KENAPA
ORANG REBUTAN HARTA DAN JABATAN DI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
A. Kenapa
orang rebutan
1)
Harta.
2)
Pangkat
3)
Jabatan?
Jawaban.
1)
Dalam Al-Qur’an.
a.
Harta.
b.
Pangkat.
c.
Jabatan
2)
Bisa jadi rebutan
3)
Karena manusia punya nafsu dunia.
4)
Tapi iman dan akal
5)
Bisa dikalahkan nafsu pribadi.
B. Kenapa
orang rebutan harta, pangkat, dan jabatan?
Jawaban.
1)
Harta memang menarik bagi manusia
2)
Jabatan bisa menjadi ujian
3)
Kekuasaan dapat membuat manusia sombong
4)
Mengapa sampai berebut?
5)
Al-Qur’an tidak melarang punya harta dan
jabatan
Penjelasaan.
1.
Harta memang menarik bagi manusia
(QS.
Ali ‘Imran 3:14)
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ
وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ
الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
Dijadikan indah pada
(pandangan) manusia kecintaan kepada yang diingini, yaitu: wanita, anak-anak,
harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan
sawah ladang. Itu kesenangan hidup dunia, dan di sisi Allah tempat kembali yang
baik (surga).
Catatan.
1)
“Dijadikan indah pada pandangan manusia
kecintaan kepada apa yang diingini, berupa perempuan, anak-anak, harta yang
banyak...”
Artinya.
1)
Mencintai harta itu manusiawi.
2)
Yang menjadi masalah
Jika cinta dunia kuasai manusia.
Contoh:
1)
Ingin punya lebih banyak daripada orang
lain.
2)
Berebut warisan.
3)
Korupsi
4)
Ambil hak orang lain.
2.
Jabatan bisa menjadi ujian
1)
Al-Qur’an ingatkan.
2)
Hidup dunia itu ujian.
QS.
Al-Anbiya’ (21:35)
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan
menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenarnya).
Dan hanya kepada Kami, kamu dikembalikan.
Catatan.
1)
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan
dan kebaikan sebagai cobaan.”
Semua
ujian.
1)
Kemiskinan
Untuk menguji.
2)
Kekayaan dan kekuasaan
Juga ujian.
3)
Orang miskin
Diuji kesabaran.
4)
Orang kaya
Diuji dengan syukur dan
keadilan.
5)
Orang biasa
Diuji kejujuran.
6)
Orang berpangkat
Diuji amanah.
3.
Kekuasaan dapat membuat manusia sombong
1)
Al-Qur’an beri contoh Fir'aun.
QS.
Al-Qasas (28:4)
“Sungguh,
Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi...”
Masalah
Fir'aun
1)
Tak
sekadar punya kekuasaan.
2)
Tapi kekuasaan membuat
a.
Melampaui batas.
b.
Menindas manusia.
2)
Jabatan + iman + amanah = maslahat.
3)
Jabatan + sombong + nafsu = zalim.
4.
Mengapa sampai berebut?
1)
Salah satu jawaban.
QS. Al-'Adiyat (100:8)
وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ
Dan sesungguhnya dia
sangat bakhil karena cintanya kepada harta.
Catatan.
2)
“Dan sesungguhnya dia sangat kuat cintanya
kepada harta.”
3)
Nafsu manusia berkembang:
a.
punya sedikit → ingin lebih → punya banyak
→ masih ingin lebih → akhirnya sulit merasa cukup.
4)
Al-Qur’an ingatkan:
QS.
At-Takatsur (102:1)
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
Catatan.
1)
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.”
2)
Bermegah-megahan
Tak hanya soal uang.
3)
Dalam hidup modern.
Bisa berupa
a.
Pangkat.
b.
Jabatan.
c.
Gelar.
d.
Popularitas.
e.
Pengaruh.
f. Status
sosial.
4.
Al-Qur’an tak melarang punya harta dan
jabatan
1)
Ini penting.
a.
Harta bukan dosa.
b.
Jabatan bukan dosa.
c.
Kekuasaan bukan dosa.
2)
Yang jadi masalah
a.
Cara
mendapatkan.
b.
Cara menggunakan.
3)
Nabi Yusuf
Meminta tanggung jawab
Kelola uang negeri:
“Jadikan
aku bendahara negeri (Mesir). Sesungguhnya aku orang yang pandai menjaga dan
berpengetahuan.”
(QS.
Yusuf 12:55)
1)
Jabatan alat untuk kebaikan.
2)
Jika dipegang orang
a.
Amanah.
b.
Kompeten.
Rumus
Al-Qur'an
1)
Harta + syukur → manfaat.
2)
Harta + tamak → kerusakan.
3)
Jabatan + amanah → pelayanan.
4)
Jabatan + nafsu → penindasan.
1)
Kekuasaan + keadilan → maslahat.
2)
Kekuasaan + kesombongan → zalim.
Kesimpulan.
1)
Yang disoal Al-Qur’an.
Bukan harta atau jabatan
2)
Tapi manusia
Jadikan harta dan kekuasaan
3)
Sebagai tujuan hidup.
Kalahkan iman, akal, keadilan,
dan amanah.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT.

0 comments:
Post a Comment