BELAH UMAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Kenapa politik
Bisa memecah belah umat?
Jawaban
1)
Politik bisa pecah belah umat
2)
Jika kepentingan politik lebih kuat
Daripada
a.
Persaudaraan.
b.
Keadilan.
c.
Kebenaran.
Al-Qur'an ingatkan.
Bahaya perpecahan
Yaitu:
1)
Al-Qur'an memerintahkan Bersatu
2)
Politik membuat “kami” lawan “mereka”
3)
Fanatik kelompok kalahkan kebenaran
4)
Politik membuat teman jadi lawan
5)
Al-Qur'an ingatkan jangan saling
bertengkar
6)
Banyak contoh politik memecah
Masyarakat
7)
Nabi Muhammad ﷺ sukses satukan
kelompok berbeda
8)
Beda politik tak berarti beda Islam
9)
Politik harus jadi alat, bukan
tujuan hidup
Penjelasan.
1.
Al-Qur'an perintahkan Bersatu
2.
QS. Ali 'Imran 3:103
“Berpegang teguh kamu semua pada tali
Allah, dan jangan kamu bercerai-berai.”
Bahasa sederhana
1)
Boleh beda pilihan.
2)
Tapi jangan jadi musuh.
1)
Masalahnya.
2)
Politik membuat orang berpikir:
a.
“Kalau dia dukung kelompok saya, maka dia
orang baik.”
b.
“Kalau dia dukung lawan saya, maka dia
pasti orang buruk.”
c.
“Yang penting kelompok saya menang.”
1)
Padahal Muslim
2)
Menilai manusia berdasarkan
a.
Keadilan dan kebenaran.
b.
Tak sekadar kelompok.
3.
Politik dapat membuat “kami” melawan
“mereka”
3)
QS. Al-Ma'idah 5:8
“Jangan bencimu pada suatu kaum
mendorong kamu berlaku tidak adil.”
Ini sangat penting dalam politik.
4)
Contohnya:
a.
Kelompok A salah.
Kita langsung mengecam.
b.
Kelompok kita salah.
Cari alasan membelanya.
Ini tidak adil.
Logikanya
1)
Kesalahan tetap salah.
a.
Dilakukan orang lain.
b.
Atau dilakukan kelompok kita.
4.
Fanatik kelompok bisa kalahkan
kebenaran
1)
QS. An-Nisa' 4:135
“Jangan kamu ikuti hawa nafsu karena
ingin menyimpang dari kebenaran.”
Dalam politik.
Hawa nafsu bisa berbentuk:
1)
ingin menang,
2)
ingin berkuasa,
3)
ingin jabatan,
4)
ingin kelompoknya menang,
5)
takut hilang pengaruh,
6)
benci lawan.
Akhirnya orang tidak bertanya:
1)
“Apa yang benar?”
Tapi bertanya:
1)
“Bagaimana agar kelompok saya menang?”
Di sini perpecahan mudah terjadi.
5.
Politik membuat teman menjadi lawan
Contoh
1)
Sebelum pemilu:
Ahmad dan Budi teman dekat.
2)
Ketika pemilu:
a.
Ahmad pilih calon A.
b.
Budi pilih calon B.
3)
Sebenarnya tidak masalah.
4)
Tapi kemudian:
a.
Ahmad menghina Budi.
b.
Budi membalas menghina Ahmad.
5)
Akhirnya
Mereka bertengkar bertahun-tahun.
6)
Padahal setelah pemilu:
1)
Calon A dan calon B
Tetap bertemu dan berjabat tangan.
2)
Yang bertengkar justru masyarakat.
3)
Ini contoh politik
a.
Memperbesar perbedaan
b.
Sebenarnya tak perlu jadi musuh.
6.
Politik juga bisa memanfaatkan
identitas agama
1)
Ini lebih berbahaya.
2)
Misalnya orang berkata:
“Kalau Anda Muslim yang baik, Anda harus memilih kelompok saya.”
3)
Ini perlu hati-hati.
4)
Islam bukan milik satu partai.
Muslim boleh beda pilihan politik.
Selama tak melanggar prinsip Islam.
Seperti:
1)
keadilan,
2)
kejujuran,
3)
amanah,
4)
tidak zalim,
5)
tak sebar fitnah.
1)
Jangan sampai:
a.
Partai dianggap agama,
b.
Calon dianggap wakil Tuhan.
2)
Politikus tetap manusia
Bisa benar dan salah.
7.
Al-Qur'an ingatkan jangan saling
bertengkar
1)
Allah berfirman:
“Jangan kamu berbantahan menyebabkan kamu gentar dan hilang kekuatanmu.”
QS. Al-Anfal 8:46
2)
Logikanya sangat jelas.
Satu kelompok 1.000 orang
Terpecah menjadi:
1)
400 melawan 300,
2)
300 melawan 200,
3)
100 melawan 50,
Energi habis berkelahi di dalam.
Tak selesaikan masalah bersama.
3)
Seperti sebuah keluarga:
a.
Ayah, ibu dan anak
Punya masalah.
b.
Tapi sibuk bertengkar.
Masalah utama tidak selesai.
8.
Banyak contoh politik pecah Masyarakat
Contoh 1 — Pilihan calon
1)
“Dia memilih calon saya → teman.”
2)
“Dia memilih calon lain → musuh.”
Salah cara berpikir.
3)
Beda pilihan
4)
Tak hapus persaudaraan.
Contoh 2 — Berita palsu
Ada berita:
“Kelompok lawan melakukan kejahatan.”
Langsung dipercaya dan disebarkan.
Padahal belum diperiksa.
Al-Qur'an ajarkan:
“Jika datang padamu orang fasik bawa
suatu berita, maka teliti benarnya.”
QS. Al-Hujurat 49:6
1)
Jadi prinsipnya:
2)
Tak langsung percaya → periksa → baru ambil
sikap.
Contoh 3 — Menghina lawan
Orang beda pilihan disebut:
1)
bodoh,
2)
kafir,
3)
munafik,
4)
pengkhianat,
5)
tak cinta agama.
Ini berbahaya
Beda politik
Jadi musuh pribadi
Bahkan musuh agama.
Contoh 4 — Membela kesalahan kelompok sendiri
1)
Ini paling sulit.
2)
Kalau kelompok sendiri salah.
Kita harus mampu mengatakan:
“Saya dukung kelompok ini dalam hal
yang benar, tapi saya tidak dukung salahnya.”
3)
Itu sikap dekat keadilan.
9.
Nabi Muhammad ﷺ berhasil satukan
kelompok berbeda
1)
Sebelum Islam.
a.
Warga Madinah berkelompok.
b.
Saling bermusuhan.
2)
Islam bangun persaudaraan
Kaum Muhajirin dan Ansar.
3)
Al-Qur'an gambarkan orang beriman bersaudara:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin bersaudara.”
QS. Al-Hujurat 49:10
Pelajaran
1)
Beda latar belakang tak pecah.
2)
Yang dicari persamaan dalam kebaikan.
10.
Berbeda politik bukan beda Islam
1)
Ini prinsip sangat penting.
2)
Misalnya:
a.
Ahmad memilih A.
b.
Budi memilih B.
c.
Candra memilih C.
3)
Mereka masih bisa:
a.
salat bersama,
b.
bantu tetangga,
c.
pengajian bersama,
d.
jenguk orang sakit,
e.
bantu korban bencana,
f. bekerja sama berantas kemiskinan.
4)
Beda pilihan politik ≠ beda saudara.
11.
Politik jadi alat, bukan tujuan
hidup
1)
Politik cara atur masyarakat.
2)
Tujuannya seharusnya:
Menciptakan keadilan dan
kesejahteraan.
3)
Jika politik tujuan utama.
Orang bisa berpikir:
“Yang penting saya menang.”
a.
kebenaran dikorbankan,
b.
teman dikorbankan,
c.
persaudaraan dikorbankan,
d.
agama jadi alat.
Ini harus dihindari.
Kesimpulan
1)
Politik
Tak otomatis pecah umat.
2)
Yang pecah umat
a.
Fanatik.
b.
Benci.
c.
Fitnah.
d.
Tak adil.
e.
Merebut kekuasaan.
f. , anggap kelompok sendiri selalu benar.
Prinsip Qur'annya:
1)
Berbeda pilihan → boleh.
2)
Berbeda pendapat → boleh.
3)
Berbeda partai → boleh.
4)
Berdebat dengan ilmu → boleh.
5)
Menghina dan memfitnah → jangan.
6)
Berlaku tidak adil → jangan.
7)
Memutus persaudaraan → jangan.
Kalimat sederhana
1)
“Kita boleh beda memilih pemimpin.
2)
Tapi jangan berbeda
Jadi manusia jujur, adil, dan
berbuat baik.”
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.
Top of Form
Bottom of
Form




