Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label ALLAH TEGUR SIKAP NABI PADA ORANG BUTA. Show all posts
Showing posts with label ALLAH TEGUR SIKAP NABI PADA ORANG BUTA. Show all posts

Wednesday, May 20, 2026

55570. ALLAH TEGUR SIKAP NABI PADA ORANG BUTA ABASA

 





ALLAH TEGUR SIKAP NABI PADA ORANG BUTA ABASA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

QS Abasa (80:1-10)


عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ

 

1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,

أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ

 

2. karena telah datang seorang buta kepadanya.

 

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ

 

3. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),

أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ

 

4. atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?

 

أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ

5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,

فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ

 

6. maka kamu melayaninya.

 

وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ

7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).

وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ

 

8. Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),

وَهُوَ يَخْشَىٰ

 

9. sedangkan ia takut kepada (Allah),

 

فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ

10. maka kamu mengabaikannya.

 

Catatan.

1)        Surah Abasa 1-10 turun

2)        Teguran halus dari Allah

 

3)        Kepada Nabi Muhammad

4)        Agar perhatikan orang serius

 

5)        Mencari petunjuk

6)        Meskipun miskin atau buta.

 

Asbābun Nuzūl (Sebab Turunnya Ayat)

 

1)        Tokoh utama peristiwa ini

2)        Sahabat buta

3)        Bernama Abdullah bin Umi Maktum.

 

Pada suatu hari.

 

1)        Nabi Muhammad bicara dengan para pemimpin Quraisy.

 

2)        Nabi berharap mereka masuk Islam

3)        Agar dakwah mudah diterima masyarakat.

 

Di tengah pembicaraan itu.

1)        Abdullah bin Ummi Maktum datang.

2)        Minta diajari Al-Qur’an.

 

Nabi fokus pada pembesar Quraisy.

1)        Nabi sedikit bermuka kurang senang

2)        Dan memalingkan wajah.

 

3)        Allah turunkan ayat ini

Sebagai pelajaran besar:

 

a.        Jangan meremehkan orang lemah.

 

b.        Nilai manusia bukan dari jabatan atau kekayaan.

 

c.        Orang serius cari kebenaran lebih penting diperhatikan.

 

Hal itu bukti.

Dalam Islam

 

1)        Nabi juga ditegur

2)        Jika bersikap kurang tepat.

3)        Bukti Al-Qur’an jujur.

 

Tafsir Perkata

 

Ayat 1

 

عَبَسَ وَتَوَلّىٰ

‘Abasa = bermuka masam

Tawallā = berpaling

 

1)        Makna:

 

a.        Nabi tunjukkan wajah kurang senang

b.        Lalu berpaling sebentar.

 

2)        Logika modern:

 

a.        Dalam hidup.

b.        Manusia fokus pada orang penting atau berpengaruh

c.         Tanpa sadar abaikan orang kecil.

 

3)        Ayat ini ajarkan:

 

a.        etika komunikasi,

b.        empati,

c.        menghormati semua orang.

 

 

Ayat 2

 

أَن جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ

An jā’ahu = karena datang kepadanya

Al-a‘mā = seorang buta

 

1)        Makna:
Yang datang sahabat buta.

 

2)        Logika modern:

 

a.        Orang terbatas fisik.

b.         Punya hak dihormati dan didengarkan.

 

c.        Islam sejak awal

d.        Aajarkan inklusif social

e.        Hormat penyandang disabilitas.

 

Ayat 3

 

وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكّىٰ

Wa mā yudrīka = tahukah kamu?

La‘allahu = barangkali dia

Yazzakkā = ingin membersihkan diri

 

1)        Makna:

 

a.        Bisa jadi orang hati tulus

b.        Ingin jadi lebih baik.

 

2)        Logika modern:

 

a.        Tampilan sederhana

b.        Tak tanda rendah kualitas hati.

 

c.        Orang tampak biasa

d.         Serius belajar dan berubah.

 

Ayat 4

 

أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ الذِّكْرَىٰ

Au yazzakkaru = atau ingin mengambil pelajaran

Fatanfa‘ahu = lalu bermanfaat baginya

Adz-dzikrā = nasihat/peringatan

  •  

1)        Makna:

 

a.        Nasihat agama sangat berguna

b.        Bagi orang hatinya terbuka.

 

2)        Logika modern:

 

a.        Ilmu hanya bermanfaat

b.        Bagi orang mau menerima dan merenungkan.

 

Ayat 5

 

أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ

Ammā = adapun

Manis-taghnā = orang yang merasa dirinya cukup

 

1)        Makna:

 

a.        Orang kaya atau sombong

b.        Merasa tak butuh petunjuk.

 

2)        Logika modern:

 

a.        Sombong intelektual atau sosial

b.        Sulit menerima kebenaran.

 

Ayat 6

 

فَأَنتَ لَهُ تَصَدّىٰ

Fa anta = maka engkau

Lahu tashaddā = memberi perhatian besar kepadanya

 

 

1)        Makna:

 

a.        Nabi sangat fokus dakwah

b.        Para pembesar Quraisy.

 

2)        Logika modern:

 

a.        Manusia tertarik orang status tinggi

b.        Dianggap lebih strategis.

 

3)        Allah ingatkan

4)         Tulus lebih penting daripada status.

 

Ayat 7

 

وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكّىٰ

Wa mā ‘alaika = bukan tanggung jawabmu

Allā yazzakkā = jika dia tidak mau membersihkan diri

 

1)        Makna:

 

a.        Hidayah tak dipaksa manusia.

b.        Tugas Nabi hanya menyampaikan.

 

2)        Logika modern:

 

a.        Tak bisa paksa semua orang berubah.

b.        Tugas manusia beri ilmu dan contoh baik.

 

Ayat 8

 

وَأَمَّا مَن جَاءَكَ يَسْعَىٰ

Wa ammā = adapun

Man jā’aka = orang yang datang kepadamu

Yas‘ā = dengan bersungguh-sungguh

 

1)                Makna:

 

a.        Abdullah bin Ummi Maktum datang

b.        Semangat mencari ilmu.

 

2)                Logika modern:

 

a.                Orang haus ilmu

b.                Diprioritaskan.

 

Ayat 9

 

وَهُوَ يَخْشَىٰ

Wa huwa = dan dia

Yakhshā = takut kepada Allah

 

 

1)                Makna:


Ia punya hati takut dan hormat kepada Allah.

 

2)                Logika modern:

 

Rasa tanggung jawab moral

Orang mudah menerima nasihat.

 

Ayat 10

 

فَأَنتَ عَنْهُ تَلَهّىٰ

Fa anta = tetapi engkau

‘Anhu = darinya

Talahhā = malah sibuk dengan yang lain

 

1)        Makna:


Nabi sibuk pada tokoh Quraisy.

 

2)        Logika modern:

Manusia tertarik pada “orang penting” daripada orang tulus.

 

Ayat ini ajarkan:

 

1)        Tak menilai manusia dari status,

2)        Hormati pencari ilmu,

3)        Tak abaikan kaum lemah.

 

Hikmah Besar Ayat 1–10

 

1)        Semua manusia sama di hadapan Allah.

2)        Orang miskin atau disabilitas tetap mulia.

 

3)        Ketulusan lebih penting daripada jabatan.

4)        Dakwah harus penuh empati.

 

5)        Al-Qur’an mendidik akhlak bahkan kepada Nabi ﷺ.

 

Pelajaran Modern

Ayat ini sangat relevan sekarang:

 

1)        Tak hanya hormati orang kaya,

2)        Tak diskriminasi penyandang disabilitas,

 

3)        Guru perhatikan murid serius belajar,

4)        Pemimpin tak hanya dekat elit,

 

5)        Media sosial tak menilai manusia dari popular saja.

 

Kesimpulan

 

1)        Keindahan ajaran Al-Qur'an:

 

a.                Membangun akhlak

 

b.                Keadilan

c.                Hormat semua manusia.

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT