Monday, August 31, 2026

60087. KENAPA ORANG REBUTAN HARTA JABATAN



KENAPA ORANG REBUTAN HARTA DAN JABATAN DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

A.       Kenapa orang rebutan

 

1)        Harta.

2)        Pangkat

3)        Jabatan?

 

Jawaban.

 

1)        Dalam Al-Qur’an.

 

a.        Harta.

b.        Pangkat.

c.        Jabatan

 

2)        Bisa jadi rebutan

3)        Karena manusia punya nafsu dunia.

 

4)        Tapi iman dan akal

5)        Bisa dikalahkan nafsu pribadi.

 

B.       Kenapa orang rebutan harta, pangkat, dan jabatan?

 

Jawaban.

 

1)        Harta memang menarik bagi manusia

 

2)        Jabatan bisa menjadi ujian

 

3)        Kekuasaan dapat membuat manusia sombong

 

4)        Mengapa sampai berebut?

 

 

5)        Al-Qur’an tidak melarang punya harta dan jabatan

 

Penjelasaan.

 

1.        Harta memang menarik bagi manusia

 

(QS. Ali ‘Imran 3:14)


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ 

 

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada yang diingini, yaitu: wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itu kesenangan hidup dunia, dan di sisi Allah tempat kembali yang baik (surga).

 

Catatan.

 

1)        “Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa yang diingini, berupa perempuan, anak-anak, harta yang banyak...”

 

Artinya.

 

1)        Mencintai harta itu manusiawi.

 

2)        Yang menjadi masalah

Jika cinta dunia kuasai manusia.

 

Contoh:

 

1)        Ingin punya lebih banyak daripada orang lain.

 

2)        Berebut warisan.

 

3)        Korupsi

 

4)        Ambil hak orang lain.

 

2.        Jabatan bisa menjadi ujian

 

1)        Al-Qur’an ingatkan.

2)        Hidup dunia itu ujian.

 

QS. Al-Anbiya’ (21:35)

 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

 

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenarnya). Dan hanya kepada Kami, kamu dikembalikan.

 

Catatan.

 

 

1)        “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.”

 

Semua ujian.

 

1)        Kemiskinan

Untuk menguji.

 

2)        Kekayaan dan kekuasaan

Juga ujian.

 

3)        Orang miskin

Diuji kesabaran.

 

4)        Orang kaya

Diuji dengan syukur dan keadilan.

 

5)        Orang biasa

Diuji kejujuran.

 

6)        Orang berpangkat

Diuji amanah.

 

 

3.        Kekuasaan dapat membuat manusia sombong

 

1)        Al-Qur’an beri contoh Fir'aun.

 

QS. Al-Qasas (28:4)

 

“Sungguh, Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi...”

 

Masalah Fir'aun

 

1)         Tak sekadar punya kekuasaan.

 

2)        Tapi kekuasaan membuat

a.        Melampaui batas.

b.        Menindas manusia.

 

2)        Jabatan + iman + amanah = maslahat.

3)        Jabatan + sombong + nafsu = zalim.

 

 

4. Mengapa sampai berebut?

 

1)        Salah satu jawaban.

 

QS. Al-'Adiyat (100:8)

 

وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

 

Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.

 

Catatan.

 

2)        “Dan sesungguhnya dia sangat kuat cintanya kepada harta.”

 

3)        Nafsu manusia berkembang:

 

a.        punya sedikit → ingin lebih → punya banyak → masih ingin lebih → akhirnya sulit merasa cukup.

 

4)        Al-Qur’an ingatkan:

 

QS. At-Takatsur (102:1)

 

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

 

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,

 

Catatan.

 

1)        “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.”

 

2)        Bermegah-megahan

Tak hanya soal uang.

 

3)        Dalam hidup modern.

Bisa berupa

 

a.        Pangkat.

b.        Jabatan.

 

c.        Gelar.

d.        Popularitas.

 

e.        Pengaruh.

f.  Status sosial.

 

4.        Al-Qur’an tak melarang punya harta dan jabatan

 

1)        Ini penting.

 

a.        Harta bukan dosa.

b.        Jabatan bukan dosa.

c.        Kekuasaan bukan dosa.

 

2)        Yang jadi masalah

 

a.         Cara mendapatkan.

b.        Cara menggunakan.

 

3)        Nabi Yusuf

Meminta tanggung jawab

Kelola uang negeri:

 

“Jadikan aku bendahara negeri (Mesir). Sesungguhnya aku orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan.”

 

(QS. Yusuf 12:55)

 

 

1)        Jabatan alat untuk kebaikan.

 

2)        Jika dipegang orang

 

a.        Amanah.

b.        Kompeten.

 

Rumus Al-Qur'an

 

1)        Harta + syukur → manfaat.

2)        Harta + tamak → kerusakan.

 

3)        Jabatan + amanah → pelayanan.

4)        Jabatan + nafsu → penindasan.

 

1)        Kekuasaan + keadilan → maslahat.

2)        Kekuasaan + kesombongan → zalim.

 

Kesimpulan.

 

1)        Yang disoal Al-Qur’an.

 Bukan harta atau jabatan

 

2)        Tapi manusia

Jadikan harta dan kekuasaan

 

3)        Sebagai tujuan hidup.

Kalahkan iman, akal, keadilan, dan amanah.

 

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) 
Tafsirq.com
3) ChatGPT.

 

 


0 comments:

Post a Comment