Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, September 5, 2026

60129. JUAL AGAMA DAN IMBALAN KERJA

 


JUAL AGAMA DAN IMBALAN KERJA DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

A.       Apakah perbedaan.

 

1)        Menjual agama.

2)        Imbalan kerja?.

 

Jawaban.

 

1)        Bedanya tak sekadar ada uang atau tidak ada uang.

 

2)        Tapi terutama niatnya dan apa yang dijual.

 

 

3)        Apakah uang itu

 

a.        Imbalan pekerjaan halal.

b.        Agama jadi komoditas.

 

B.       Artinya KOMODITAS.

 

Komoditas

 

1)        Barang atau sesuatu

2)        Dapat diperjualbelikan

3)        Untuk dapat keuntungan.

 

Contoh komoditas:

 

1)        Beras, gula, kopi

Komoditas perdagangan.

 

2)        Minyak bumi, emas

Komoditas ekonomi.

 

3)        Jasa

Bisa diperjualbelikan.

 

4)        Meskipun disebut jasa.

Bukan barang komoditas.

 

1.        Agama jadi komoditas.

Berarti:

 

1)        Agama diperlakukan seperti barang dagangan.

 

2)        Untuk dapat untung duniawi.

 

Contohnya:

1)        Ceramah

Hanya untuk dapat uang.

 

2)        Ayat Quran.

Untuk menjual produk.

 

3)        Kebenaran agama diubah

Karena ada yang membayar.

 

Tapi menerima upah

Karena bekerja bidang agama.

 

1)        Tak otomatis

2)        Agama jadi komoditas.

 

Penjelasan.

 

C.       “Menjual agama” maksudnya apa?

 

Dalam Al-Qur'an.

 

1)        Yang tercela

 

a.        Menukar kebenaran agama

b.        Dengan untung dunia.

 

2)        Misalnya

 

a.         Sembunyikan kebenaran.

b.        Putar balik ayat.

 

c.        Katakan hal agama.

Demi dapat untung.

 

QS. Al-Baqarah 2:41

 

“Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit.”
QS. Al-Baqarah 2:41

Juga:

“Janganlah kamu campuradukkan yang benar dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang benar.”
QS. Al-Baqarah 2:42

 

Contoh “menjual agama”:

 

1)        Mengatakan hukum agama A.

a.        Padahal tahu yang benar B.

b.        Karena dibayar.

 

2)        Beri fatwa sesuai keinginan orang kaya.

Takut hilang bayaran.

 

3)        Menakuti ancaman agama tak berdasar.

Agar beli sesuatu.

 

4)        Pakai ayat menipu orang.

Agar memberi uang.

 

5)        Sembunyikan kebenaran

Sebab sponsor tidak suka.

 

6)        Klaim “ini pasti kehendak Allah”

Padahal pendapat pribadi.

 

7)        Agama  jadi alat cari

 

a.         Kekuasaan.

b.        Popularitas.

c.        Kekayaan.

 

D.       Menerima imbalan pekerjaan

 Tak otomatis “menjual agama”

 

1)        Ini penting.

 

2)        Guru mengajar Al-Qur'an.

 

a.        Dia dapat gaji

b.        Belum tentu jual agama.

 

3)        Ustaz diundang isi kajian.

 

a.         Dia dapat honor

b.        Belum tentu jual agama.

 

4)        Khatib salat Jumat

 

a.        Dapat honor dari masjid.

b.        Belum tentu jual agama.

 

5)        Penulis buku agama.

a.        Dapat royalty.

b.        Belum tentu jual agama.

 

6)        Pembuat video dakwah

 

a.         Dapat penghasilan

b.        Belum otomatis jual agama.

 

Logikanya

 

1)        Sama seperti profesi lain.

 

2)        Orang beri tenaga, waktu, ilmu, dan keahlian.

 

 

3)        Imbalan kompensasi pekerjaan.

 

Yang jadi masalah

 

1)        Kebenaran agama dikorbankan.

2)        Demi uang.

 

Misalnya

Guru Al-Qur'an.

 

1)        Kasus A:

 

a.        “Saya mengajar mengaji 2 jam tiap hari.

b.        Saya dapat gaji Rp2 juta per bulan.”

 

 

Ini imbalan pekerjaan.

 

2)        Kasus B:

 

a.        “Kalau Anda bayar Rp5 juta.

 

b.        Saya katakan amalan Anda pasti diterima Allah.”

Ini bermasalah.

Menjual kepastian tidak dimiliki.

 

3)        Kasus C:

 

a.        “Saya dibayar untuk katakan

 

b.        Produk ini dijamin sembuhkan semua penyakit.

 

c.        Berdasar Al-Qur'an.”

 

Ini lebih berat lagi:

Agama untuk klaim tidak benar.

 

Ustaz terima honor

 

1)        Ustaz dapat honor Rp1 juta

Setelah ceramah.

 

2)        Tidak tepat dikatakan:

“Ustaz itu menjual agama.”

 

Pertanyaan logis:

 

1)        Apakah isi ceramahnya benar?

2)        Apakah palsukan agama demi uang?

 

a.        Dia sampaikan kebenaran.

b.        Honor kompensasi pekerjaan.

 

c.        Beda orang ubah kebenaran.

d.        Karena dibayar.

 

Al-Qur'an bahas tak minta imbalan dakwah

 

1)        QS. Asy-Syu'ara (26:109, 127, 145, 164, dan 180).

 

1)        Beberapa Nabi katakan:

 

“Aku tidak minta imbalan padamu atas dakwahku.”

 

a.        Teladan para rasul.

b.        Sampaikan risalah

 

c.        Bukan dakwah transaksi pribadi.

 

Tapi harus dibedakan

 

1)        Risalah Nabi.

2)        Profesi manusia setelah zaman nabi.

 

a.        Guru, penceramah, penulis, penerjemah, pengelola lembaga pendidikan, dan pekerja media.

b.        Semua butuh biaya hidup.

 

Al-Qur'an akui pekerjaan dan upah

 

1)        Prinsip imbalan kerja.

2)        Tal melawan Al-Qur'an.

 

QS. Al-Qasas 28:26

 

“Sesungguhnya orang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”

 

QS. At-Talaq 65:6

Beri upah pada orang menyusui anak.

 

Dalam logika Qur'ani:

 

1)        Kerja → ada jasa → manfaat → boleh ada imbalan.

 

Tetapi:

 

1)        Kebenaran → tak diubah → tak sembunyikan → tak dipalsu demi uang.

 

Banyak contoh

 

Guru agama

 

1)        Mengajar

Dapat gaji = imbalan kerja.

 

2)        Ubah nilai siswa karena diberi uang

Suap, tak sekadar imbalan.

 

Khatib Jumat

 

1)        Dapat honor

Karena waktu dan jasanya = imbalan.

 

2)        Sengaja ubah isi khutbah.

Agar sesuai pesanan orang bayar

Jual prinsip agama.

 

Penulis buku Islam

 

1)        Menulis buku → dapat royalti = imbalan karya.

 

2)        Sengaja masukkan hadis palsu

 

Dibayar penerbit

Salahgunakan agama.

 

YouTuber dakwah

 

1)        Buat video

Dapat uang iklan

Imbalan aproduksi konten.

 

2)        Mengarang hadis

Agar videonya viral

 

Hasilkan uang

Bisnis bohong agama.

 

Ujian menurut logika

Pakai 5 pertanyaan:

 

1)        Apakah yang dibayar adalah pekerjaan atau kebenaran agama?

 

2)        Apakah orang itu tetap mengatakan yang benar kalau tidak dibayar?

 

3)        Apakah dia ubah ajaran karena uang?

 

4)        Apakah dia pakai ayat/hadis jujur?

 

5)        Apakah imbalan transparan dan wajar kompensasi pekerjaan?

 

Kalau jawabannya:

 

1)        “Saya dibayar untuk waktu, tenaga, ilmu, dan pekerjaan saya.

 

2)        Tapi kebenaran tidak saya ubah.”

 

Ini imbalan kerja.

 

Kalau:

 

“Saya dibayar ucapkan sebenarnya tidak benar atau sembunyikan kebenaran.”

 

Dekat  “menjual agama”

Yang tercela.

 

Kesimpulan

 

1)        Menerima uang ≠ otomatis jual agama.

 

Yang membedakan:

 

1)        Imbalan kerja

Uang untuk jasa/tenaga/waktu/keahlian.

 

2)        Menjual agama

 

a.        Kebenaran agama dipalsukan, disembunyikan atau diubah.

 

b.        Demi keuntungan.

 

Kesimpulan.

 

1)        Ustaz menerima honor.

Belum tentu jual agama.

 

2)        Seperti dokter  dibayar.

 

Tak jual kesehatan.

 

 

3)        Yang jadi masalah.

 

a.         Orang ubah kebenaran,

b.        Demi uang

 

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.