ALLAH TEGUR SIKAP NABI PADA
ORANG BUTA ABASA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
QS Abasa (80:1-10)
عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ
1. Dia (Muhammad)
bermuka masam dan berpaling,
أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ
2. karena telah datang
seorang buta kepadanya.
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ
3. Tahukah kamu
barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),
أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ
الذِّكْرَىٰ
4. atau dia (ingin)
mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ
5. Adapun orang yang
merasa dirinya serba cukup,
فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ
6. maka kamu
melayaninya.
وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ
7. Padahal tidak ada
(celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).
وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ
8. Dan adapun orang yang
datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
وَهُوَ يَخْشَىٰ
9. sedangkan ia takut
kepada (Allah),
فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ
10. maka kamu
mengabaikannya.
Catatan.
1)
Surah Abasa 1-10 turun
2)
Teguran halus dari Allah
3)
Kepada Nabi Muhammad
4)
Agar perhatikan orang serius
5)
Mencari petunjuk
6)
Meskipun miskin atau
buta.
Asbābun Nuzūl (Sebab
Turunnya Ayat)
1)
Tokoh utama peristiwa
ini
2)
Sahabat buta
3)
Bernama Abdullah
bin Umi Maktum.
Pada suatu hari.
1)
Nabi Muhammad bicara
dengan para pemimpin Quraisy.
2)
Nabi berharap mereka
masuk Islam
3)
Agar dakwah mudah
diterima masyarakat.
Di tengah pembicaraan
itu.
1)
Abdullah bin Ummi Maktum
datang.
2)
Minta diajari Al-Qur’an.
Nabi fokus pada pembesar
Quraisy.
1)
Nabi sedikit bermuka
kurang senang
2)
Dan memalingkan wajah.
3)
Allah turunkan ayat ini
Sebagai pelajaran besar:
a.
Jangan meremehkan orang
lemah.
b.
Nilai manusia bukan dari
jabatan atau kekayaan.
c.
Orang serius cari
kebenaran lebih penting diperhatikan.
Hal itu bukti.
Dalam Islam
1)
Nabi juga ditegur
2)
Jika bersikap kurang
tepat.
3)
Bukti Al-Qur’an jujur.
Tafsir Perkata
Ayat 1
عَبَسَ وَتَوَلّىٰ
‘Abasa = bermuka masam
Tawallā = berpaling
1)
Makna:
a.
Nabi tunjukkan wajah
kurang senang
b.
Lalu berpaling sebentar.
2)
Logika modern:
a.
Dalam hidup.
b.
Manusia fokus pada orang
penting atau berpengaruh
c.
Tanpa sadar abaikan orang kecil.
3)
Ayat ini ajarkan:
a.
etika komunikasi,
b.
empati,
c.
menghormati semua orang.
Ayat 2
أَن جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ
An jā’ahu = karena datang kepadanya
Al-a‘mā = seorang buta
1)
Makna:
Yang datang sahabat buta.
2)
Logika modern:
a.
Orang terbatas fisik.
b.
Punya hak dihormati dan didengarkan.
c.
Islam sejak awal
d.
Aajarkan inklusif social
e.
Hormat penyandang
disabilitas.
Ayat 3
وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكّىٰ
Wa mā yudrīka = tahukah kamu?
La‘allahu = barangkali dia
Yazzakkā = ingin membersihkan diri
1)
Makna:
a.
Bisa jadi orang hati
tulus
b.
Ingin jadi lebih baik.
2)
Logika modern:
a.
Tampilan sederhana
b.
Tak tanda rendah
kualitas hati.
c.
Orang tampak biasa
d.
Serius belajar dan berubah.
Ayat 4
أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ الذِّكْرَىٰ
Au yazzakkaru = atau ingin mengambil pelajaran
Fatanfa‘ahu = lalu bermanfaat baginya
Adz-dzikrā = nasihat/peringatan
1)
Makna:
a.
Nasihat agama sangat
berguna
b.
Bagi orang hatinya
terbuka.
2)
Logika modern:
a.
Ilmu hanya bermanfaat
b.
Bagi orang mau menerima
dan merenungkan.
Ayat 5
أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ
Ammā = adapun
Manis-taghnā = orang yang merasa dirinya cukup
1)
Makna:
a.
Orang kaya atau sombong
b.
Merasa tak butuh
petunjuk.
2)
Logika modern:
a.
Sombong intelektual atau
sosial
b.
Sulit menerima
kebenaran.
Ayat 6
فَأَنتَ لَهُ تَصَدّىٰ
Fa anta = maka engkau
Lahu tashaddā = memberi perhatian besar kepadanya
1)
Makna:
a.
Nabi sangat fokus dakwah
b.
Para pembesar Quraisy.
2)
Logika modern:
a.
Manusia tertarik orang status
tinggi
b.
Dianggap lebih
strategis.
3)
Allah ingatkan
4)
Tulus lebih penting daripada status.
Ayat 7
وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكّىٰ
Wa mā ‘alaika = bukan tanggung jawabmu
Allā yazzakkā = jika dia tidak mau membersihkan diri
1)
Makna:
a.
Hidayah tak dipaksa
manusia.
b.
Tugas Nabi hanya
menyampaikan.
2)
Logika modern:
a.
Tak bisa paksa semua
orang berubah.
b.
Tugas manusia beri ilmu
dan contoh baik.
Ayat 8
وَأَمَّا مَن جَاءَكَ يَسْعَىٰ
Wa ammā = adapun
Man jā’aka = orang yang datang kepadamu
Yas‘ā = dengan bersungguh-sungguh
1)
Makna:
a.
Abdullah bin Ummi Maktum
datang
b.
Semangat mencari ilmu.
2)
Logika modern:
a.
Orang haus ilmu
b.
Diprioritaskan.
Ayat 9
وَهُوَ يَخْشَىٰ
Wa huwa = dan dia
Yakhshā = takut kepada Allah
1)
Makna:
Ia punya hati takut dan hormat kepada Allah.
2)
Logika modern:
Rasa tanggung jawab
moral
Orang mudah menerima
nasihat.
Ayat 10
فَأَنتَ عَنْهُ تَلَهّىٰ
Fa anta = tetapi engkau
‘Anhu = darinya
Talahhā = malah sibuk dengan yang lain
1)
Makna:
Nabi sibuk pada tokoh Quraisy.
2)
Logika modern:
Manusia tertarik pada
“orang penting” daripada orang tulus.
Ayat ini ajarkan:
1)
Tak menilai manusia dari
status,
2)
Hormati pencari ilmu,
3)
Tak abaikan kaum lemah.
Hikmah Besar Ayat
1–10
1)
Semua manusia sama di
hadapan Allah.
2)
Orang miskin atau
disabilitas tetap mulia.
3)
Ketulusan lebih penting
daripada jabatan.
4)
Dakwah harus penuh
empati.
5)
Al-Qur’an mendidik
akhlak bahkan kepada Nabi ﷺ.
Pelajaran Modern
Ayat ini sangat relevan
sekarang:
1)
Tak hanya hormati orang
kaya,
2)
Tak diskriminasi
penyandang disabilitas,
3)
Guru perhatikan murid serius
belajar,
4)
Pemimpin tak hanya dekat
elit,
5)
Media sosial tak menilai
manusia dari popular saja.
Kesimpulan
1)
Keindahan
ajaran Al-Qur'an:
a.
Membangun akhlak
b.
Keadilan
c.
Hormat semua manusia.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
.bmp)
.bmp)
.bmp)
.bmp)
0 comments:
Post a Comment