MENGAPA UMAT ISLAM MUDAH DIPECAH BELAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Kenapa umat lslam
Gampang dipecah belah?
Jawaban.
1)
Umat Islam mudah terpecah
2)
Bukan Islam ajarkan perpecahan.
3)
Tapi manusia bawa perbedaan
a.
Kepentingan.
b.
Emosi.
c.
Pengetahuan.
d.
Kelompok.
e.
Cara pahami agama.
Al-Qur’an justru berkali-kali
Memerintahkan persatuan.
1)
Al-Qur’an perintahkan berpegang pada
persatuan
2)
Mengapa umat mudah terpecah?
3)
Beda pendapat dianggap permusuhan
4)
Fanatik kelompok
5)
Kurang ilmu tapi mudah menyalahkan
6)
Contoh perpecahan yang tak perlu
7)
Al-Qur’an melarang saling mencela
8)
Ego lebih besar daripada cari
kebenaran
9)
Berita bohong dan provokasi
10) Al-Qur’an jelaskan manusia punya perbedaan
Penjelasan.
1.
Al-Qur’an memerintahkan berpegang pada
persatuan
1)
QS. Ali ‘Imran (3:103)
“Berpegang teguh kamu semua pada tali Allah dan jangan kamu
bercerai-berai.”
2)
Secara prinsip.
a.
Persatuan adalah perintah.
b.
Perpecahan harus dihindari.
QS. Al-Anfal (8:46)
“Jangan kamu saling berbantahan, yang
menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu.”
(QS. Al-Anfal 8:46)
Logikanya:
1)
Jika 100 orang Bersatu
Maka kekuatan besar.
2)
Jika 100 orang saling bertengkar.
3)
Kekuatan habis konflik internal.
2.
Mengapa umat mudah terpecah?
Jawaban.
1)
Beda pendapat dianggap musuh
2)
Fanatik kelompok
3)
Kurang ilmu, tapi mudah menyalahkan
1.
Perbedaan pendapat dianggap musuh
1)
Beda pendapat tak selalu buruk.
2)
Contoh:
a.
Beda cara tentukan awal Ramadan.
b.
Beda masalah qunut
c.
Beda jumlah rakaat tarawih
d.
Beda pahami hadis.
3)
Masalah muncul
Ketika:
a.
“Pendapat saya benar”.
b.
Berubah jadi “hanya kelompok saya yang
benar.”
4)
Al-Qur’an ajarkan
5)
Kembalikan perselisihan pada Allah dan
Rasul:
“Jika kamu berselisih dalam sesuatu,
maka kembalikan pada Allah dan Rasul.”
(QS. An-Nisa’ 4:59)
2.
Fanatik kelompok
1)
Manusia secara alami.
Suka identitas kelompok.
2)
Ada:
a.
kelompok A,
b.
kelompok B,
c.
organisasi A,
d.
organisasi B,
e.
tokoh A,
f. tokoh B.
3)
Muncul pola:
“Jika tokoh saya mengatakan sesuatu,
pasti benar.”
4)
Padahal ukuran utama.
a.
Kebenaran.
b.
Bukan siapa yang berkata.
Al-Qur’an ingatkan:
QS. Al-Ma’idah (5:8)
“Jangan kebencianmu pada suatu kaum
mendorong kamu berlaku tidak adil.”
Kurang ilmu, tapi mudah menyalahkan
1)
Orang ilmunya sedikit
2)
Mudah memberikan vonis.
Contoh:
1)
Orang tahu 1 hadis
2)
Tentang suatu masalah.
3)
Dia anggap pendapat berbeda.
4)
Pasti salah.
Padahal mungkin:
a.
ada hadis lain,
b.
beda kualitas hadis,
c.
beda pahami hadis,
d.
beda konteks,
e.
beda pendapat ulama.
3)
Perbedaan ilmu
4)
Timbul beda pendapat.
3.
Ego lebih besar daripada mencari
kebenaran
1)
Salah satu penyebab terbesar.
2)
Tujuan diskusi harusnya:
“Mari mencari mana yang benar.”
3)
Tetapi berubah jadi:
“Saya harus menang.”
4)
Orang bertahan pendapat.
5)
Meskipun ada lemahnya.
Secara logika.
Pertandingan sepak bola:
1)
Bukan cari gol.
2)
Tapi membuat lawan kalah.
4.
Berita bohong dan provokasi
1)
Al-Qur’an beri prinsip penting:
“Jika datang padamu orang fasik bawa berita, maka teliti.”
(QS. Al-Hujurat 49:6)
Sangat relevan zaman media sosial.
Contoh:
1)
Orang kirim video:
“Tokoh kelompok X menghina Islam!”
2)
Orang langsung marah dan menyebarkan.
3)
Setelah diperiksa
Ternyata:
a.
video dipotong,
b.
kalimat keluar dari konteks,
c.
atau video lama.
4)
Ribuan orang bertengkar.
5)
Sebab info belum diperiksa.
3.
Al-Qur’an jelaskan manusia punya perbedaan
QS. Al-Ma’idah (5:48)
“Sekiranya Allah menghendaki, niscaya
Dia menjadikan kamu satu umat, tapi Dia hendak menguji kamu pada yang telah
diberikan-Nya padamu.”
Artinya.
1)
Perbedaan manusia.
2)
Kenyataan kehidupan.
Perbedaan:
1)
bahasa,
2)
budaya,
3)
kemampuan,
4)
pemikiran,
5)
pengalaman,
6)
pemahaman,
Tak otomatis jadi masalah.
Yang jadi masalah.
1)
Perbedaan berubah jadi benci dan
permusuhan.
4.
Contoh perpecahan tidak perlu
Contoh : Organisasi Islam
1)
Orang aktif di NU.
2)
Yang lain di Muhammadiyah.
3)
Yang lain tak ikut tertentu.
Mereka bisa kerja sama:
1)
pendidikan,
2)
kemiskinan,
3)
kesehatan,
4)
kebersihan,
5)
bantu bencana,
6)
bangun sekolah,
7)
bangun masjid.
a.
Berbeda organisasi.
b.
Tak berarti berbeda Tuhan.
5. Al-Qur’an melarang saling mencela
1)
QS. Al-Hujurat 49:11
Melarang merendahkan kelompok lain.
2)
Ini sangat penting.
3)
Jangan sampai:
“Saya berbeda dengan Anda”
4)
berubah menjadi:
“Karena Anda berbeda, Anda bodoh.”
5)
Kemudian:
“Karena Anda bodoh, Anda sesat.”
6)
Kemudian:
“Karena Anda sesat, Anda musuh.”
Konflik besar bisa dimulai.
6. Perpecahan hancurkan kekuatan umat
1)
Secara logika:
Persatuan → kerja sama → kekuatan → kemajuan.
2)
Sebaliknya:
Perpecahan → konflik → energi habis → pekerjaan terbengkalai → umat
lemah.
3)
Perpecahan tak hanya agama.
4)
Bisa sosial dan pembangunan.
8. Rumus jaga persatuan umat
Pegang 5 prinsip:
1)
Berbeda cabang
Tetap bersaudara.
2)
Berbeda pendapat
Cari dalil, bukan cari musuh.
3)
Mendengar berita
Tabayyun dahulu.
4)
Mengkritik pendapat
Jangan hina orangnya.
5)
Persamaan besar
Jangan dikalahkan perbedaan kecil.
1)
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu
bersaudara.”
(QS. Al-Hujurat 49:10)
Kesimpulan
1)
Umat Islam mudah terpecah.
2)
Bukan Al-Qur’an perintah perpecahan.
3)
Tapi manusia sering
a.
Kalahkan persaudaraan dengan ego.
b.
Fanatik.
c.
Kepentingan kelompok.
d.
Kurang ilmu.
e.
Info tidak diperiksa.
Kalimatnya.
1)
Perbedaan itu kenyataan.
2)
Persaudaraan adalah pilihan.
3)
Islam tak tuntut
4)
Semua umat jadi sama.
5)
Tapi menuntut perbedaan
6)
Tak berubah jadi permusuhan.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.
0 comments:
Post a Comment