CARA
MELATIH BERPIKIR KRITIS VERSI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
A. Artinya
Berpikir Kritis.
Berpikir
kritis
1)
Kemampuan pakai akal
2)
Secara teliti
3)
Untuk pahami suatu masalah.
4)
Mencari bukti.
5)
Menilai alasan.
6)
Ambil kesimpulan paling kuat.
Berpikir
kritis
1)
Bukan suka membantah.
2)
Tapi berusaha cari kebenaran.
Al-Qur'an
berulang kali
Dorong
manusia untuk
1)
Berpikir.
2)
Merenung.
3)
Pakai akal.
Misalnya
1)
“Apakah kamu tak berpikir?"
(afalā ta'qilūn)
2)
“Apakah mereka tak merenungkan?"
(afalā yatadabbarūn).
B. Cara
belajar berpikir kritis
Yaitu:
1)
Bertanya "mengapa?"
2)
Mencari bukti
3)
Mendengar berbagai sudut pandang
4)
Memakai logika
5)
Bersedia mengoreksi diri
6)
Membedakan emosi dan fakta
Penjelasan.
A. Bertanya
"mengapa?"
1)
Jangan hanya menerima informasi.
2)
Tapi bertanya mengapa
Contoh:
1)
Mengapa suatu aturan dibuat?
2)
Apa tujuannya?
B. Mencari
bukti
1)
Bedakan
a. Fakta.
b. Pendapat.
c. Dugaan.
Contoh
1.
Tentang cuaca
1)
Fakta:
Hari ini turun hujan sejak pukul 14.00.
2)
Pendapat:
Hujan membuat suasana jadi lebih nyaman.
3)
Dugaan:
Besok mungkin masih akan hujan.
2.
Tentang sekolah
1)
Fakta:
Ujian mulai pukul 08.00.
2)
Pendapat:
Soal ujian kali ini cukup sulit.
3)
Dugaan:
Nilai rata-rata kelas mungkin akan lebih tinggi daripada ujian sebelumnya.
3.
Tentang Kesehatan
1)
Fakta:
Suhu tubuh pasien 38,5°C.
2)
Pendapat:
Menurut saya, pasien tampak sudah lebih segar.
3)
Dugaan:
Dokter menduga penyebab demam adalah infeksi, tapi perlu pemeriksaan
lebih lanjut.
Cara mudah bedakan
1)
Fakta
Bisa dibuktikan.
2)
Pendapat
Apa yang dipikirkan atau dirasakan seseorang.
3)
Dugaan
Perkiraan yang masih menunggu bukti.
Rumus sederhana:
1)
Fakta = Bukti.
2)
Pendapat = Penilaian.
3)
Dugaan = Perkiraan.
Dengan paham beda ini.
Kita dapat berpikir lebih kritis:
1)
Tak anggap dugaan
Sebagai fakta.
2)
Tak anggap pendapat
a.
Sebagai kebenaran mutlak
b.
Tanpa bukti.
Contoh:
1)
Tak langsung percaya berita
2)
Di media social.
3)
Sebelum cek sumbernya.
C. Mendengar
berbagai sudut pandang
1)
Pahami alasan orang yang berbeda pendapat.
2)
Ini bantu kurangi sikap fanatik.
D. Memakai
logika
1)
Tanyakan:
Apakah
kesimpulan ini
Benar
mengikuti bukti yang ada?
2)
Hindari menarik kesimpulan terlalu cepat.
E. Bersedia
mengoreksi diri
1)
Jika ada bukti lebih kuat.
2)
Maka jangan malu ubah pendapat.
6.
Membedakan emosi dan fakta
Bedanya emosi dan fakta
1)
Emosi
a.
Perasaan pribadi
b.
Respons keadaan.
c.
Bersifat berubah-ubah.
d.
Tak selalu cermin kenyataan.
e.
Contoh emosi: senang, sedih, marah, takut.
Kecewa, bangga.
2)
Fakta
a.
Hal yang benar terjadi
b.
Dapat dibuktikan.
c.
Berdasar bukti, data, pengamatan.
d.
Contoh:
1)
Air membeku pada 0 derajat Celcius pada
tekanan udara normal.
2)
Matahari terbit dari arah timur
Contoh perbedaan
1.
Nilai ujian
1)
Emosi:
"Saya sangat kecewa, karena nilai saya jelek."
2)
Fakta:
"Nilai ujian saya adalah 65."
2.
Cuaca
1)
Emosi:
"Saya senang, karena hari ini
hujan."
2)
Fakta:
"Hari ini turun hujan selama 2 jam."
3.
Pertandingan
1)
Emosi:
"Saya kesal, karena tim favorit saya kalah."
2)
Fakta:
"Skor pertandingan berakhir 1–2."
4.
Di tempat kerja
1)
Emosi:
"Saya merasa atasan tak menghargai saya."
2)
Fakta:
"Atasan tak menghadiri rapat yang saya pimpin."
Perhatikan
1)
Emosi.
Perasaan "tidak dihargai"
2)
Fakta.
Atasan tidak hadir rapat.
Memang nyata.
Cara mudah bedakan
Emosi
Ditandai kata-kata:
1)
Senang
2)
Sedih
3)
Marah
4)
Takut
5)
Kecewa
6)
Cemas
7)
Bangga
8)
Malu
Fakta
Biasanya berisi:
1)
Angka
2)
Tanggal
3)
Waktu
4)
Tempat
5)
Hasil pengamatan
6)
Data atau bukti
Ringkasnya:
1)
Emosi
a.
Apa yang kita rasakan?.
2)
Fakta
a.
Apa yang benar-benar terjadi?
b.
Dapat dibuktikan.
1)
Perasaan penting.
2)
Tapi Keputusan
3)
Sebaiknya berdasar
a.
Fakta .
b.
Pertimbangan matang.
Contoh
1.
Membeli barang
1)
Tak langsung beli, karena iklan.
2)
Bandingkan kualitas, harga, dan ulasan.
2.
Menerima berita
1)
Periksa dulu.
2)
Apakah dari sumber tepercaya.
3)
Tak langsung sebarkan
4)
Jika belum jelas benarnya.
3.
Belajar agama
1)
Membaca ayat dan penjelasan.
2)
Para ulama kompeten.
3)
Pahami konteks ayat.
4)
Tak hanya 1 potongan kalimat.
4.
Manfaat berpikir kritis
1)
Tak mudah tertipu hoaks.
2)
Mampu ambil putusan lebih baik.
3)
Lebih bijaksana
4)
cari Solusi masalah.
5.
Menghargai beda pendapat.
1)
Hargai beda pendapat.
2)
Gampang belajar.
3)
Mudah berkembang.
Singkatnya.
Berpikir
kritis
1)
Biasa bertanya.
2)
Mencari bukti.
3)
Pakai logika
4)
Siap terima kebenaran
5)
Meskipun beda pendapat sendiri.
Berpikir
kritis.
1)
Kemampuan sangat penting.
2)
Dalam
a.
Hidup.
b.
Pendidikan.
c.
Pahami ajaran agama
3)
Dengan lebih mendalam.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
tafsirq.com
3)
ChatGPT.

0 comments:
Post a Comment