NABI MUHAMMAD MUBAHALAH NASRANI NAJRAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Mubahalah di Al-Qur’an
1)
Solusi jalan terakhir
2)
Saat 2 pihak beda pendapat
3)
Tentang kebenaran sangat mendasar.
4)
Setelah penjelasan dan dialog
5)
Tak ada titik temu.
A.
Apa itu mubahalah?
1)
Mubahalah
Berasal dari kata Arab مُبَاهَلَة (mubāhalah).
a.
Saling berdoa
b.
Agar Allah beri putusan atau laknat
c.
Pada pihak yang berdusta.
QS Ali ‘Imran 3:61.
فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا
جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ
وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ
فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ
Siapa yang membantahmu
tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka
katakan (padanya): "Mari kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu,
isteri- kami dan isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian mari kita
mubahalah pada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan pada orang
yang dusta.
Catatan.
1)
Konteksnya
a.
Dialog Nabi Muhammad ﷺ dengan kaum
Nasrani
b.
Tentang Nabi Isa/Yesus.
2)
Al-Qur'an beri penjelasan:
QS Ali ‘Imran (3:59-60)
إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ
كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
59. Sesungguhnya misal
(penciptaan) Isa di sisi Allah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan
Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah"
(seorang manusia), maka jadilah dia.
الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُنْ
مِنَ الْمُمْتَرِينَ
60. (Apa yang telah Kami
ceritakan itu), itu yang benar yang datang dari Tuhanmu, karena itu jangan kamu
termasuk orang yang ragu-ragu.
Catatan.
1)
“Sesungguhnya perumpamaan Isa bagi
Allah seperti Adam...”
Logikanya:
1)
Nabi Isa
a.
Diciptakan tanpa ayah.
b.
Bukan berarti Nabi Isa adalah Tuhan.
2)
Nabi Adam
Bahkan diciptakan tanpa ayah dan ibu.
3)
Setelah diberi penjelasan.
a.
Tapi masih terjadi perselisihan.
b.
Turun ayat mubahalah.
B.
Isi mubahalah
QS Ali ‘Imran 3:61
Kira-kira bermakna:
1)
Jika mereka masih membantah setelah
datang pengetahuan padamu.
2)
Katakan:
“Mari kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kalian, perempuan-perempuan
kami dan perempuan-perempuan kalian, diri kami dan diri kalian.
3)
Kemudian kita berdoa dengan
sungguh-sungguh
4)
Agar Allah menjadikan laknat-Nya atas
orang yang berdusta.”
Jadi bukan:
1)
“Saya pasti benar.
2)
Anda pasti salah.”
Tetapi:
1)
“Kita sudah dialog.
2)
Jika masing-masing benar-benar yakin.
3)
Kita serahkan kepada Allah.”
C.
Mengapa mubahalah jalan terakhir?
Urutannya sangat penting:
1)
Ke-1 → mencari ilmu.
2)
Ke-2 → menjelaskan alasan.
3)
Ke-3 → dialog.
4)
Ke-4 → beri bukti.
5)
Ke-5 → jika tetap berselisih mendasar
→ mubahalah.
a.
Mubahalah
b.
Bukan metode pertama dakwah.
Al-Qur'an ajarkan:
“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan
hikmah dan pelajaran baik, dan debat mereka dengan cara paling baik.”
(QS An-Nahl 16:125)
D.
Logikanya
Bayangkan 2 orang katakan:
1)
A: “Saya benar.”
2)
B: “Saya juga benar.”
a.
Kemudian saling menghina.
b.
Itu bukan cari kebenaran.
Mubahalah ubah sikap:
1)
“Daripada terus bertengkar.
2)
Kita serahkan putusan pada Allah.”
Prinsip penting:
1)
Manusia
a.
Bukan hakim mutlak
b.
Atas kebenaran.
2)
Allah
Tahu pihak yang berdusta.
E.
Mubahalah tak kutuk orang sembarangan
1)
Ini sangat penting.
Mubahalah BUKAN:
1)
marah pada orang,
2)
ancam orang,
3)
hina agama lain,
4)
katakan “kamu kafir, celaka!”
5)
pakai nama Allah untuk menang debat.
Mubahalah sangat serius.
1)
Orang berkata:
a.
“Ya Allah, jika saya dusta dalam hal
ini.
b.
Saya siap terima akibat keputusan-Mu.”
2)
Orang tak yakin dirinya benar.
3)
Tak gegabah buat mubahalah.
F.
Bagaimana dengan Nabi?
1)
Peristiwa Ali ‘Imran 3:61.
2)
Nabi diperintahkan ajak pihak
berselisih
3)
Untuk mubahalah.
4)
Tapi dalam riwayat sejarah Islam.
5)
Mubahalah itu batal.
6)
Pihak Nasrani
7)
Ambil jalan lain.
Ini menarik:
1)
Tujuan mubahalah.
2)
Tak cari paling hebat dalam debat.
3)
Tapi Solusi beda klaim kebenaran.
4)
Tak terus menerus bertengkar.
G.
Pelajaran
1)
BUKAN ajak orang mubahalah.
2)
Pelajaran
Jangan mudah mengaku paling benar.
3)
Gunakan urutan:
a.
FAKTA → ILMU → DIALOG → BUKTI → RENDAH
HATI → SERAHKAN HASIL PADA ALLAH.
Pelajaran sekarang:
1)
Orang benar cari kebenaran.
2)
Tak sibuk hina lawan.
3)
Tapi sibuk cek dirinya benar atau
salah.
Semangat Al-Qur'an
1)
Bukan “menang debat”.
2)
Tapi
a.
“Temukan kebenaran.
b.
Wujudkan jadi kebaikan.”
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
0 comments:
Post a Comment