PERBEDAAN
ILMUL AINUL HAQQUL YAKIN DI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Perbedaan
1)
Ilmul yakin.
2)
Ainul yakin
3)
Haqqul yakin
Tingkatan
keyakinan dalam Islam.
A. Yakin
ilmu — عِلْمُ الْيَقِينِ
ILMUL
YAKIN
1)
Yakin berdasar pengetahuan
2)
Yakin berdasar info yang benar.
Contoh:
1)
Kita diberi tahu
2)
Bahwa di balik bukit ada api.
3)
Kita belum melihat apinya.
4)
Tapi kita percaya
5)
Sebab sumber info
6)
Dapat dipercaya.
7)
Dasarnya: ilmu dan informasi.
Al-Qur'an
sebut istilah ini.
QS At-Takatsur (102:5)
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ
الْيَقِينِ
Jangan begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang
yakin,
B. Yakin
mata — عَيْنُ الْيَقِينِ
AINUL
YAKIN
1)
Artinya: yakin karena melihat langsung.
Contoh:
1)
Kita berjalan ke atas bukit.
2)
Kita melihat sendiri api itu.
3)
Dasarnya:
a.
Penglihatan
mata.
b.
Pengamatan langsung.
Quran sebut istilah ini.
QS
At-Takatsur (102:7)
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan
'ainul yaqin.
C. Haqqul
yakin — حَقُّ الْيَقِينِ
HAQQUL
YAKIN
1)
Keyakinan yang benar dialami.
2)
Dirasakan kenyataannya.
Contoh
api:
1)
Bukan hanya tahu ada api.
2)
Bukan hanya melihat api.
3)
Tapi kita merasakan panasnya
4)
Ketika berada dekat api.
5)
Dasarnya:
a.
Pengalaman nyata.
b.
Kenyataan yang dialami.
Quran
sebut haqqul yaqin.
1)
QS Al-Waqi'ah 56:95
2)
Al-Haqqah 69:51.
QS
Al-Waqi'ah (56:95)
إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ
Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan
yang benar.
Al-Haqqah
(69:51).
وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ
Dan sesungguhnya Al
Quran itu benar-benar kebenaran yang diyakini.
Urutannya
sederhana
1)
Tahu → melihat → mengalami
2)
Ilmul yakin → Ainul yakin → Haqqul yakin
Contoh
dalam kehidupan:
1)
Ilmul yakin:
"Kebohongan merusak hubungan."
→ kita tahu dari ilmu.
2)
Ainul yakin:
a.
"Kita melihat sendiri orang sering
berbohong
b.
Akhirnya hilang kepercayaan orang."
3)
Haqqul yakin:
a.
"Kita sendiri alami akibat bohong.
b.
Merasakan betapa beratnya hilang
kepercayaan."
Dalam
hidup beragama
1)
Iman yang baik
2)
Tak berhenti pada tahu ayat.
Misalnya
Al-Qur'an
ajarkan:
1)
Jangan zalim pada orang lain.
Tingkatnya:
1)
Ilmul yakin:
Tahu kezaliman dilarang Allah.
2)
Ainul yakin:
a.
Melihat nyata
b.
Kezaliman hancurkan manusia dan
masyarakat.
3)
Haqqul yakin:
a.
Benar-benar jadikan keadilan
b.
Sebagai perilaku hidup.
c.
Manfaatnya dirasakan sendiri dan orang
lain.
Prinsip:
1)
Qur'an tak hanya di lisan → pahami → lihat
benarnya dalam kehidupan → wujudkan jadi amal dan maslahat.
Tapi perlu
dibedakan:
1)
Haqqul yakin
a.
Tak berarti
b.
Manusia tahu semua hal gaib
c.
Secara langsung.
2)
Dalam hal gaib.
a.
Manusia punya batas pengetahuan.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT


