BEDANYA FANATIK BAIK DAN JELEK DI
QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Perbedaan
1)
Fanatic baik
2)
Fanatic jelek.
A.
Artinya FANATIK
Fanatik
1)
Sangat kuat
2)
Sangat berlebihan
Dalam
a.
Memegang.
b.
Mencintai.
c.
Membela sesuatu.
3)
Sulit menerima pandangan berbeda.
Sederhananya:
1)
Fanatik
Terikat sangat kuat terhadap sesuatu.
2)
Fanatik bisa baik atau buruk.
3)
Tergantung caranya.
1)
Fanatik baik:
a.
Sangat teguh memegang kejujuran,
keadilan, disiplin, dan kebaikan.
b.
Tapi mau menerima kebenaran.
2)
Fanatik buruk:
a.
Membela kelompok, tokoh, pendapat,
atau kebiasaan.
b.
Meskipun sudah jelas salah.
Contoh:
1)
“Saya cinta organisasi saya.
2)
Tapi kalau organisasi saya salah.
3)
Saya berani mengakuinya.”
a.
Itu kecintaan sehat.
Sedangkan:
1)
“Organisasi saya tidak mungkin salah.
2)
Apa pun yang dilakukan pasti benar.”
a.
Itu fanatic buta.
Fanatik tak selalu berarti buruk.
Yang jadi masalah.
1)
Cinta pada sesuatu.
2)
Tapi kalahkan akal, bukti, keadilan,
dan kebenaran.
B.
Fanatik yang baik
Fanatik positif.
1)
Teguh, konsisten, dan sungguh-sungguh pegang
prinsip yang benar.
2)
Tapi tetap mau menerima kebenaran dan
koreksi.
Contohnya:
1)
Teguh pegang kejujuran.
Meskipun merugikan diri sendiri.
2)
Teguh menolak korupsi.
Meskipun pelakunya teman sendiri.
3)
Teguh bela orangdizalimi.
Tapi tak bela salahnya.
4)
Teguh menjaga salat
Meskipun sibuk.
5)
Teguh belajar Al-Qur’an
Tak hanya membaca.
Tapi berusaha menerapkan.
6)
Teguh menjaga Amanah
Meskipun tidak ada yang mengawasi.
7)
Teguh berbuat baik pada tetangga
Meskipun beda agama.
8)
Teguh tak balas keburukan
Dengan keburukan.
Al-Qur’an tekankan adil:
“Jadilah kamu penegak keadilan karena
Allah, menjadi saksi dengan adil, dan jangan bencimu pada suatu kaum mendorong
kamu berlaku tidak adil.”
(QS. Al-Ma’idah 5:8)
Logikanya
1)
Jika prinsip kita benar.
2)
Prinsip harus tetap berlaku.
3)
Meskipun kena diri sendiri atau
kelompok kita.
C.
Fanatik yang buruk
Fanatik buruk
1)
Kelompok, tokoh, pendapat, atau
identitas
2)
Lebih penting daripada kebenaran.
Ciri utamanya:
1)
“Kelompok saya pasti benar.
2)
Jika ada bukti kelompok saya salah.
3)
Maka bukti itu saya tolak.”
Al-Qur’an kritik ikuti tradisi atau
kelompok
Tanpa pakai akal:
1)
“Kami hanya ikuti yang kami dapati
dari nenek moyang kami.”
(QS. Al-Baqarah 2:170)
Masalahnya
1)
Tak sekadar ikuti orang lain.
2)
Tapi menolak kebenaran
3)
Karena beda kebiasaan kelompok.
D.
Perbedaan
Bayangkan orang berkata:
Fanatik baik:
1)
“Saya cinta NU/Muhammadiyah/mazhab
saya.
2)
Tapi kalau pendapat saya ternyata
keliru.
3)
Saya siap memperbaikinya.”
Fanatik buruk:
1)
“Pokoknya kelompok saya benar.
2)
Kelompok lain sebut sesuatu yang benar.
3)
Tetap saya tolak.”
Fanatik baik.
1)
Punya identitas
2)
Tapi akal terbuka.
Fanatic jelak.
1)
Punya identitas
2)
Mengalahkan akal.
Contoh — Mazhab
Fanatik baik:
1)
“Saya ikuti mazhab tertentu karena
alasan ilmu.
2)
Tapi saya hormati mazhab lain.”
Fanatik buruk:
1)
“Hanya mazhab saya yang benar.
2)
Semua yang berbeda pasti sesat.”
a.
Padahal beda pendapat fikih.
b.
Sudah lama terjadi.
Contoh — NU dan Muhammadiyah
Fanatik baik:
1)
“Saya warga NU, saya mencintai NU, dan
saya mengikuti ajarannya.
2)
Tapi Muhammadiyah juga saudara sesama
Muslim.”
atau:
1)
“Saya Muhammadiyah dan saya bangga
dengan organisasi saya.
2)
Tapi saya tidak boleh menghina NU.”
Fanatik buruk:
1)
“Kalau kamu NU.
2)
Berarti kamu tidak benar.”
1)
“Kalau kamu Muhammadiyah.
2)
Bukan bagian umat Islam yang benar.”
Cinta kelompok boleh.
1)
Benci manusia kelompoknya berbeda .
2)
Itu soal lain.
Logikanya
1)
Kalau standar benar berubah
2)
Hanya karena pelakunya berubah.
3)
Yang dibela bukan prinsip.
4)
Tapi kelompok.
Al-Qur'an beri prinsip kuat
QS. An-Nisa 4:135
1)
Perintahkan orang beriman
2)
Menegakkan keadilan
3)
Bahkan pad diri sendiri, orang tua,
dan kerabat.
Artinya
1)
Prinsip kebenaran
2)
Tak boleh berubah
Jadi:
1)
“Benar, kalau dilakukan kelompokku.
2)
Salah, kalau dilakukan kelompok lain.”
Ukuran Qur’ani
1)
Benar tetap benar
Meskipun dilakukan lawan.
2)
Salah tetap salah
Meskipun dilakukan kawan.
3)
Ini lebih sulit daripada sekadar bela
kelompok.
E.
Tanda fanatik buruk
1)
Sulit menerima kritik.
2)
Anggap pertanyaan sebagai serangan.
3)
Sibuk cari kesalahan kelompok lain
daripada perbaiki kelompok sendiri.
4)
Pakai standar ganda.
5)
Anggap beda pendapat itu musuh.
6)
Lebih percaya identitas daripada
bukti.
7)
Bela tokoh meskipun jelas salah.
8)
Tak mau katakan:
“Saya salah.”
a.
Mampuan katakan “saya salah”
b.
Tanda kekuatan berpikir.
F.
Nabi satukan Muhajirin dan Ansar
1)
Islam tak hapus identitas manusia.
2)
Orang tetap punya asal, keluarga,
suku, dan kelompok.
3)
Tapi identitas
Bukan alasan saling bermusuhan.
QS. Al-Hujurat 49:13
1)
Manusia dijadikan berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku
2)
Agar saling mengenal.
3)
Bukan saling sombong.
Maka:
1)
identitas boleh → tak fanatik buta.
2)
berorganisasi boleh → tak memusuhi
organisasi lain.
3)
bermazhab boleh → tak hina mazhab
lain.
4)
mencintai tokoh boleh → tak anggap
tokoh selau benar.
5)
membela kelompok boleh
tak bela kesalahan kelompok.
Rumus
1)
Fanatik baik = kuat pegang prinsip + terbuka
pada kebenaran + adil pada semua.
Fanatik buruk = kuat bela kelompok + tutup
akal + benarkan kelompok sendiri + salahkan kelompok lain.
Pertanyaan menguji diri:
1)
“Kalau kesalahan ini dilakukan
kelompok saya
Apakah saya tetap mengatakan itu
salah?”
a.
Kalau jawabannya ya.
Berarti dekat fanatic prinsip.
b.
Kalau jawabannya:
“Kalau kelompok saya yang melakukan, pasti ada alasan untuk
membenarkannya.”
2)
Maka kelompok kalahkan prinsip.
Semangat Qur’an
1)
Tak sekadar “siapa kelompok saya?”.
Tapi lebih dalam:
1)
“Apakah saya berada di pihak
kebenaran, keadilan, dan maslahat?”
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT


