Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label ALLAH ATUR REZEKI YANG SESUAI. Show all posts
Showing posts with label ALLAH ATUR REZEKI YANG SESUAI. Show all posts

Wednesday, January 28, 2026

54790. ALLAH ATUR REZEKI YANG SESUAI

 



ALLAH MENGATUR REZEKI YANG SESUAI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Dalam Islam:

1)        Rezeki tak selalu harus bertambah.

2)        Tapi bisa kurangi beban

3)        Agar hidup lebih ringan.

 

Dalam Al-Qur’an.

Konsep ini tercermin

 

Dalam ayat tentang:

 

1)        Bersyukur.

2)        Tawakal.

 

3)        Kurangi utang

4)        Kurangi beban hidup.

 

Yaitu:

1)        Rezeki tak selalu soal bertambah

2)        Kurangi beban hidup hindari riba dan utang

 

3)        Kurangi beban dengan bersyukur dan sedekah

 

4)        Kurangi beban dengan hidup sederhana

 

 

A.       Rezeki tak selalu soal bertambah

 

1)        Allah tekankan

2)        Bahwa rezeki datang dari-Nya.

 

3)         Bisa dalam banyak cara.

4)        Tak hanya uang atau harta.

 

5)        Bisa berupa sehat, ilmu, tenang hati, atau keluarga harmonis.

 

 

QS. Al-Baqarah [2]: 286


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakan dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakan. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, jangan Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan kepada kami beban yang berat seperti Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangan Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaf kami; ampuni kami; dan rahmati kami. Engkau Penolong kami, maka tolong kami terhadap kaum yang kafir".

 

Catatan.

1)        “Allah tak bebani orang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

 

2)        Artinya, hidup ini tidak selalu tentang menambah harta.

 

3)        Tapi beban hidup yang ringan

4)        Itu juga rezeki.

 

 

B.       Kurangi beban hidup dengan menghindari riba dan utang

 

 

1)        Al-Qur’an tekankan

2)        Tak menambah beban hidup dengan riba atau utang memberatkan.

 

3)        Sebab bisa menjerat secara finansial dan spiritual.

 

 

QS. Al-Baqarah [2]: 275

 

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

 

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Catatan.

1)        Hindari hal yang menambah “beban” hidup.

 

2)        Agar rezeki terasa cukup dan berkah.

 

 

C.       Kurangi beban dengan bersyukur dan sedekah

 

1)        Memberikan sedekah atau zakat

2)        Mengurangi beban hati dan hidup.

 

3)        Tak mengurangi harta.

4)        Allah berjanji rezeki dilipatgandakan:

 

QS. Al-Baqarah [2]: 261


مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 

Perumpamaan (infak yang dikeluarkan oleh) orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah serupa dengan 1 butir benih  menumbuhkan 7 bulir, pada tiap 1 bulir 100 biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

 

Catatan.

1)        Dengan sedekah.

2)        Kurangi beban serakah.

3)        Kurangi khawatir harta.

 

 

D.       Kurangi beban dengan hidup sederhana

 

1)        Al-Qur’an dorong hidup sederhana.

2)        Tak berlebihan.

 

3)        Tak terbebani utang

4)        Cegah keinginan tak habis-habis:

 

QS. Al-Furqan [25]: 67


وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

 

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan  (belanja) di tengah yang demikian.

 

Catatan.

1)        Hidup sederhana dan rendah hati .

2)        Kurangi beban pikiran dan materi.

 

Kesimpulan

 

1)        Rezeki tak selalu harus tambah secara materi.

 

2)        Kita buat hidup lebih ringan dengan:

 

a.        Menghindari riba dan utang yang memberatkan.

 

b.        Bersyukur dan bersedekah.

c.        Hidup sederhana.

d.        Tak berlebihan.

 

E.       Allah memberi rezeki dengan ukuran

 

QS Asy- Syura (42:27)


۞ وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

 

Dan jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentu mereka akan melampaui batas di bumi, tapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.

 

Tafsirnya

1.        Allah tak memberi rezeki berlebihan

 

Tafsir Ibnu Kasir

 

1)        Jika Allah memberi rezeki terlalu luas dan tanpa batas

 

2)        Kepada semua manusia.

 

 

3)        Maka sebagian besar jadi sombong.

4)        Melampaui batas.

 

5)        Berlaku zalim

6)        Serakah di bumi.

 

7)        Kelebihan harta tanpa batas

8)        Cenderung membuat lalai

 

9)         Tak taat kepada Allah

10)  Sibuk urus dunia.

 

 

2.        Allah turunkan rezeki dengan takaran tepat

 

1)        Allah memberi rezeki dengan ukuran

2)        Sesuai hikmah dan kebutuhan hamba.

 

3)        Tak sekadar kekurangan.

4)        Tapi sesuai kebutuhan terbaik

 

5)        Allah tahu keadaan hamba‑hamba‑Nya

6)        Yerbaik untuk mereka.

 

 

Pesan Utama

 

1)        Rezeki Allah tak selalu berarti bertambah banyak secara materi.

 

2)        Allah mengatur rezeki dengan ukuran terbaik

 

3)        Agar manusia tetap dalam kebaikan

4)        Tak jadi penyebab kerusakan.

 

5)        Kekurangan yang dirasakan

6)        Bentuk rahmat Allah.

 

7)        Jika berlebihan dorong jauh taat.

 

1.        Rezeki sesuai ukuran Allah

 

1)        Allah memberi rezeki sesuai kebutuhan, tak berlebihan.

 

2)        Kita harus bersyukur atas apa yang diterima

 

3)        Hal itu cukup dan tepat bagi kita.

 

4)        Contoh:

 

Gaji cukup untuk kebutuhan pokok dan ibadah.

Meskipun tak besar, tetap berkah.

 

2.        Jangan serakah

 

1)        Jika manusia diberi berlebihan, cenderung menjadi serakah, lalai ibadah, atau merusak lingkungan.

 

2)        Hikmah: Batasi keinginan dunia agar hati tidak gelisah.

 

 

3)        Contoh: Tidak membeli barang mewah yang tidak perlu hanya karena punya uang lebih.

 

3.        Hidup sederhana itu Rahmat

 

1)        Hidup tidak melampaui batas justru membuat hati tenang dan fokus pada ibadah.

 

2)        Contoh: Memilih rumah yang sederhana tapi nyaman, daripada rumah mewah tapi membebani utang.

 

 

4.        Percaya pada hikmah Allah

 

1)        Kekurangan materi bukan tanda Allah tidak sayang.

 

2)        Rezeki bisa datang dalam bentuk kesehatan, ilmu, teman baik, dan ketenangan hati.

 

 

3)        Contoh: Tidak punya mobil mewah tapi punya kesehatan dan keluarga harmonis — ini juga rezeki.

 

5.        Kurangi beban hidup

 

1)        Hindari riba, utang berlebihan, dan gaya hidup konsumtif.

 

2)        Hidup lebih ringan dan rezeki yang ada lebih berkah.

 

3)        Contoh: Membeli mobil dengan tunai atau syariah dibanding cicilan riba yang memberatkan.

 

Intinya:

1)        Rezeki bukan soal jumlah.

2)        Tapi cukup, berkah, dan seimbang hidup.

 

3)        Dengan bersyukur, hidup sederhana, dan hindari hal memberatkan.

 

4)        Bisa merasakan rezeki Allah penuh hikmah.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

7)        Meta AI

 

Bottom of Form