ILMU MANUSIA DI DALAM TAK TAHU DI LUAR
LINGKARAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Al-Qur’an ajarkan
1)
Ilmu manusia itu sangat sedikit.
2)
Dibandingkan ilmu Allah
3)
Dan luasnya alam semesta.
Kesadaran ini
1)
Membuat manusia HARUS
a.
Rendah hati.
b.
Terus belajar.
c.
Tak mudah sombong.
Penjelasan.
A.
Al-Qur’an sebut ilmu manusia sedikit
(QS. Al-Isra’ 17:85)
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ
الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakan: "Ruh
itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan
sedikit".
Catatan.
2)
“Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan
melainkan sedikit.”
Ini sangat jelas.
1)
Manusia boleh jadi profesor, ilmuwan,
dokter, insinyur, atau ahli agama.
2)
Tapi dibandingkan seluruh realitas
yang Allah ciptakan.
3)
Pengetahuan manusia sangat terbatas.
B.
Ilmu Allah tidak terbatas
QS. Luqman (31:27)
وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ
شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا
نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut
(menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya,
niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Catatac.
1)
“Seandainya pohon di bumi jadi pena
dan laut jadi tinta, lalu ditambah tujuh laut lagi setelahnya, niscaya kalimat
Allah tidak akan habis.”
Gambaran
1)
Ilmu manusia = seperti satu tetes air.
2)
Ilmu Allah = tidak terbatas.
3)
Bukan ilmu manusia tak berguna.
4)
Ilmu manusia sangat berguna.
5)
Tapi jangan anggap apa yang kita ketahui
6)
Mencakup seluruh kebenaran.
C.
Luasnya alam semesta
Manusia harus rendah hati
1)
Bayangkan
Manusia tinggal di planet Bumi.
2)
Bumi
Sangat besar bagi kita.
3)
Bumi
Hanya salah 1 planet dalam tata surya.
4)
Tata surya
Bagian kecil galaksi Bima Sakti.
5)
Galaksi Bima Sakti
Punya sangat banyak bintang.
6)
Alam semesta yang dapat diamati.
Punya sangat banyak galaksi.
7)
Manusia hidup di planet kecil.
Dalam alam semesta yang luar biasa luas.
Maka logikanya:
1)
Tempat tinggal manusia.
2)
Sangat kecil dibanding alam semesta.
3)
Apakah mungkin
4)
Ilmu seluruh alam semesta sudah
lengkap?
D.
Contoh sederhana:
Manusia tak tahu isi laut
1)
Manusia punya kapal, satelit, robot
bawah laut, sonar.
2)
Punya berbagai teknologi.
3)
Tapi masih banyak bagian laut
4)
Yang belum dipahami sempurna.
5)
Di bawah permukaan laut ada:
a.
makhluk hidup belum diketahui,
b.
ekosistem kompleks,
c.
dasar laut sangat luas,
d.
proses kimia dan fisika rumit.
1)
Bumi masih menyimpan banyak rahasia.
2)
Apalagi seluruh alam semesta.
E.
Contoh tubuh manusia
1)
Tubuh manusia sederhana dari luar.
2)
Tapi dalam tubuh ada:
a.
miliaran sel,
b.
DNA,
c.
sistem saraf,
d.
otak,
e.
hormon,
f. sistem kekebalan,
g.
pembuluh darah,
h.
proses kimia sangat kompleks.
3)
Ilmu kedokteran sudah maju.
a.
Tapi manusia terus temukan hal baru.
b.
Dalam tubuhnya sendiri.
Artinya:
1)
Manusia belum pahami diri sendiri.
2)
Apalagi seluruh alam semesta.
F.
Contoh otak manusia
1)
Otak manusia
Menghasilkan ilmu.
2)
Tapi otak
Jadi objek penelitian sangat kompleks.
3)
Ini menarik logika:
a.
Alat manusia untuk tahu dunia.
b.
Yaitu otaknya
c.
Tak penuh dipahami manusia.
1)
Manusia harus berhati-hati
2)
Jika berkata :
“Saya sudah tahu semuanya.”
G.
Contoh sejarah ilmu pengetahuan
1)
Dahulu
Manusia tak tahu banyak mikroorganisme.
2)
Mikroskop berkembang.
Manusia melihat dunia mikro.
3)
Dahulu
Manusia tak tahu struktur DNA.
4)
Ilmu genetika berkembang.
Manusia paham kehidupan.
5)
Dahulu
Manusia tak tahu banyak objek di luar tata surya.
6)
Teleskop makin canggih.
Manusia temukan hal baru.
Ini bukti prinsip:
1)
Ketidaktahuan manusia
Hari ini.
2)
Bisa jadi pengetahuan baru
Besok.
H.
Ilmuwan hebat tetap terbatas
1)
Ahli fisika
Mungkin kuasai fisika.
Tapi belum tentu ahli biologi.
2)
Ahli biologi
Mungkin kuasai kehidupan.
Belum tentu ahli sejarah.
3)
Tak ada manusia
Tahu segala sesuatu.
4)
“Di atas tiap orang yang
berpengetahuan ada Yang Maha Mengetahui.”
(QS. Yusuf 12:76)
Ini pelajaran sangat dalam:
1)
Orang berilmu
Di bawah ilmu lebih tinggi.
I.
Orang berilmu harus makin rendah
hati
1)
Ada perbedaan:
“Saya tahu sesuatu.”
2)
“Saya tahu semuanya.”
a.
Yang pertama: ilmu.
b.
Yang kedua: sombong.
3)
Orang sadar terbatas ilmunya
Berkata:
a.
“Saya belum tahu.”
b.
“Mari kita pelajari.”
c.
“Mungkin saya salah.”
d.
“Saya perlu bukti.”
e.
“Allah lebih tahu.”
4)
Sikap ini
Bukti dewasa berpikir.
J.
Al-Qur’an dorong manusia berpikir
dan meneliti
1)
Rendah hati
Tak berhenti belajar.
2)
Al-Qur’an berkali-kali
Ajak manusia perhatikan:
a.
langit,
b.
bumi,
c.
pergantian siang malam,
d.
hujan,
e.
tumbuhan,
f. hewan,
g.
manusia,
h.
penciptaan alam.
Sikap Muslim
BUKAN:
1)
“Saya tidak perlu ilmu
2)
Karena Allah jelaskan semua.”
Tetapi:
1)
“Allah menciptakan alam amat luas.
2)
Saya harus terus belajar dan meneliti
dengan rendah hati.”
K.
Banyaknya ilmu buat sadar
Banyak tidak kita ketahui
Bayangkan sebuah lingkaran.
1)
Bagian dalam lingkaran
Ilmu yang kita ketahui.
2)
Bagian di luar lingkaran
Hal yang belum kita ketahui.
Kesimpulan
Pesan Al-Qur’an dan logika
1)
Allah Maha Mengetahui → manusia hanya
mengetahui sedikit → alam semesta sangat luas → kemampuan manusia terbatas → manusia
harus rendah hati dan terus belajar.
QS. Al-Isra’ 17:85
1)
Penting bentuk sikap ilmiah sekaligus
sikap rendah hati:
“Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan
melainkan sedikit.”
1)
Bukan alasan anti-sains.
2)
Justru makin rajin
a.
Cari ilmu.
b.
Hargai bukti.
c.
Terbuka dikoreksi.
d.
Tak sombong.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.

0 comments:
Post a Comment