Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label MENGAPA PIMPINAN TAK SUKA DIKRITIK. Show all posts
Showing posts with label MENGAPA PIMPINAN TAK SUKA DIKRITIK. Show all posts

Tuesday, August 11, 2026

55931. MENGAPA PIMPINAN TAK SUKA DIKRITIK

 


MENGAPA PIMPINAN TIDAK SUKA DIKRITIK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Kenapa pimpinan cenderung

Tak mau dikritik?


Jawaban.

 

1)        Pimpinan cenderung tak suka dikritik.

 

2)        Disebabkan beberapa hal.

 

a.         Manusiawi

b.        Struktural.

 

Tetapi pimpinan yang baik.

 

1)        Justru butuh kritik.

2)        Agar keputusan tak salah.

 

Factor pimpinan tak mau dikritik

Yaitu:

 

1)        Ego dan harga diri

2)        Takut hilang wibawa

 

3)        Terbiasa dipuji

4)        Kritik kadang disampaikan dengan buruk

 

5)        Pemimpin takut hilang control

6)        Ada budaya organisasi yang salah

 

Penjelasan.

 

1.        Ego dan harga diri

 

1)        Ketika orang jadi pemimpin.

2)        Kritik pada keputusannya.

3)        Terkadang seperti serangan pada  dirinya.

 

Contoh:

 

1)        “Program ini kurang efektif”

 

a.        Bisa dianggap “Saya pemimpin yang tidak mampu.”

 

1)        Padahal yang dikritik harus kebijakan.

2)        Bukan harga diri orangnya.

 

2.        Takut hilang wibawa

 

1)        Ada pemimpin berpikir:

 

a.        “Jika saya terlalu menerima kritik.

b.        Maka bawahan anggap saya lemah.”

a.                Padahal menerima kritik

b.                Bukan berarti lemah.

c.                Mampu akui salah.

d.                Bukti dewasa.

 

3.        Terbiasa dipuji

 

1)        Makin tinggi jabatan.

2)        Makin sedikit orang

3)        Yang  berani berkata jujur.

 

Akibatnya:

 

1)        Bawahan takut

Hanya memuji

 

2)        Pemimpin merasa semua baik

Kesalahan tidak terlihat.

 

3)        Ini berbahaya.

 

4.        Kritik kadang memang disampaikan dengan buruk

 

1)        Tidak semua kritik benar.

2)        Tak semua kritik

3)        Disampaikan dengan sopan.

 

Misalnya:

 

1)        “Bapak memang tidak becus memimpin!”

 

2)        Lebih baik:

 

a.        “Menurut saya, keputusan ini punya risiko.

 

b.        Bagaimana alternatif ini dipertimbangkan?”

 

3)        Kritik berisi

 

a.         Data.

b.        Alasan.

c.        Solusi

 

4)         Mudah diterima.

 

5.        Pemimpin takut hilang control

 

1)        Pemimpin terlalu kendalikan keadaan.

2)        Bisa anggap

 

3)        Orang banyak bertanya

4)        Sebagai pembangkang.

 

Dalam organisasi sehat:

 

1)        bertanya ≠ membangkang

2)        beda pendapat ≠ tidak loyal

3)        kritik kebijakan ≠ benci pemimpin

 

6.        Ada budaya organisasi yang salah

 

1)        Jika bawahan selalu dihukum.

Jika beda pendapat.

 

2)        Maka mereka belajar:

“Lebih aman diam daripada jujur.”

 

3)        Akibatnya

 

a.        Pimpinan hilang info benar.

b.        Yang sangat penting.

 

Dalam Al-Qur'an

 

1)        Al-Qur'an ajarkan musyawarah.

2)        Bukan pemimpin anti-kritik.

 

QS Ali 'Imran 3:159

 

1)        Perintah Nabi ﷺ untuk musyawarah

2)        Dengan para sahabat

3)        Dalam urusan tertentu.

 

Prinsipnya:

 

1)        Pemimpin.

2)        Mendengar.

 

3)        Mempertimbangkan

4)        Ambil Keputusan

5)        Tawakal.

 

Bukan:

 

1)        Pemimpin selalu benar.

2)        Bawahan harus diam.

 

Allah memuji orang

 

1)        Mendengar berbagai perkataan.

2)        Lalu mengikuti yang terbaik:

 

3)        QS Az-Zumar 39:18.

Artinya.

1)        Pemimpin dengar berbagai pendapat.

2)        Bagian sikap terpuji.

 

Tetapi bawahan

Punya kewajiban

 

Kritik yang baik

 

1)        Benar, bukan fitnah.

2)        Berdasar fakta.

3)        Tak sekadar prasangka.

 

4)        Sopan, tak menghina.

5)        Bahas masalah.

6)        Tak serang pribadi.

 

7)        Beri Solusi,  jika mungkin.

8)        Dilakukan pada tempat tepat.

9)        Terutama hal sensitif.

 

Rumus sederhana

 

Pemimpin sehat:

 

1)        “Saya mungkin salah.

2)         Tolong tunjukkan kalau ada kesalahan.”

 

Bawahan sehat:

 

1)        “Saya hormati pimpinan.

2)        Tapi jika ada kebijakan

 

3)        Yang menurut saya keliru.

4)        Saya sampaikan dengan sopan.”

 

Kesimpulan.

 

Pemimpin

 

1)         Tak pernah dikritik .

2)        Belum tentu hebat.

3)        Mungkin orang takut bicara.

 

Pemimpin kuat

 

1)        Bukan selalu menang debat.

2)        Tapi mampu mendengar kritik

 

3)        Tanpa hilang wibawa.

4)        Mampu perbaiki kesalahan

 

5)        Tak merasa harga dirinya jatuh.

 

 

Sumber

 

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        Tafsirq.com

3)        ChatGPT.