Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label ANEH MANUSIA KECIL TAPI SOMBONG. Show all posts
Showing posts with label ANEH MANUSIA KECIL TAPI SOMBONG. Show all posts

Tuesday, September 1, 2026

60099. ANEH MANUSIA KECIL TAPI SOMBONG

 


ANEH MANUSIA LEMAH TAPI SOMBONG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Dalam Al-Qur’an dan logika.

 

1)        Manusia makhluk lemah dan kecil.

2)        Dibandingkan alam semesta.

 

3)        Tapi merasa besar, kuat, dan hebat.

4)        Ini penyakit sombong.

 

Apa buktinya manusia makhluk lemah?.

Jawaban.

 

1)        Manusia diciptakan dari sesuatu yang sangat sederhana

 

2)        Manusia sangat kecil dibandingkan alam semesta

 

3)        Mengapa makhluk kecil bisa  sombong?

 

4)        Banyak contoh sombong manusia

 

5)        Sombong terbesar: merasa tidak butuh Allah

 

6)        Iblis contoh ekstrem sombong

 

7)        Mengapa manusia tak pantas sombong?

 

8)        Manusia tak bisa hidup selamanya.

 

9)        Tapi rendah hati bukan minder

 

 

Penjelasan

 

1.        Manusia diciptakan dari sesuatu yang sangat sederhana

 

QS. An-Nisa’ 4:28

 

خُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا


“Manusia diciptakan dalam keadaan lemah.”



1)        Manusia

 

a.        Sejak lahir

b.        Tak mampu berbuat apa-apa.

 

2)        Bayi

 

a.         harus diberi makan, dimandikan, dijaga, dan dilindungi.

 

3)        Manusia tumbuh jadi kuat.

4)        Akhirnya kembali lemah:

 

“Allah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan setelah keadaan lemah itu kekuatan, kemudian Dia menjadikan setelah kekuatan itu kelemahan dan uban.”


QS. Ar-Rum 30:54

 

Logikanya:

 

1)        Manusia melewati 3 tahap:

2)        yaitu  lemah → kuat → lemah kembali.

 

 

2.        Manusia sangat kecil dibandingkan alam semesta

 

1)        Bayangkan:

2)        Manusia sekitar 1–2 meter.

 

3)        Bumi sangat besar dibandingkan manusia.

 

4)        Matahari jauh lebih besar daripada Bumi.

 

5)        Tata surya hanya bagian kecil dari galaksi Bima Sakti.

 

6)        Bima Sakti hanyalah salah satu dari sangat banyak galaksi di alam semesta.

 

7)        Al-Qur’an ingatkan:

 

 

8)        وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا


“Kamu tidak diberi pengetahuan melainkan sedikit.”


QS. Al-Isra’ 17:85

 

9)        Makin luas ilmu manusia.

 

10)  Makin sadar masih banyak yang tidak diketahuinya.

 

 

3.        Mengapa makhluk kecil bisa  sombong?

 

1)        Al-Qur’an beri gambaran:

 

2)        كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَىٰ ۝ أَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ

 


“Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia benar-benar melampaui batas karena dia melihat dirinya serba cukup.”


QS. Al-'Alaq 96:6–7

 

3)        Ini sangat menarik.

4)        Bukan manusia jadi kuat.

 

5)        Tapi lupa diri.

6)        Dari mana kekuatannya berasal.

 

Ketika punya:

1)        uang,

2)        jabatan,

 

3)        ilmu,

4)        kecantikan,

 

5)        kekuasaan,

6)        kesehatan,

7)        popularitas,

 

a.        manusia merasa “Saya tidak butuh siapa-siapa.”

 

b.        Padahal semua sementara.

 

4.        Banyak contoh sombong

 

Contoh — Orang kaya

 

1)        “Saya punya uang miliaran.

Saya bisa beli apa saja.”

 

2)        Tapi uang tak bisa beli:

 

a.        umur tambahan,

b.        kematian  tertunda,

 

c.        tenang hati,

d.        sehat sempurna.

 

3)        Al-Qur’an berikan contoh Qarun.

 

“Sesungguhnya aku diberi harta itu semata-mata karena ilmu yang ada padaku.”


QS. Al-Qashash 28:78

 

4)        Kesombongan Qarun

Membawa kehancuran.

 

Contoh  — Orang berjabatan

 

1)        “Saya pejabat.

Semua orang harus tunduk kepada saya.”

 

2)        Padahal jabatan sementara.

 

3)        Hari ini jadi pemimpin.

 

4)        Besok jadi rakyat biasa.

 

 

5)        Jabatan Amanah.

6)        Bukan bukti mulia di depan Allah.

 

Contoh — Orang berilmu

 

1)        “Saya profesor. Saya paling pintar.”

2)        Ini sombong intelektual.

 

“Di atas tiap orang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui.”


QS. Yusuf 12:76

 

3)        Artinya.

Tak ada manusia tahu segala sesuatu.

 

Contoh — Orang kuat

 

“Saya kuat. Tak ada yang mampu kalahkan saya.”

 

Padahal:

 

1)        1 virus buat tubuhnya lemah,

2)        1 kecelakaan membuat tak berdaya,

 

3)        1 penyakit butuh bantuan orang lain.

 

Kekuatan manusia sangat terbatas.

 

Contoh — Orang sehat

 

1)                Ketika sehat:

 

“Saya tak pikirkan kesehatan.”

 

2)                Ketika sakit:

“Ya Allah, sembuhkan saya.”

 

3)                Bukti bergantung pada Allah.

 

 

5.        Sombong terbesar: merasa tak butuh Allah

 

1)        Ini inti soalnya.

 

2)        Manusia sangat bergantung:

 

 

a.        Oksigen

b.        Air

 

c.        Makanan

d.        Kesehatan

 

e.        Jantung berdetak

f.  Otak bekerja

g.        Umur bertambah

 

Semua dari Allah.

 

 

3)        Manusia  berkata:

 

“Saya berhasil karena saya hebat.”

 

4)        Seharusnya:

 

a.        “Saya berusaha sebaik mungkin.

b.        Tapi keberhasilan saya

c.        Bergantung pada Allah.”

 

Pelajaran  bagi manusia.

 

Sombong mulai perbandingan:

 

1)        Saya lebih kaya.

2)        Saya lebih pintar.

 

3)        Saya lebih kuat.

4)        Saya lebih terkenal.

 

5)        Saya lebih alim.

6)        Saya lebih berkuasa.

 

7)        Saya lebih berjasa.

 

Logika mengapa manusia tidak pantas sombong?

 

Gunakan 7 pertanyaan:

 

1)        Siapa menciptakan kita?
Bukan kita sendiri.

 

2)        Siapa menentukan kita lahir dari siapa?
Bukan kita.

 

3)        Siapa menentukan kapan kita mati?
Bukan kita.

 

 

4)        Siapa memberi kemampuan berpikir?
Bukan kita sendiri.

 

5)        Siapa membuat tubuh bekerja tanpa kita sadari?
Bukan kita.

 

6)        Apakah kita tahu seluruh alam semesta?
Tidak.

 

7)        Apakah kita bisa hidup selamanya?

Tidak.

 

Secara logika:

 

1)        Makhluk tidak ciptakan dirinya.

2)        Tak kuasai hidup dan matinya sendiri.

 

3)        Ilmunya terbatas.

4)        Hidupnya sementara.

 

Tak punya alasan sombong.

 

6.        Rendah hati bukan minder

 

 

1)        Ini penting.

2)        Tawaduk ≠ merasa tidak berharga.

 

3)        Orang rendah hati boleh berkata:

“Saya mampu.”

 

4)        Tetapi tidak berkata:

“Saya paling hebat.”

 

5)        Boleh berkata:

“Saya berilmu.”

 

6)        Tetapi tidak berkata:

“Tidak ada orang yang lebih pintar daripada saya.”

 

7)        Boleh memiliki harta.

 

8)        Tetapi tidak berkata:

“Karena saya kaya, saya lebih mulia.”

 

a.        Percaya diri berkata:


“Allah memberi saya kemampuan dan saya akan memakai untuk kebaikan.”

 

b.        Sombong berkata:


“Saya hebat karena tidak butuh siapa pun.”

 

Kesimpulan

 

1)        Manusia itu kecil

 

a.        Secara ukuran.

b.        Terbatas ilmu.

 

c.        Lemah fisik.

d.        Pendek umur.

 

Sangat bergantung pada banyak hal.

 

Namun manusia jadi sombong

Karena:

 

1)        sedikit harta → merasa besar

2)        sedikit ilmu → merasa paling tahu

 

3)        sedikit jabatan → merasa berkuasa

4)        sedikit kecantikan → merasa paling menarik

 

5)        sedikit kekuatan → merasa tidak terkalahkan

6)        sedikit pengikut → merasa paling benar.

 

Al-Qur’an ajarkan:

 

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا


“Jangan kamu berjalan di bumi dengan sombong.”


QS. Al-Isra’ 17:37

 

Kalimatnya:

 

1)                Manusia hanya setitik kecil di alam semesta.

Tapi merasa sebesar alam semesta.

 

2)                Ilmunya sedikit.

Tapi merasa paling tahu.

 

3)                Hartanya sementara.

Tapi merasa paling kaya.

 

4)                Jabatan sebentar.

Tapi  merasa paling berkuasa.

 

5)                Hidupnya bergantung pada Allah.

Tapi seolah-olah tidak butuh Allah.

 

 

a.        Orang makin pintar, kaya, kuat, dan berhasil

 

b.        Harus makin rendah hati.

c.        Makin sadar

 

d.        Betapa amat luas alam semesta

e.        Betapa amat kecil dirinya.

 

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.

 

 

 

 

Bottom of Form