AL-MAUN AGAMA TAK CUMA IBADAH TAPI SOSIAL
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
QS Al-Maun (107:1-7)
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ
بِالدِّينِ
1. Tahukah kamu (orang)
yang mendustakan agama?
فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
2. Itulah orang yang
menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ
الْمِسْكِينِ
3. dan tidak
menganjurkan memberi makan orang miskin.
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ
4. Maka kecelakaan bagi
orang-orang yang salat,
الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ
سَاهُونَ
5. (yaitu) orang-orang
yang lalai dari salatnya,
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
6. orang-orang yang
berbuat riya,
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
7. dan enggan (menolong
dengan) barang berguna.
1)
Surah Al-Ma’un
2)
Jumlah : 7 ayat
3)
Tema utama:
a.
Agama tak hanya ibadah ritual.
b.
Tapi juga peduli sosial.
AYAT 1
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ
بِالدِّينِ
1)
أَرَأَيْتَ (Ara'aita)
→ Tahukah kamu? / Pernahkah kamu melihat?
2)
Allah ajak berpikir dan memperhatikan.
3)
الَّذِي (Alladzī)
→ Orang yang
4)
يُكَذِّبُ (Yukadzdzibu)
→ Mendustakan / anggap bohong
5)
بِالدِّينِ (Bid-dīn)
→ Hari pembalasan / agama / tanggung jawab
akhirat
6)
Makna:
a.
Allah bertanya:
b.
Tahukah kamu siapa orang mendustakan
agama?
AYAT 2
فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
1)
فَذَٰلِكَ (Fa dzālika)
→ Maka itulah orangnya
2)
الَّذِي (Alladzī)
→ yang
3)
يَدُعُّ (Yadu‘‘u)
→ Menghardik, mendorong kasar, menolak tanpa peduli
4)
الْيَتِيمَ (Al-yatīm)
→ Anak yatim
5)
Makna:
a.
Pendusta agama
b.
Terlihat dari sikapnya:
c.
Kasar pada yang lemah.
AYAT 3
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ
الْمِسْكِينِ
1)
وَلَا (Wa lā)
→ Dan tidak
2)
يَحُضُّ (Yaḥuḍḍu)
→ Mendorong / mengajak
3)
عَلَىٰ (‘Alā)
→ untuk
4)
طَعَامِ (Ṭa‘āmi)
→ Memberi makan
5)
الْمِسْكِينِ (Al-miskīn)
→ Orang miskin
6)
Makna:
a.
Bukan hanya tak memberi
b.
Bahkan tak peduli
c.
Tak ajak orang lain membantu.
AYAT 4
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
1)
فَوَيْلٌ (Fa wailun)
→ Celaka besar / ancaman keras
2)
لِّلْمُصَلِّينَ (Lil-muṣallīn)
→ Bagi orang yang salat
3)
Mengejutkan:
a.
Yang diingatkan orang salat.
b.
Bukan yang tak salat.
AYAT 5
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ
سَاهُونَ
1)
الَّذِينَ (Alladzīna)
→ Yaitu orang yang
2)
هُمْ (Hum)
→ Mereka
3)
عَن (‘An)
→ Terhadap
4)
صَلَاتِهِمْ (Ṣalātihim)
→ Salat mereka
5)
سَاهُونَ (Sāhūn)
→ Lalai, tidak peduli, kosong makna
6)
Maksudnya bukan lupa sesekali.
7)
Tapi:
a.
salat asal-asal,
b.
tak ubah akhlak,
c.
hati tak hadir.
AYAT 6
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
1)
الَّذِينَ (Alladzīna)
→ Orang yang
2)
هُمْ (Hum)
→ Mereka
3)
يُرَاءُونَ (Yurā’ūn)
→ Pamer ibadah (riya)
4)
Ibadah dilakukan
a.
Agar dilihat manusia.
b.
Bukan karena Allah.
AYAT 7
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
1)
وَيَمْنَعُونَ (Wa yamna‘ūn)
→ Dan mereka menahan / tidak mau memberi
2)
الْمَاعُونَ (Al-Ma‘ūn)
→ Bantuan kecil sehari-hari
3)
Contoh ma’un:
a.
pinjamkan barang
b.
bantu tetangga
c.
hal kecil tapi bermanfaat
4)
Bahkan bantuan kecil
5)
Mereka pelit.
Kesimpulan
Allah jelaskan
Ciri pendusta agama
Bukan dari ucapan
Tapi perilaku:
1)
Kasar pada yang lemah (yatim)
2)
Tak peduli orang miskin
3)
Salat, tapi lalai makna
4)
Ibadah untuk pamer
5)
Pelit dalam bantuan kecil
Pesan utama:
1)
Agama tanpa peduli sosial = kosong.
Rahasia Al-Ma’un
Surah ini atakan:
1)
Ukuran iman
2)
Tak seberapa sering ibadah terlihat.
3)
Tapi lembut hati pada manusia.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



