Friday, October 2, 2026

60278. BEDANYA FANATIK BAIK DAN JELEK





BEDANYA FANATIK BAIK DAN JELEK DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Perbedaan

1)        Fanatic baik

2)        Fanatic jelek.

 

A.       Artinya FANATIK

 

Fanatik

1)        Sangat kuat

2)        Sangat berlebihan

Dalam

 

a.         Memegang.

b.        Mencintai.

c.        Membela sesuatu.

 

3)        Sulit menerima pandangan berbeda.

 

Sederhananya:

 

1)        Fanatik

Terikat sangat kuat terhadap sesuatu.

 

2)        Fanatik bisa baik atau buruk.

3)        Tergantung caranya.

 

1)        Fanatik baik:

 

a.        Sangat teguh memegang kejujuran, keadilan, disiplin, dan kebaikan.

 

b.        Tapi mau menerima kebenaran.

 

2)        Fanatik buruk:

 

a.        Membela kelompok, tokoh, pendapat, atau kebiasaan.

 

b.        Meskipun sudah jelas salah.

 

Contoh:

 

1)        “Saya cinta organisasi saya.

2)        Tapi kalau organisasi saya salah.

3)        Saya berani mengakuinya.”

 

a.        Itu kecintaan sehat.

 

Sedangkan:

 

1)        “Organisasi saya tidak mungkin salah.

2)         Apa pun yang dilakukan pasti benar.”

 

a.        Itu fanatic buta.

 

Fanatik tak selalu berarti buruk.

Yang jadi masalah.

 

1)        Cinta pada sesuatu.

 

2)        Tapi kalahkan akal, bukti, keadilan, dan kebenaran.

 

B.       Fanatik yang baik

 

Fanatik positif.

1)        Teguh, konsisten, dan sungguh-sungguh pegang prinsip yang benar.

 

2)        Tapi tetap mau menerima kebenaran dan koreksi.

 

Contohnya:

 

1)        Teguh pegang kejujuran.

Meskipun merugikan diri sendiri.

 

2)        Teguh menolak korupsi.

Meskipun pelakunya teman sendiri.

 

3)        Teguh bela orangdizalimi.

Tapi tak bela salahnya.

 

4)        Teguh menjaga salat

Meskipun sibuk.

 

5)        Teguh belajar Al-Qur’an

Tak hanya membaca.

Tapi berusaha menerapkan.

 

6)        Teguh menjaga Amanah

Meskipun tidak ada yang mengawasi.

 

7)        Teguh berbuat baik pada tetangga

Meskipun beda agama.

 

8)        Teguh tak balas keburukan

Dengan keburukan.

 

Al-Qur’an tekankan adil:

 

“Jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil, dan jangan bencimu pada suatu kaum mendorong kamu berlaku tidak adil.”


(QS. Al-Ma’idah 5:8)

 

Logikanya

1)        Jika prinsip kita benar.

2)        Prinsip harus tetap berlaku.

 

3)        Meskipun kena diri sendiri atau kelompok kita.

 

C.       Fanatik yang buruk

 

Fanatik buruk

 

1)        Kelompok, tokoh, pendapat, atau identitas

 

2)         Lebih penting daripada kebenaran.

 

Ciri utamanya:

 

1)        “Kelompok saya pasti benar.

2)        Jika ada bukti kelompok saya salah.

3)        Maka bukti itu saya tolak.”

 

Al-Qur’an kritik ikuti tradisi atau kelompok

Tanpa pakai akal:

 

1)        “Kami hanya ikuti yang kami dapati dari nenek moyang kami.”


(QS. Al-Baqarah 2:170)

 

Masalahnya

1)        Tak sekadar ikuti orang lain.

2)        Tapi menolak kebenaran

 

3)         Karena beda kebiasaan kelompok.

 

D.       Perbedaan

 

Bayangkan orang berkata:

 

Fanatik baik:

 

1)        “Saya cinta NU/Muhammadiyah/mazhab saya.

 

2)        Tapi kalau pendapat saya ternyata keliru.

 

3)        Saya siap memperbaikinya.”

 

Fanatik buruk:

 

1)        “Pokoknya kelompok saya benar.

2)        Kelompok lain sebut sesuatu yang benar.

3)        Tetap saya tolak.”

Fanatik baik.

 

1)        Punya identitas

2)        Tapi akal terbuka.

 

Fanatic jelak.

 

1)        Punya identitas

2)        Mengalahkan akal.

 

Contoh — Mazhab

 

Fanatik baik:

 

1)        “Saya ikuti mazhab tertentu karena alasan ilmu.

 

2)        Tapi saya hormati mazhab lain.”

 

Fanatik buruk:

 

1)        “Hanya mazhab saya yang benar.

2)        Semua yang berbeda pasti sesat.”

 

a.        Padahal beda pendapat fikih.

b.        Sudah lama terjadi.

 

Contoh  — NU dan Muhammadiyah

 

Fanatik baik:

 

1)        “Saya warga NU, saya mencintai NU, dan saya mengikuti ajarannya.

 

2)        Tapi Muhammadiyah juga saudara sesama Muslim.”

 

atau:

 

1)        “Saya Muhammadiyah dan saya bangga dengan organisasi saya.

 

2)        Tapi saya tidak boleh menghina NU.”

 

Fanatik buruk:

 

1)        “Kalau kamu NU.

2)        Berarti kamu tidak benar.”

 

1)        “Kalau kamu Muhammadiyah.

2)        Bukan bagian umat Islam yang benar.”

 

Cinta kelompok boleh.

 

1)        Benci manusia kelompoknya berbeda .

 

2)        Itu soal lain.

 

Logikanya

 

1)        Kalau standar benar berubah

2)        Hanya karena pelakunya berubah.

 

3)        Yang dibela bukan prinsip.

4)        Tapi kelompok.

 

Al-Qur'an beri prinsip  kuat

 

QS. An-Nisa 4:135

 

1)        Perintahkan orang beriman

2)        Menegakkan keadilan

 

3)        Bahkan pad diri sendiri, orang tua, dan kerabat.

 

Artinya

1)        Prinsip kebenaran

2)        Tak boleh berubah

 

Jadi:

1)        “Benar,  kalau dilakukan kelompokku.

2)        Salah,  kalau dilakukan kelompok lain.”

 

Ukuran Qur’ani

 

1)                Benar tetap benar

Meskipun dilakukan lawan.

 

2)                Salah tetap salah

Meskipun dilakukan kawan.

 

3)                Ini lebih sulit daripada sekadar bela kelompok.

 

E.       Tanda fanatik buruk

 

1)        Sulit menerima kritik.

 

2)        Anggap pertanyaan sebagai serangan.

 

3)        Sibuk cari kesalahan kelompok lain daripada perbaiki kelompok sendiri.

 

4)        Pakai standar ganda.

 

5)        Anggap beda pendapat itu musuh.

 

6)        Lebih percaya identitas daripada bukti.

 

7)        Bela tokoh meskipun jelas salah.

 

8)        Tak mau katakan:

“Saya salah.”

 

a.                Mampuan katakan “saya salah”

b.                Tanda kekuatan berpikir.

 

 

F.        Nabi satukan Muhajirin dan Ansar

 

1)        Islam tak hapus identitas manusia.

 

2)        Orang tetap punya asal, keluarga, suku, dan kelompok.

 

3)        Tapi identitas

Bukan alasan saling bermusuhan.

 

 

QS. Al-Hujurat 49:13

 

1)        Manusia dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku

 

2)        Agar saling mengenal.

 

3)        Bukan saling sombong.

 

 

Maka:

 

1)        identitas boleh → tak fanatik buta.

 

2)        berorganisasi boleh → tak memusuhi organisasi lain.

 

3)        bermazhab boleh → tak hina mazhab lain.

 

4)        mencintai tokoh boleh → tak anggap tokoh selau benar.

 

 

5)        membela kelompok boleh

tak bela kesalahan kelompok.

 

Rumus

 

1)        Fanatik baik = kuat pegang prinsip + terbuka pada kebenaran + adil pada semua.

 

Fanatik buruk = kuat bela kelompok + tutup akal + benarkan kelompok sendiri + salahkan kelompok lain.

 

Pertanyaan menguji diri:

 

1)        “Kalau kesalahan ini dilakukan kelompok saya

 

Apakah saya tetap mengatakan itu salah?”

 

a.        Kalau jawabannya ya.

Berarti dekat fanatic prinsip.

 

b.        Kalau jawabannya:

“Kalau kelompok saya yang melakukan, pasti ada alasan untuk membenarkannya.”

 

2)        Maka kelompok kalahkan prinsip.

 

Semangat Qur’an

 

1)        Tak sekadar “siapa kelompok saya?”.

 

Tapi lebih dalam:

 

1)        “Apakah saya berada di pihak kebenaran, keadilan, dan maslahat?”

Bottom of Form

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

 


0 comments:

Post a Comment