ALGORITMA TIKTOK SEMPITKAN PIKIRAN
Oleh:
Drs HM Yusron Hadi, MM
1️⃣ Apa itu algoritma media sosial?
1)
Algoritma media social
2)
Seperti di TikTok, Instagram, atau Facebook
3)
Yaitu sistem yang:
a.
Mencatat apa yang sering kamu tonton
b.
Mengukur apa yang kamu sukai
c.
Menampilkan lagi hal yang mirip
d.
Menghilangkan hal yang berbeda
4)
Tujuannya:
Membuat kamu betah dan terus menonton.
5)
Masalahnya?
Lama-lama kamu hanya melihat satu jenis sudut pandang saja.
6)
Itu disebut echo chamber (ruang
gema).
2️⃣ Kenapa bisa “menyempitkan pikiran”?
Karena:
1)
Kamu hanya melihat pendapat yang sama
denganmu
2)
Jarang melihat sudut pandang berbeda
3)
Emosi lebih sering dimainkan daripada
logika
4)
Informasi cepat, tapi dangkal
Akhirnya:
1)
Orang merasa paling benar.
2)
Sulit menerima kritik,
3)
Malas berpikir mendalam.
3️⃣ Versi Al-Qur’an:
Bahaya Mengikuti Tanpa Berpikir
Al-Qur’an sudah ingatkan fenomena ini
sejak dulu.
A. Jangan ikut-ikutan tanpa ilmu
QS Al-Isra (17:36)
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ
عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ
مَسْئُولًا
Dan jangan kamu
mengikuti apa yang kamu tidak punya pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan diminta tanggung jawab.
Catatan.
1)
Tak ikut-ikutan, tanpa tahu benarnya.
2)
Tak sebarkan berita, tanpa memastikan
dulu.
3)
Tak berpendapat soal agama, tanpa
dasar ilmu.
4)
Semua yang kita dengar, lihat, dan Yakini.
5)
Akan diminta tanggung jawab oleh
Allah.
6)
Maknanya dalam kehidupan:
a.
Tak mudah percaya hoaks.
b.
Tak fanatik buta.
c.
Tak berbicara soal halal-haram tanpa
dalil.
d.
Gunakan akal, hati, dan ilmu sebelum
bertindak.
7)
Ayat ini bukti.
a.
Islam dorong berpikir kritis dan tanggung
jawab.
b.
Tak ikut-ikutan tanpa dasar.
“Jangan kamu mengikuti sesuatu yang
kamu tidak punya ilmu tentangnya…”
Artinya:
1)
Jangan percaya atau sebarkan sesuatu.
2)
Hanya karena sering muncul di beranda.
B. Kebanyakan manusia bisa menyesatkan
QS Al-An’am (6:116)
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي
الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ
وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Dan jika kamu menuruti
kebanyakan orang-orang yang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari
jalan Allah. Mereka tidak lain hanya mengikuti persangkaan belaka, dan mereka
tidak lain hanya berdusta (terhadap Allah).
Catatan.
1)
“Jika kamu mengikuti kebanyakan
manusia di bumi, mereka akan menyesatkanmu…”
2)
Media sosial itu mengikuti “yang
banyak ditonton”.
3)
Tapi Qur’an ingatkan: yang banyak
belum tentu benar.
C. Gunakan akal
Berkali-kali Qur’an bertanya:
1)
“Afala ta’qilun?”
2)
(Tidakkah kalian berpikir?)
Banyak ayat, seperti:
1)
Al-Baqarah 44
2)
Yasin 68
a.
Islam mendorong berpikir kritis.
b.
Bukan berpikir otomatis.
Solusi Qur’an Agar Tidak Sempit Pikiran
1)
Tabayyun (verifikasi informasi)
QS Al-Hujurat 6
2)
Dengar semua pendapat, tapi ambil yang
terbaik
QS Az-Zumar 18
3)
Jangan sombong merasa paling benar
QS Luqman 18
4)
Luaskan wawasan dengan membaca dan
merenung
Wahyu pertama: Iqra (Bacalah)
Kesimpulan
1)
Algoritma media social.
2)
Bisa menyempitkan pikiran
3)
Karena:
a.
Hanya memberi apa yang kita suka
b.
Jarang menantang cara berpikir kita
4)
Tapi Qur’an:
a.
Mendorong berpikir
b.
Mengajak refleksi
c.
Melarang ikut-ikutan
d.
Memerintahkan verifikasi
5)
Jadi kalau tidak hati-hati.
6)
Algoritma bisa membentuk pola pikir
sempit.
7)
Tapi kalau pakai prinsip Qur’an.
8)
Kita bisa tetap kritis dan luas
wawasan.
Sumber
1) Tafsir
Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



