Friday, May 8, 2026

55510. SILA KE 5 PANCASILA QURAN DAN LOGIKA

 





SILA KE-5 PANCASILA DI QURAN DAN LOGIKA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

A.       Sila ke-5 Pancasila

 

“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

 

1)        Artinya:

 

a.        Semua orang berhak diperlakukan adil.

b.        Tak boleh ada yang ditindas

 

c.        Tak boleh ada yang  dizalimi.

 

d.        Tak boleh orang kaya/penguasa saja.

e.        Yang menikmati hidup enak.

 

f.  Semua WNI harus menikmati hidup Makmur

 

 

B.       Versi Al-Qur’an

 

1)        Dalam Al-Qur’an.

 

a.        Keadilan disebut “adl” (adil)

b.        Dan “qisth” (keadilan yang lurus).

 

2)        Allah perintahkan manusia berlaku adil

3)        Kepada siapa pun.

 

QS An-Nahl (16:90)


۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, mungkar dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

 

Catatan.

 

1)        “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan…”

 

2)        Artinya:

 

a.        Adil perintah langsung dari Allah.

 

QS Al-Ma’idah (5:8)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

Hai orang-orang beriman hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum, mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Catatan.

 

1)        Ayat ini dilarang pilih kasih

 

2)        “Jangan kebencianmu pada suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena adil lebih dekat kepada takwa.”

3)        Maknanya:

 

a.        Meskipun tak suka seseorang

b.        Tetap harus adil.

 

C.       Makna sila ke-5 Pancasila

Menurut Qur’an

 

1.        Orang kaya tak boleh menindas orang miskin

 

1)        Islam melarang:

 

a.        riba zalim,

b.        korupsi,

 

c.        penipuan,

d.        ambil hak orang lain.

 

2)        Harta tak bagi kelompok tertentu saja.

 

QS Al-Hasyr (59:7)


مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

 

Apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota maka untuk Allah, Rasul, kaum kerabat, anak yatim, orang miskin dan musafir, supaya harta  jangan beredar di antara orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terima. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkan. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

 

Catatan.

 

1)        “Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja.”

 

2)        Artinya:

Ekonomi harus bermanfaat bagi banyak orang.

 

 

2.        Semua manusia punya nilai

 

1)        Dalam Qur’an:

 

a.        Yang paling mulia bukan paling kaya.

b.        Tapi paling bertakwa dan berbuat baik.

 

QS Al-Hujurat (49:13)


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

Catatan.

 

1)        “Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”

 

 

3.        Pemimpin harus adil

 

1)        Pemimpin tidak boleh:

 

a.        pilih kasih,

b.        korupsi,

c.        menyalahgunakan kekuasaan.

 

QS An-Nisa (4:58)

 

۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

 

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

 

Catatan.

 

1)        “Jika menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah dengan adil.”



D.       Versi logika modern

 

1)        Dalam logika modern

 

a.        Masyarakat akan rusak

b.        Jika keadilan hilang.

 

Contoh:

 

1)        Ada keadilan.

 

a.        Orang percaya hukum.

b.        Ekonomi stabil.

 

c.        Warga damai

d.        Orang mau kerjakeras.

 

2)        Tak ada keadilan.

 

a.        Orang marah dan memberontak.

b.        Korupsi merajalela.

 

c.        Konflik social.

d.        Orang malas sebab percuma

 

 

E.       Contoh sehari-hari

 

1)        Di sekolah

Adil berarti:

 

a.        guru tak pilih kasih,

b.        semua murid dapat belajar.

 

2)        Di rumah

Adil berarti:

a.        Orang tua perhatian semua anak.

 

3)        Di pekerjaan

Adil berarti:

a.                gaji sesuai kerja,

b.                tak korupsi,

c.                tak curang.

 

 

F.        Hubungan sila ke-5 dan Islam

 

1)        Sila ke-5 dekat ajaran Islam

Karena:

 

a.        Islam perintah adil,

b.        bantu fakir miskin,

 

c.        zakat,

d.        sedekah,

e.        larangan zalimi orang.

 

2)        Jadi:

 

a.        Keadilan sosial dalam Pancasila

b.        Sejalan dengan nilai Qur’an.

 

Kesimpulan

 

Sila ke-5 ajarkan:

 

1)        tak menindas,

2)        tak curang,

 

3)        bantu yang lemah,

4)        bagi hak adil.

 

Versi Qur’an:

1.        Adil adalah perintah Allah.

 

Versi logika modern:

 

1)        Tanpa keadilan

2)        Warga mudah rusuh

3)        Kondisi hancur.

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

Top of Form

 

Bottom of Form

 

0 comments:

Post a Comment