MENGAPA GAMBAR JADI KHILAFIAH
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Khilafiah gambar
Dalam Islam
1)
Perbedaan pendapat
2)
Hukum membuat gambar
3)
Makhluk bernyawa
4)
Seperti manusia dan hewan.
Perbedaan ini
1)
Sejak zaman ulama klasik
2)
Hingga ulama kontemporer.
1️⃣ Mengapa masalah gambar menjadi khilafiah?
Jawaban
1)
Hadis Nabi sangat keras
2)
Terhadap pembuat gambar.
3)
Misalnya:
“Orang paling keras azabnya pada hari
kiamat adalah para pembuat gambar.”
(HR. Bukhari & Muslim)
4)
Para ulama berbeda
5)
Pahami maksud hadis ini:
a.
Apakah semua gambar haram?
b.
Atau hanya gambar tertentu?
Muncul khilafiah (beda ijtihad).
Yaitu:
1)
Cenderung Melarang
2)
Membolehkan dengan Syarat
A.
Pendapat ke-1
Cenderung Melarang
1)
Sebagian ulama berpendapat:
2)
Gambar makhluk bernyawa tak boleh.
3)
Kecuali darurat.
4)
Alasannya:
a.
Menyerupai ciptaan Allah.
b.
Khawatir disembah
c.
Seperti zaman Nabi Nuh.
d.
Banyak hadis larangan gambar.
5)
Yang dilarang:
a.
Lukisan manusia/hewan utuh
b.
Patung
c.
Pajangan gambar makhluk hidup
6)
Pendapat ulama salaf
7)
Sebagian ulama Hanbali.
B.
Pendapat ke-2
Membolehkan dengan Syarat
1)
Banyak ulama lain jelaskan
2)
Larangan hadis konteks khusus.
3)
Yaitu gambar:
a.
Disembah,
b.
Diagungkan berlebihan,
c.
Menyaingi ciptaan Allah.
4)
Mereka bolehkan:
a.
Foto kamera
b.
Gambar Pendidikan
c.
Identitas (KTP, paspor)
d.
Media dakwah
e.
Gambar tanpa pengagungan
5)
Alasan mereka:
a.
Foto bukan “mencipta”
b.
Hanya menangkap bayangan.
c.
Tujuan menentukan hukum
d.
Kaidah: niat & fungsi penting.
6)
Pendapat ulama kontemporer.
7)
Ulama modern.
4️⃣ Perbedaan Penting:
Patung vs Foto
Mayoritas ulama sepakat:
1)
Patung 3 dimensi
Paling keras larangannya
2)
Gambar/lukisan
Diperselisihkan
3)
Foto modern
Banyak ulama membolehkan
5️⃣ Hikmah Larangan Gambar dalam Islam
1)
Islam sangat jaga tauhid
2)
Bukti sejarah manusia
a.
Awalnya hanya gambar orang saleh.
b.
Lalu dihormati.
c.
Kemudian disembah.
3)
Pada kaum Nabi Nuh
4)
(QS Nuh: 23).
6️⃣ Sikap Terbaik Menghadapi Khilafiah
Para ulama beri prinsip:
1)
Tak menyalahkan dalam khilafiah.
2)
Ikuti pendapat menenangkan hati dan
ilmu.
3)
Hindari pengagungan berlebihan pada gambar
manusia.
4)
Utamakan niat dan manfaat.
Kaidah ulama:
“Tidak diingkari perkara ijtihad yang
diperselisihkan.”
BATAS AMAN MEMASANG GAMBAR MENURUT ULAMA
1️⃣ Hindari gambar untuk diagungkan
1)
Gambar menjadi masalah
2)
Jika:
a.
dipuja,
b.
dianggap bawa berkah,
c.
dimuliakan berlebihan.
3)
Islam tutup jalan syirik
4)
Sejak awal.
2️⃣ Jangan jadikan gambar objek ibadah
1)
Contoh harus dihindari:
a.
berdoa di depan gambar tokoh,
b.
merasa lebih khusyuk
c.
karena melihat gambar tertentu.
2)
Tauhid harus langsung pada Allah.
3️⃣ Hindari gambar besar dipajang mencolok
1)
Sebagian ulama memakruhkan:
a.
foto besar di ruang utama
b.
pajangan wajah manusia yang dominan
2)
Serupa tradisi pengagungan masa lalu.
4️⃣ Foto kebutuhan hidup dibolehkan
Mayoritas ulama modern membolehkan:
1)
foto KTP
2)
paspor
3)
ijazah
4)
dokumen keluarga
5)
media dakwah
Karena termasuk kebutuhan
5️⃣ Lebih aman tak pasang gambar di tempat salat
1)
Berdasar hadis:
2)
Malaikat tak masuk rumah ada gambar dan anjing.
3)
Maka dianjurkan:
4)
ruang salat bersih dari gambar makhluk
bernyawa.
6️⃣ Gambar pendidikan dan ilmu dibolehkan
1)
Contoh:
a.
buku pelajaran
b.
anatomi tubuh
c.
media belajar anak
2)
Karena tujuannya ilmu.
3)
Bukan pengagungan.
7️⃣ Niat dan fungsi menentukan hukum
1)
Kaidah fiqih:
2)
Hukum ikuti tujuan penggunaan.
3)
Gambar untuk:
a.
sombong
b.
pamer
c.
syirik
Maka dilarang
4)
Gambar untuk:
a.
manfaat
b.
identitas
c.
edukasi
Maka boleh.
Mengapa Islam Sangat Hati-Hati Soal Gambar?
Jawab.
Sejarah tauhid pola sama:
1)
Orang saleh wafat.
2)
Dibuat gambar untuk mengenang.
3)
Generasi berikutnya menghormati.
4)
Generasi setelahnya menyembah.
Kisah kaum Nabi Nuh
1)
Dalam Al-Qur’an
2)
(QS Nuh: 23).
Islam mencegah
Sebelum penyimpangan.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT



.jpeg)