Wednesday, August 26, 2026

60053. MENGAPA MANUSIA DITAKUTI NERAKA

 


MENGAPA MANUSIA DITAKUTI NERAKA DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Dalam Quran.

Manusia ditakuti neraka

 

1)        Tak hanya untuk menakuti.

2)        Tapi juga peringatan

 

3)        Agar manusia sadar

4)        Tiap perbuatan punya akibat.

 

Ada 2 pendekatan Qura.

Yaitu:

1)        Takut pada hukuman

2)        Berharap pada rahmat Allah.

 

Penjelasan.

 

A.       Al-Qur’an memberi peringatan tentang neraka

 

QS. At-Tahrim (66:6)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

 

Hai orang-orang beriman, jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

 

Catatan.

 

1)        “Pelihara dirimu dan keluargamu dari api neraka...”

 

QS. Al-Baqarah (2:24)

 

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

 

Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) -- dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), pelihara dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

 

 

Catatan.

 

1)        “Maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu...”

2)        Artinya.

 

a.        Manusia diberi tahu sejak awal.

b.        Kejahatan punya konsekuensi.

 

 

B.       Mengapa harus ditakuti?

 

Jawaban.

 

1)        Manusia cenderung cari senang instan.

2)        Manusia ingin serba cepat.

 

Contoh

1)        Orang tahu merokok berbahaya.

Tapi tetap merokok.

 

2)        Orang tahu korupsi salah.

Tapi tergoda uang.

 

3)        Orang tahu berzina merusak keluarga.

Tapi ikuti hawa nafsu.

 

4)        Orang tahu mencuri merugikan orang lain.

Tapi tetap melakukannya.

 

5)        Orang tahu marah berlebihan merusak hubungan.

Tapi sulit kendalikan diri.

 

a.        Maka perlu peringatan kuat .

b.        Agar manusia berhenti

c.        Sebelum berbuat jahat.

 

C.       Logika seperti rambu lalu lintas

 

1)        Di jalan ada tulisan:

“AWAS JURANG!”

 

2)        Mengapa pakai kata “awas”?

Karena bahayanya serius.

 

3)        Demikian pula neraka.

 

4)        Peringatan neraka

Seperti rambu keselamatan moral:

 

 

“Jangan lakukan ini, karena akibatnya sangat berat.”

 

5)        Jika tak ada peringatan.

 

a.        Manusia anggap semua perbuatan

b.        Bebas dilakukan.

 

 

D.       Neraka juga menunjukkan keadilan

 

Bayangkan 2 orang:

 

1)        Orang ke-1

a.        Sepanjang hidupnya menolong.

b.        Jujur.

 

c.        Adil

d.        Menjaga hak orang lain.

 

2)        Orang ke-2.

a.        Menipu.

b.        Menzalimi.

 

c.        Membunuh.

d.        Merampas hak orang lain

e.        Tak pernah bertobat.

 

Jika akhirnya  2 orang itu.

Mendapat hasil sama.

 

1)        Manusia akan bertanya:

“Di mana keadilannya?”

 

Konsep akhirat dan neraka

 

1)        Keadilan Allah

2)        Tak berhenti

3)        Pada hidup dunia.

 

QS. Al-Qalam (68:35)

 

“Apakah Kami akan menjadikan orang Muslim itu sama dengan orang berdosa?”

 

E.       Al-Qur’an tak hanya menakuti

 

1)        Ini penting.

 

2)        Al-Qur’an selalu beri seimbang

 

a.         Khauf (takut)

b.        Raja’ (harap).

 

 QS. Az-Zumar (39:53)

“Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.”



1)        Jadi pesannya BUKAN:

“Kamu pasti masuk neraka.”

 

2)        Tetapi:

 

a.        “Jangan hidup sembarangan.

b.        Ada tanggung jawab.

 

c.        Tapi selama masih hidup.

d.        Tintu taubat dan rahmat Allah terbuka.”

 

Contoh Pendidikan

 

1)        Guru tidak hanya berkata:

 

“Kalau rajin belajar, kamu dapat nilai bagus.”

 

2)        Kadang guru juga mengatakan:

“Kalau tidak belajar, kamu bisa tidak lulus.”

 

3)        Mengapa?

 

Karena manusia termotivasi 2 hal:

a.        Dapat yang baik

b.        Hindari yang buruk.

 

Al-Qur’an sebut surga dan neraka.

 

 Contoh

 

1)        Api:

 

a.        Kita tidak menyentuh api

b.        Tahu akibatnya terbakar.

 

2)        Listrik:

 

a.        Kita tak sembarang pegang kabel

b.        Tahu akibatnya.

 

 

3)        Jalan raya:

a.        Kita berhenti ketika lampu merah

b.        Tahu risiko kecelakaan.

 

4)        Hukum negara:

 

a.        Orang takut hukuman penjara .

b.        Berpikir sebelum berbuat jahat.

 

5)        Akhirat:

 

a.        Orang beriman lihat akhirat .

b.        Sebelum berbuat dosa.

 

Rasa takut

Jadi alat pengendali diri.

 

F.        Takut baik dan takut buruk

 

1)        Takut yang baik:

 

“Saya takut neraka, maka saya berhenti mencuri.”

 

2)        “Saya takut azab Allah, maka saya tidak menzalimi orang.”

 

3)        “Saya takut tanggung jawab akhirat, maka saya mengembalikan uang yang bukan hak saya.”

 

 

4)        Ini hasilkan perbaikan perilaku.

 

Takut yang buruk:

 

1)        “Saya sudah banyak dosa, pasti tidak akan diampuni.”

 

2)        Ini justru bertentangan dengan harapan kepada rahmat Allah.

 

Kesimpulan

 

1)        Neraka dalam Al-Qur’an.

2)        Berupa peringatan.

3)        Tak sekadar ancaman.

 

Logikanya

 

1)        Bahaya → diberi peringatan → manusia berpikir → menghindari kejahatan → hidup lebih baik.

 

Al-Qur’an pakai 2 sayap

Bagi pendidikan manusia:

 

1)        Takut kepada neraka

Meninggalkan keburukan.

 

2)        Berharap kepada surga dan rahmat Allah Mengejar kebaikan.

 

3)        Manusia ideal

 

a.        Tak hanya takut neraka.

b.        Tapi juga cinta Allah.

 

c.        Mengharap rahmat-Nya.

d.        Berbuat baik.

e.        Menjauhi kezaliman.

 

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.

 

Bottom of Form

 

0 comments:

Post a Comment