MENGAPA
QURAN TIAP ZAMAN DIPAHAMI BERBEDA
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Kenapa
Quran tiap zaman
Bisa
dipahami berbeda?
Jawaban.
1)
Al-Qur'an teksnya tetap.
2)
Tapi pemahaman manusia
3)
Bisa berkembang
4)
Pada tiap zaman.
Hal itu wajar
Karena
1)
Manusia.
2)
Ilmu pengetahuan.
3)
Bahasa.
4)
Masalah hidup
a.
Terus berubah.
b.
Dari zaman ke zaman
Kenapa
Quran tiap zaman
Bisa
dipahami berbeda?
Jawaban.
1)
Al-Qur'an tetap, manusia yang berubah
2)
Ada ayat Quran maknanya sangat jelas, tapi
ada yang perlu penafsiran
3)
Masalah zaman berubah
4)
Bahasa punya kemungkinan makna
5)
Ilmu manusia bertambah
6)
Ada beda prinsip dan penerapan
7)
Tapi tak semua tafsir baru otomatis benar
Penjelasan.
1.
Al-Qur'an tetap, manusia yang berubah
Contoh
QS.
Ar-Rahman (55:5)
الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.
Catatan.
1)
“Matahari dan bulan beredar menurut
perhitungan.”
1)
Ayatnya
a.
Sejak
1.400 tahun lalu
b.
Tak berubah.
2)
Tapi ilmu astronomi berkembang.
a.
Penjelasan gerak benda langit .
b.
Jadi lebih rinci.
1)
Teks tetap
2)
Ilmu manusia berkembang.
3)
Penjelasan bisa bertambah.
2.
Ada ayat Quran maknanya sangat jelas, tapi
ada yang perlu penafsiran
1)
Al-Qur'an bedakan ayat:
a.
Muhkamat:
Maknanya pokok dan jelas.
b.
Mutasyabihat:
Perlu hati-hati memahami.
QS.
Ali Imran (3:7)
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ
الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ
فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ
تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي
الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ
إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
Dia menurunkan Kitab (Al
Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itu pokok
isi Al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang
dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat
mutasyaabihaat untuk menimbulkan fitnah mencari takwilnya, padahal tidak ada
yang tahu takwilnya melainkan Allah. Dan orang mendalam ilmunya berkata:
"Kami beriman kepada ayat mutasyaabihaat, semua dari sisi Tuhan
kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (darinya) melainkan orang
berakal.
Catatan.
1)
Ada ayat muhkamat dan mutasyabihat
2)
Tak semua ayat Quran.
3)
Bisa ditafsirkan
4)
Dengan kepastian sama.
Contoh
1)
Jangan berbuat zalim.
2)
Prinsipnya berlaku sepanjang zaman.
Tetapi
bentuk zalim.
Bisa
berbeda
Dalam
1)
Bank digital.
2)
Media social.
3)
Kecerdasan buatan.
4)
Teknologi modern
a.
Manusia perlu ijtihad.
b.
Menerapkan prinsip itu.
3.
Masalah zaman berubah
Pada
zaman Nabi
Belum
ada:
1)
internet;
2)
media sosial;
3)
mobil;
4)
transaksi digital;
5)
kecerdasan buatan;
6)
transplantasi organ.
a.
Al-Qur'an tak sebut nama.
b.
Semua teknologi.
1)
Al-Qur'an beri prinsip umum.
2)
Manusia pakai akal dan ilmu.
3)
Untuk menerapkan.
Contoh:
Prinsip:
1)
Jangan sebarkan berita
2)
Tanpa cek benarnya.
QS.
Al-Hujurat (49:6)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ
جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ
فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik
membawa suatu berita, maka periksan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu
musibah kepada suatu kaum tanpa tahu keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal
atas perbuatanmu.
Catatan.
1)
Dulu
Berita dari mulut ke mulut.
2)
Sekarang
WhatsApp, TikTok, Facebook,
YouTube.
a.
Ayat Quran sama.
b.
Tapi penerapan berkembang.
4.
Bahasa punya kemungkinan makna
Bahasa
Arab punya:
1)
makna asli kata;
2)
konteks kalimat;
3)
majas;
4)
penggunaan bahasa masa tertentu.
a.
Para ulama bisa beda pendapat.
b.
Pahami sebagian ayat.
Contoh
1)
Hanya 1 kata
2)
Bisa beberapa makna.
Para
mufasir meneliti:
1)
bahasa + ayat lain + hadis + sebab
turunnya ayat + konteks sejarah.
Perbedaan
tafsir
1)
Tak selalu sengaja.
2)
Putar balik ayat Al-Qur'an.
5.
Ilmu manusia bertambah
Dulu
ulama tidak punya:
1)
teknologi modern;
2)
ilmu genetika;
3)
satelit;
4)
komputer;
5)
ilmu sosial modern.
Ilmu
baru
a.
Bantu melihat terapan ayat.
b.
Dari sudut baru.
Tapi
harus hati-hati:
1)
Tak paksakan
2)
Tiap penemuan sains.
3)
Cocok dengan Al-Qur'an.
Yang
lebih benar:
Al-Qur'an
BUKAN buku
1)
Fisika.
2)
Biologi.
Tapi Quran.
1)
Kitab petunjuk
2)
Arahkan manusia pakai ilmu.
6.
Ada perbedaan prinsip dan penerapan
Prinsip
Al-Qur'an:
1)
Berlaku tetap.
Contoh
prinsip:
1)
jujur;
2)
adil;
3)
dilarang zalim;
4)
menjaga harta;
5)
jaga kehormatan;
6)
tanggung jawab.
Penerapan:
1)
Bisa berubah sesuai zaman.
Contoh:
1)
Dulu
Pencurian mengambil emas.
2)
Sekarang
a.
mencuri uang digital;
b.
membobol akun;
c.
penipuan online;
d.
pencuri identitas.
1)
Hukum moral tetap.
2)
Bentuk masalah berubah.
7.
Tapi tak semua tafsir baru otomatis benar
Ada
batasnya.
Tafsir
TIDAK boleh:
1)
bertentangan dengan bahasa Arab yang
benar;
2)
bertentangan ayat Al-Qur'an yang jelas;
3)
abaikan hadis sahih;
4)
ubah makna hanya agar cocok dengan
keinginan zaman;
5)
paksakan teori sains belum pasti.
Jadi
BUKAN berarti:
1)
“Tiap zaman bebas membuat Islam baru.”
Yang
benar:
1)
Teks wahyu Quran tetap.
2)
Manusia berusaha pahami dan menerapkan
3)
Dlam masalah baru.
Kesimpulan
1)
Al-Qur'an tidak berubah.
2)
Wahyu tidak berubah.
3)
Manusia berubah.
4)
Masalah berubah.
5)
Ilmu berkembang.
Prinsip
Al-Qur'an tetap.
1)
Pemahaman dan penerapan.
2)
Bisa berkembang
3)
Sesuai kemampuan ilmu manusia
4)
Dan tantangan zaman.
Tafsir
Al-Qur'an.
Bisa
berbeda
1)
Ulama klasik
2)
Ulama modern.
Tak berarti Al-Qur'an berubah.
a.
Quran tetap
b.
Pemahaman manusia bisa berubah
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.

.bmp)

.bmp)
.bmp)
0 comments:
Post a Comment