MENGAPA
PIMPINAN TIDAK SUKA DIKRITIK
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Kenapa
pimpinan cenderung
Tak
mau dikritik?
Jawaban.
1)
Pimpinan cenderung tak suka dikritik.
2)
Disebabkan beberapa hal.
a.
Manusiawi
b.
Struktural.
Tetapi
pimpinan yang baik.
1)
Justru butuh kritik.
2)
Agar keputusan tak salah.
Factor
pimpinan tak mau dikritik
Yaitu:
1)
Ego dan harga diri
2)
Takut hilang wibawa
3)
Terbiasa dipuji
4)
Kritik kadang disampaikan dengan buruk
5)
Pemimpin takut hilang control
6)
Ada budaya organisasi yang salah
Penjelasan.
1.
Ego dan harga diri
1)
Ketika orang jadi pemimpin.
2)
Kritik pada keputusannya.
3)
Terkadang seperti serangan pada dirinya.
Contoh:
1)
“Program ini kurang efektif”
a.
Bisa dianggap “Saya pemimpin yang tidak
mampu.”
1)
Padahal yang dikritik harus kebijakan.
2)
Bukan harga diri orangnya.
2.
Takut hilang wibawa
1)
Ada pemimpin berpikir:
a.
“Jika saya terlalu menerima kritik.
b.
Maka bawahan anggap saya lemah.”
a.
Padahal menerima kritik
b.
Bukan berarti lemah.
c.
Mampu akui salah.
d.
Bukti dewasa.
3.
Terbiasa dipuji
1)
Makin tinggi jabatan.
2)
Makin sedikit orang
3)
Yang berani berkata jujur.
Akibatnya:
1)
Bawahan takut
Hanya memuji
2)
Pemimpin merasa semua baik
Kesalahan tidak terlihat.
3)
Ini berbahaya.
4.
Kritik kadang memang disampaikan dengan
buruk
1)
Tidak semua kritik benar.
2)
Tak semua kritik
3)
Disampaikan dengan sopan.
Misalnya:
1)
“Bapak memang tidak becus memimpin!”
2)
Lebih baik:
a.
“Menurut saya, keputusan ini punya risiko.
b.
Bagaimana alternatif ini dipertimbangkan?”
3)
Kritik berisi
a.
Data.
b.
Alasan.
c.
Solusi
4)
Mudah
diterima.
5.
Pemimpin takut hilang control
1)
Pemimpin terlalu kendalikan keadaan.
2)
Bisa anggap
3)
Orang banyak bertanya
4)
Sebagai pembangkang.
Dalam organisasi
sehat:
1)
bertanya ≠ membangkang
2)
beda pendapat ≠ tidak loyal
3)
kritik kebijakan ≠ benci pemimpin
6.
Ada budaya organisasi yang salah
1)
Jika bawahan selalu dihukum.
Jika beda pendapat.
2)
Maka mereka belajar:
“Lebih aman diam daripada
jujur.”
3)
Akibatnya
a.
Pimpinan hilang info benar.
b.
Yang sangat penting.
Dalam Al-Qur'an
1)
Al-Qur'an ajarkan musyawarah.
2)
Bukan pemimpin anti-kritik.
QS Ali
'Imran 3:159
1)
Perintah Nabi ﷺ untuk musyawarah
2)
Dengan para sahabat
3)
Dalam urusan tertentu.
Prinsipnya:
1)
Pemimpin.
2)
Mendengar.
3)
Mempertimbangkan
4)
Ambil Keputusan
5)
Tawakal.
Bukan:
1)
Pemimpin selalu benar.
2)
Bawahan harus diam.
Allah memuji
orang
1)
Mendengar berbagai perkataan.
2)
Lalu mengikuti yang terbaik:
3)
QS Az-Zumar 39:18.
Artinya.
1)
Pemimpin dengar berbagai pendapat.
2)
Bagian sikap terpuji.
Tetapi
bawahan
Punya
kewajiban
Kritik
yang baik
1)
Benar, bukan fitnah.
2)
Berdasar fakta.
3)
Tak sekadar prasangka.
4)
Sopan, tak menghina.
5)
Bahas masalah.
6)
Tak serang pribadi.
7)
Beri Solusi, jika mungkin.
8)
Dilakukan pada tempat tepat.
9)
Terutama hal sensitif.
Rumus
sederhana
Pemimpin
sehat:
1)
“Saya mungkin salah.
2)
Tolong tunjukkan kalau ada kesalahan.”
Bawahan
sehat:
1)
“Saya hormati pimpinan.
2)
Tapi jika ada kebijakan
3)
Yang menurut saya keliru.
4)
Saya sampaikan dengan sopan.”
Kesimpulan.
Pemimpin
1)
Tak
pernah dikritik .
2)
Belum tentu hebat.
3)
Mungkin orang takut bicara.
Pemimpin
kuat
1)
Bukan selalu menang debat.
2)
Tapi mampu mendengar kritik
3)
Tanpa hilang wibawa.
4)
Mampu perbaiki kesalahan
5)
Tak merasa harga dirinya jatuh.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.

0 comments:
Post a Comment