SILA KE-5 PANCASILA DI
QURAN DAN LOGIKA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
A.
Sila ke-5 Pancasila
“Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia.”
1)
Artinya:
a.
Semua orang berhak
diperlakukan adil.
b.
Tak boleh ada yang
ditindas
c.
Tak boleh ada yang dizalimi.
d.
Tak boleh orang
kaya/penguasa saja.
e.
Yang menikmati hidup
enak.
f.
Semua WNI harus menikmati
hidup Makmur
B.
Versi Al-Qur’an
1)
Dalam Al-Qur’an.
a.
Keadilan disebut “adl” (adil)
b.
Dan “qisth” (keadilan
yang lurus).
2)
Allah perintahkan
manusia berlaku adil
3)
Kepada siapa pun.
QS An-Nahl (16:90)
۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ
وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُونَ
Sesungguhnya Allah
menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum
kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, mungkar dan permusuhan. Dia
memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
Catatan.
1)
“Sesungguhnya Allah
menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan…”
2)
Artinya:
a.
Adil perintah langsung
dari Allah.
QS Al-Ma’idah (5:8)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا
قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ
قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang beriman
hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah,
menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum,
mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil lebih dekat
kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan.
Catatan.
1)
Ayat ini dilarang pilih
kasih
2)
“Jangan kebencianmu pada
suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena adil lebih
dekat kepada takwa.”
3)
Maknanya:
a.
Meskipun tak suka
seseorang
b.
Tetap harus adil.
C.
Makna sila ke-5 Pancasila
Menurut Qur’an
1.
Orang kaya tak boleh
menindas orang miskin
1)
Islam melarang:
a.
riba zalim,
b.
korupsi,
c.
penipuan,
d.
ambil hak orang lain.
2)
Harta tak bagi kelompok
tertentu saja.
QS Al-Hasyr (59:7)
مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ
وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ
السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَا
آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا
اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Apa saja harta rampasan yang
diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota
maka untuk Allah, Rasul, kaum kerabat, anak yatim, orang miskin dan musafir,
supaya harta jangan beredar di antara
orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terima.
Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkan. Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.
Catatan.
1)
“Agar harta itu jangan
hanya beredar di antara orang-orang kaya saja.”
2)
Artinya:
Ekonomi harus bermanfaat
bagi banyak orang.
2.
Semua manusia punya
nilai
1)
Dalam Qur’an:
a.
Yang paling mulia bukan paling
kaya.
b.
Tapi paling bertakwa dan
berbuat baik.
QS Al-Hujurat (49:13)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ
وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ
اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia,
sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.
Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang
paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Catatan.
1)
“Yang paling mulia di
sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
3.
Pemimpin harus adil
1)
Pemimpin tidak boleh:
a.
pilih kasih,
b.
korupsi,
c.
menyalahgunakan
kekuasaan.
QS An-Nisa (4:58)
۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا
الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ
تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ
كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada
yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara
manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi
pengajaran sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha
Melihat.
Catatan.
1)
“Jika menetapkan hukum
di antara manusia, hendaklah dengan adil.”
D.
Versi logika modern
1)
Dalam logika modern
a.
Masyarakat akan rusak
b.
Jika keadilan hilang.
Contoh:
1)
Ada keadilan.
a.
Orang percaya hukum.
b.
Ekonomi stabil.
c.
Warga damai
d.
Orang mau kerjakeras.
2)
Tak ada keadilan.
a.
Orang marah dan memberontak.
b.
Korupsi merajalela.
c.
Konflik social.
d.
Orang malas sebab percuma
E.
Contoh sehari-hari
1)
Di sekolah
Adil berarti:
a.
guru tak pilih kasih,
b.
semua murid dapat belajar.
2)
Di rumah
Adil berarti:
a.
Orang tua perhatian semua
anak.
3)
Di pekerjaan
Adil berarti:
a.
gaji sesuai kerja,
b.
tak korupsi,
c.
tak curang.
F.
Hubungan sila ke-5
dan Islam
1)
Sila ke-5 dekat ajaran
Islam
Karena:
a.
Islam perintah adil,
b.
bantu fakir miskin,
c.
zakat,
d.
sedekah,
e.
larangan zalimi orang.
2)
Jadi:
a.
Keadilan sosial dalam
Pancasila
b.
Sejalan dengan nilai
Qur’an.
Kesimpulan
Sila ke-5 ajarkan:
1)
tak menindas,
2)
tak curang,
3)
bantu yang lemah,
4)
bagi hak adil.
Versi Qur’an:
1.
Adil adalah perintah
Allah.
Versi logika modern:
1)
Tanpa keadilan
2)
Warga mudah rusuh
3)
Kondisi hancur.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



0 comments:
Post a Comment