DOSA ANAK APAKAH ORANG TUA IKUT BERDOSA
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Menurut Al-Qur'an
1)
Pada dasarnya
2)
Tiap orang tanggung
jawab dosanya sendiri.
Tapi orang tua bisa ikut
berdosa
1)
Jika jadi penyebab anak berbuat
dosa.
2)
Misalnya karena:
a.
Lalai mendidik.
b.
Memberi contoh buruk.
c.
Ajarkan maksiat.
Penjelasan
A.
Tiap orang memikul
dosanya sendiri
1)
Al-Qur'an berulang kali tegaskan
a.
Seseorang tak akan
dihukum
b.
Karena dosa orang lain.
QS Al-An'am (6:164)
قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا
وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ
فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Katakan: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah,
padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa
melainkan mudaratnya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa
tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmu, kamu kembali, dan
akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan".
Catatan.
1)
"Seseorang yang
berdosa tidak akan memikul dosa orang lain."
2)
Artinya:
a.
Anak berdosa
Dosanya ditanggung anak.
b.
Orang tua
Tak otomatis ikut tanggung dosa anak.
Ini bukti keadilan
Allah.
Dalam zaman modern.
1)
Seseorang tidak
dipenjara
2)
Karena anggota
keluarganya
3)
Melakukan kejahatan.
B.
Kapan orang tua ikut
berdosa?
1)
Orang tua ikut berdosa
2)
Jika jadi penyebab dosa itu.
3)
Misalnya
a.
Tidak ajarkan agama
Padahal mampu.
b.
Membiarkan anak
Berbuat maksiat tanpa menasihati.
c.
Memberi contoh buruk.
Seperti berbohong, korupsi, atau mabuk.
d.
Menyuruh anak berbuat
haram.
Dalam keadaan itu:
1)
Anak menanggung dosanya
sendiri.
2)
Orang tua menanggung
dosa
a.
Sebab lalai
b.
Menyesatkan anak.
C.
Al-Qur'an perintahkan
jaga keluarga
QS At-Tahrim (66:6)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا
أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا
مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ
مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang beriman, jaga dirimu dan keluargamu dari
api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa
yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.
Catatan.
1)
"Pelihara dirimu
dan keluargamu dari api neraka."
2)
Artinya.
a.
Orang tua tanggung jawab
b.
Mendidik dan membimbing
keluarganya
c.
Menuju kebaikan.
D.
Bagaimana jika orang tua
sudah mendidik dengan baik?
Jika orang tua:
1)
mengajarkan akhlak yang
baik,
2)
menasihati,
3)
mendoakan,
4)
memberi teladan baik,
Tapi saat dewasa
1)
Anak pilih jalan salah.
2)
Maka dosa itu
3)
Jadi tanggung jawab anak
sendiri.
Logika modern
1)
Orang tua mendidik anak
dengan baik
2)
Tak otomatis tanggung
jawab
3)
Atas semua keputusan
anak
4)
Yang sudah mampu memilih
sendiri.
Kesimpulan
Menurut Al-Qur'an dan
logika modern:
1)
Anak berdosa
Dosanya ditanggung anak.
2)
Orang tua
Tak otomatis ikut berdosa.
3)
Orang tua ikut berdosa
4)
Jika jadi penyebab dosa
anak.
5)
Misalnya
a.
Ajarkan keburukan.
b.
Memberi teladan buruk.
c.
Lalai jalankan kewajiban
d.
Untuk mendidik dan
membimbing.
1)
Jika orang tua
Berusaha mendidik dengan
benar
2)
Tapi anak tetap memilih
maksiat.
3)
Maka dosa itu
4)
Tanggung jawab anak
5)
Bukan tanggung jawab orang
tuanya.
Al-Qur'an ajarkan 2 prinsip
Yang berjalan
bersama:
1)
Tiap individu
Tanggung jawab amalnya sendiri.
2)
Tapi siapa pun
a.
Menyebabkan orang lain
b.
Berbuat dosa
c.
Juga pikul tanggung
jawab
d.
Sebagai penyebab.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT









0 comments:
Post a Comment