BEDANYA SELAWAT NABI DAN MEMUJI NABI DI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Perbedaan
1)
Selawat Nabi
2)
Memuji Nabi
A.
Artinya SELAWAT pada Nabi
1.
Selawat kepada Nabi
QS. Al-Ahzab (33:56)
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat
untuk Nabi. Hai orang-orang beriman, berselawat kamu untuk Nabi dan ucapkan
salam penghormatan padanya.
Catatan.
1)
“Sesungguhnya Allah dan para
malaikat-Nya berselawat kepada Nabi.
2)
Wahai orang-orang beriman,
berselawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan padanya.”
Selawat
1)
Intinya doa, penghormatan, dan
permohonan
2)
Agar Nabi dapat rahmat, kemuliaan,
serta keselamatan dari Allah.
Kita mengucapkan:
1)
“Allahumma shalli 'ala Muhammad”
Maknanya
1)
“Ya Allah, limpahkan selawat/kemuliaan
pada Nabi Muhammad.”
Perhatikan arahnya:
1)
Kita minta pada Allah.
2)
BUKAN minta sesuatu pada Nabi.
B.
Artinya MEMUJI Nabi
Memuji Nabi
1)
Memuji kebaikan Nabi.
2)
Menyebut keutamaan Nabi.
Misalnya:
1)
Nabi jujur,
2)
Nabi amanah,
3)
Nabi penyayang,
4)
Nabi sabar,
5)
Nabi berani,
6)
Nabi memperjuangkan keadilan,
7)
Nabi sampaikan wahyu dengan amanah.
Al-Qur'an memberi sifat mulia
Pada Nabi Muhammad.
QS. Al-Qalam (68:4)
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Catatan.
1)
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar
berada di atas akhlak yang mulia.”
2)
Pengakuan kualitas akhlak mulia Nabi.
C.
Perbedaan
1)
Selawat:
“Ya Allah, muliakan dan rahmati Nabi Muhammad.”
2)
Pujian:
“Nabi Muhammad adalah manusia yang punya akhlak sangat mulia.”
a.
Selawat
Doa/penghormatan pada Nabi.
b.
Pujian
Pengakuan terhadap kebaikan Nabi.
c.
Keduanya bisa bersamaan.
Contohnya:
1)
“Allahumma shalli 'ala Muhammad,
beliau adalah manusia yang sangat jujur, amanah, penyayang, dan berakhlak
mulia.”
a.
Yang pertama selawat.
b.
Yang kedua pujian.
Logikanya
1)
Bayangkan
Guru sangat berjasa.
2)
Kita bisa katakan:
“Pak Guru itu sangat sabar dan berjasa.”
→ ini memuji
3)
Kemudian kita berkata:
“Semoga Allah memberikan kesehatan dan
kemuliaan pada beliau.” → ini mendoakan
4)
Itu perbedaan dasar
a.
Pujian
b.
Doa.
5)
Pujian
Melihat yang baik pada seseorang.
6)
Doa
Mohon kebaikan pada Allah untuk seseorang.
D.
Yang perlu dijaga
1)
Al-Qur'an ajarkan.
2)
Penghormatan kepada Nabi
3)
TAK berubah jadi KULTUS individu.
Nabi diperintah katakan:
QS. Al-Kahf (18:110)
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ
يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو
لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ
رَبِّهِ أَحَدًا
Katakan (Muhammad): Sesungguhnya aku ini manusia biasa
seperti kamu, yang diwahyukan padaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu
adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya,
maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan jangan mempersekutukan seorangpun
dalam beribadat pada Tuhannya".
Catatan.
1)
“Katakanlah: Sesungguhnya aku hanyalah
manusia seperti kalian, yang diberi wahyu...”
2)
Jadi seimbangan
1)
Nabi sangat mulia → iya.
2)
Akhlak Nabi harus diteladani → iya.
3)
Nabi harus dihormati → iya.
4)
Nabi disembah atau diberi sifat ketuhanan
→ tidak.
5)
Ini penting
a.
Mencintai Nabi
b.
Tapi Nabi BUKAN Tuhan.
Inti paling sederhana
1)
Tak berhenti pada selawat di lisan.
2)
Selawat harus dorong kita ikuti akhlak
Nabi.
Kita banyak berselawat.
Tapi masih suka
1)
Bohong.
2)
Zalim.
3)
Menghina.
4)
Korupsi.
5)
Memfitnah.
6)
Merugikan orang.
a.
Penghormatan pada Nabi.
b.
Belum penuh jadi perilaku.
1)
Selawat di lisan → cinta dalam hati →
ikuti akhlak → jadi maslahat bagi manusia.
2)
Itu hubungan kuat
a.
Selawat.
b.
Cinta pada Nabi.
c.
Praktik ajaran Al-Qur'an
d.
Dalam hidup nyata.
E.
Selawat pakai SAYIDINA dan tidak pakai
1)
Perbedaan baca selawat
a.
Dengan “Sayyidina”
b.
Tanpa “Sayyidina” .
2)
Masalah lafaz dan kebiasaan ibadah.
3)
Bukan beda hormati Nabi Muhammad ﷺ.
1.
Dengan “Sayyidina”
Contohnya:
1)
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina
Muhammad...
“Ya Allah, limpahkan selawat pada junjungan kami Nabi Muhammad...”
2)
Sayyidina berarti
a.
“junjungan kami”
b.
“pemimpin kami.”
3)
Secara makna.
4)
Penghormatan pada Nabi.
2.
Tanpa “Sayyidina”
1)
Misalnya bacaan tasyahud dan selawat
Ibrahimiyah.
Dikenal dari hadis:
2)
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala
ali Muhammad...
3)
Di sini tidak ada kata Sayyidina.
4)
Sebagian ulama
a.
Pilih ikuti lafaz
b.
Sesuai hadis persis.
c.
Terutama dalam salat.
F.
Mengapa ada yang pakai dan ada yang
tidak?
Sederhananya:
1)
Tidak memakai Sayyidina:
Pegang lafaz dalam hadis.
2)
Memakai Sayyidina:
a.
Tambah kata penghormatan.
b.
Maknanya benar
c.
Tak ubah maksud selawat.
1)
Masalah ini
2)
Jangan saling menyalahkan.
G.
Dalam Al-Qur'an dan logika
Al-Qur'an perintahkan:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para
malaikat-Nya berselawat kepada Nabi. Wahai orang-orang beriman, berselawatlah kamu kepada Nabi dan
ucapkan salam dengan penuh penghormatan.”
(QS. Al-Ahzab 33:56)
1)
Inti perintahnya
Serselawat dan hormati Nabi.
2)
Ukurannya bukan hanya:
“Saya pakai Sayyidina atau tidak?”
3)
Tetapi juga:
a.
Apakah selawat itu
b.
Membuat makin cintai Nabi.
c.
Makin ikuti akhlak serta ajaran Nabi?
Misalnya
1)
Orang pakai “Sayyidina Muhammad”.
2)
Tapi masih suka bohong, menipu,
menghina, zalim, dan memutus hubungan.
3)
Masalah pada penerapan.
Sebaliknya.
1)
Orang baca tanpa “Sayyidina”.
2)
Tapi jujur, amanah, adil, penyayang,
dan mengikuti petunjuk Nabi.
3)
Tak berarti kurang hormati Nabi.
Kesimpulan:
1)
Dengan Sayyidina
Boleh ungkapan penghormatan.
2)
Tanpa Sayyidina
Juga boleh.
Mengikuti lafaz hadis.
Jangan jadikan beda kecil.
Jadi lebih besar daripada inti ajaran
Nabi:
1)
Tauhid.
2)
Akhlak.
3)
Keadilan.
4)
Kasih saying.
5)
Maslahat.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
0 comments:
Post a Comment