PANDUAN HADAPI BANYAK KELOMPOK ISLAM
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Bagaimana cara hadapi
Banyak kelompok lslam?
Jawaban.
1)
Al-Qur’an TAK ajarkan.
a.
Umat Islam jadi 1 kelompok.
b.
Dengan hapus semua perbedaan.
2)
Tapi ajarkan
3)
Agar perbedaan
4)
Tak berubah jadi
a.
Permusuhan.
b.
Saling merendahkan.
c.
Perpecahan.
Cara hadapi bayak kelolpk
Yaitu:
1)
Belajar sejarah Nabi Muhammad satukan
kaum Muhajirin dan Ansar.
2)
Al-Qur’an ingatkan bahaya
terpecah-belah
3)
Al-Qur’an akui adanya perbedaan
4)
Cara hadapi perbedaan.
Penjelasan
A.
Nabi Muhammad ﷺ berhasil satukan
Muhajirin dan Ansar
1)
Sebelum Islam.
a.
Warga Madinah
b.
Punya banyak kelompok
c.
Dengan sejarah perselisihan.
2)
Nabi Muhammad
Hijrah dari Mekah tiba di Madinah.
3)
Nabi bangun persaudaraan:
a.
Muhajirin:
Kaum Muslim hijrah dari Makkah.
b.
Ansar:
Kaum Muslim Madinah menolong kaum
Muhajirin.
QS. Al-Hujurat 49:10
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu
damaikan kedua saudaramu itu dan takutlah pada Allah, supaya kamu mendapat rahmat
Catatan.
1)
“Sesungguhnya orang-orang mukmin
bersaudara.”
2)
Dasar persatuan Nabi.
a.
Bukan semua orang
b.
Harus punya pendapat sama.
3)
Tapi bersaudara dalam
a.
Iman dan akidah.
b.
Kerja sama dalam kebaikan.
B.
Al-Qur’an ingatkan bahaya
terpecah-belah
1)
“Dan berpegang teguh kamu semua pada
tali Allah, dan jangan bercerai-berai.”
QS. Ali 'Imran 3:103
2)
Ini sangat penting.
Beda pendapat ≠ pasti berpecah.
3)
Yang berbahaya:
a.
beda pendapat
b.
merasa kelompok sendiri paling benar.
c.
menghina kelompok lain
d.
bermusuhan
e.
umat jadi lemah.
3. Al-Qur’an akui ada perbedaan
1)
“Sekiranya Allah menghendaki, niscaya
Dia menjadikan kamu satu umat, tapi Dia hendak menguji kamu pada karunia yang
diberikan-Nya kepadamu. Maka berlomba dalam kebajikan.”
QS. Al-Ma'idah 5:48
2)
Artinya.
Manusia memang punya perbedaan.
1)
Tujuan kita BUKAN:
“Bagaimana membuat semua orang sama?”
2)
Tetapi:
a.
“Bagaimana orang berbeda.
b.
Bisa hidup rukun
c.
Berlomba dalam kebaikan?”
C.
4. Banyak kelompok Islam:
bagaimana menyikapinya?
Misalnya ada:
1)
NU
2)
Muhammadiyah
3)
Persis
4)
kelompok salafi
5)
berbagai pesantren
6)
berbagai mazhab fikih
7)
berbagai organisasi dakwah
8)
kelompok beda politik
Caraanya.
1)
Pahami perbedaan
a.
Prinsip.
b.
Cabang.
Contoh:
Bedaan dalam:
1)
qunut atau tidak qunut
2)
posisi tangan ketika salat
3)
jumlah rakaat tarawih
4)
metode menentukan awal Ramadan
5)
beberapa masalah fikih
Salah jika berkata:
1)
“Kamu bukan saudara saya.”
D.
Prinsip Nabi:
Satukan hal lebih besar
1)
Kaum Muhajirin dan Ansar
a.
Punya beda kebiasaan
b.
Punya beda pengalaman.
2)
Nabi satukan mereka
Pada tujuan lebih besar:
a.
Tauhid.
b.
Persaudaraan.
c.
Keadilan.
d.
Saling menolong.
e.
Membangun masyarakat.
E.
Penerapan zaman sekarang.
1)
Misalnya NU dan Muhammadiyah
Beda beberapa masalah fikih.
2)
Tapi bisa bersama:
a.
mendidik anak
b.
berantas kebodohan
c.
bantu fakir miskin
d.
bangun sekolah
e.
bantu korban bencana
f. jaga masjid
g.
jaga persatuan bangsa
h.
melawan korupsi
i. tingkatkan kesehatan.
3)
Perbedaan fikih
Tak halangi kerja sama sosial.
F.
Tak jadikan organisasi sebagai
agama
1)
Ini prinsip sangat penting.
2)
Islam adalah agama.
3)
Organisasi Islam
a.
Sarana manusia
b.
Untuk aktivitas keislaman.
1)
Jangan sampai:
“Saya anggota organisasi X”
2)
berubah jadi:
“Hanya kelompok saya yang Islam.”
3)
Itu berbahaya.
4)
Kelompok ormas
Hanya kendaraan.
5)
Tujuannya tetap
a.
Islam.
b.
Kebaikan manusia.
Logikanya
Bayangkan Rumah Sakit.
Ada:
1)
dokter
2)
perawat
3)
apoteker
4)
petugas lab
5)
administrasi
6)
petugas kebersihan.
a.
Mereka beda pekerjaan.
b.
Tapi semua punya tujuan:
c.
menolong pasien.
1)
Kalau dokter berkata:
“Saya paling penting.”
2)
Perawat berkata:
“Tidak, saya paling penting.”
3)
Apoteker berkata:
“Semua harus mengikuti saya.”
4)
Rumah sakit kacau.
Demikian pula umat Islam.
1)
Tak masalahg.
2)
Beda fungsi dan cara .
3)
Tapi tujuan besarnya sama.
Contoh 1: Masjid
1)
Orang A biasa qunut.
2)
Orang B tidak qunut.
3)
Keduanya tetap salat berjamaah.
Jangan sampai:
1)
qunut → saling mengejek → masjid
terpecah.
Contoh 2: Ramadan
Metode hisab dan rukyat.
1)
Perbedaan dibahas dengan ilmu.
Tapi jangan sampai:
1)
“Hari puasamu beda.
2)
Maka kamu bukan saudara saya.”
Contoh 3: Politik
1)
Ini sangat berbahaya.
2)
Orang Islam bisa beda pilihan politik.
3)
A memilih calon A.
4)
B memilih calon B.
Pemilu selesai.
Mereka tetap:
1)
Tetangga.
2)
Saudara.
3)
Teman.
4)
Sesama warga negara.
5)
Jangan ubah beda pilihan politik
Jadi musuh agama.
9. Al-Qur’an melarang saling merendahkan
Allah berfirman:
“Janganlah suatu kaum mengolok-olok
kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka.”
QS. Al-Hujurat 49:11
Relevan dengan media sosial.
Jangan membuat:
1)
video hina kelompok lain
2)
meme hina ulama
3)
komentar kasar
4)
sebar potongan ceramah permalukan
orang
5)
beri label buruk tanpa ilmu.
a.
Boleh, kritik pendapat
b.
Jangan, hina manusia.
10. Kalau ada kelompok menurut kita salah?
1)
Tidak berarti harus dimusuhi.
2)
Gunakan cara:
ilmu → dialog → nasihat → bukti → kesabaran.
3)
Allah berfirman:
“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran baik, dan berdebat
dengan cara baik.”
QS. An-Nahl 16:125
1)
Jadi, kalau tidak setuju:
❌ “Kamu sesat!”
2)
lebih baik:
✅ “Saya pahami
masalah ini beda. Dalil yang saya pahami adalah…”
3)
Dialog yang baik
4)
Masih mungkin terjadi.
11. Persatuan bukan semua harus sama
1)
Ini kesalahan sering terjadi.
2)
Persatuan ≠ keseragaman.
3)
Contoh:
Dalam sepak bola ada:
a.
penjaga gawang
b.
bek
c.
gelandang
d.
penyerang.
4)
Tak melakukan pekerjaan sama.
5)
Tapi semuanya bermain untuk 1 tim.
Begitu juga umat Islam.
1)
Boleh beda banyak personal.
2)
Tapi jangan hilang persaudaraan
3)
Tujuan bersama.
12. Apa yang harus dilakukan masyarakat?
Prinsip sederhana:
1)
“Berbeda dalam cabang.
Bersatu dalam pokok.
2)
Berbeda pendapat.
Tetap bersaudara.”
Praktiknya:
1)
Belajar Al-Qur'an dan hadis.
2)
Kenali beda fikih dengan baik.
3)
Tak mudah mengkafirkan
4)
Tak mudah menyesatkan.
5)
Tak hina ulama lain.
6)
Tak hina kelompok lain.
7)
Boleh ikut organisasi berbeda.
8)
Boleh ikut partai politik berbeda.
9)
Tetap bekerja sama dalam kebaikan.
10) Utamakan masalah umat lebih besar.
11) Gunakan dialog jika ada perbedaan.
12) Jangan biarkan kelompok
Jadi lebih penting daripada saudara Islam.
13. Pelajaran terbesar Muhajirin dan Ansar
Pelajaran sangat indah.
1)
Muhajirin datang ke Madinah
Kehilangan banyak hal.
2)
Ansar menerima mereka.
Allah memuji sikap Ansar:
3)
“Mereka mencintai orang berhijrah dan
tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan pada
mereka...”
QS. Al-Hasyr 59:9
4)
Nabi Muhammad ﷺ tak bangun umat
Dengan mengatakan:
“Kelompok saya harus menang.”
Tetapi dengan membangun:
1)
persaudaraan, saling menolong,
keadilan, ilmu, akhlak dan tujuan bersama.
Kesimpulan
1)
Banyak kelompok
Tak otomatis masalah.
Yang jadi masalah:
1)
kelompok → fanatik → merasa paling
benar → hina kelompok lain → bermusuhan → umat terpecah.
Sebaliknya:
1)
kelompok → beda pendapat → saling
hormati → berlomba dalam kebaikan → bekerja sama → umat kuat.
Teladan Nabi Muhammad ﷺ kepada
Muhajirin dan Ansar
Relevan umat Islam sekarang:
1)
Tak paksa semua orang jadi sama.
2)
Tapi satukan pada iman, persaudaraan,
keadilan, dan kerja sama kebaikan.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.

0 comments:
Post a Comment