NABI YANG
UMMI TAK SEKOLAH TAPI CERDAS
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Nabi Muhammad
1)
Disebut Nabi yang ummi
2)
Dalam Al-Qur’an.
Nabi
yang UMMI
Artinya
1)
Tak sekolah formal
2)
Tak belajar membaca dan menulis di
sekolah.
3)
Tak pernah membaca kitab sebelumnya.
4)
Tak pernah menulis kitab sebelumnya.
QS Al-A'raf
(7:157)
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ
النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي
التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ
الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ
فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي
أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi
yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di
sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka
dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan
mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban dan
belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang beriman kepadanya. memuliakannya,
menolongnya dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran),
mereka itu orang yang beruntung.
Catatan
1)
“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul,
nabi yang ummi…”
QS
Al-Ankabut (29:48)
وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ
مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ
Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Quran) sesuatu
Kitab dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata
(kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragu orang yang mengingkari(mu).
Catatan.
1)
“Dan engkau tidak pernah membaca suatu
kitab sebelumnya dan tidak pula menulis dengan tangan kananmu…”
A. Arti
“ummi”
Secara
umum.
Kata “ummi”
dipahami:
1)
Tak belajar membaca-menulis formal
2)
Tak dididik sebagai ahli kitab atau ulama.
3)
Hidup sederhana seperti masyarakat umum
Arab saat itu.
Tapi
Nabi Muhammad:
1)
sangat cerdas,
2)
kuat hafalan,
3)
bijaksana,
4)
ahli berdagang,
5)
pandai memimpin.
Jadi “ummi”
bukan berarti bodoh.
Sebelum
jadi nabi
1)
Nabi Muhammad
2)
Hidup sebagai orang biasa
Sebelum
wahyu turun:
Nabi
Muhammad
1)
Berdagang,
2)
Menggembala,
3)
Hidup dalam masyarakat Quraisy.
Logika
modern
Bukti
Nabi Muhammad
Pahami:
1)
kehidupan rakyat,
2)
kesulitan ekonomi,
3)
hubungan sosial,
4)
konflik manusia.
Karena
itu
1)
Ajaran Nabi Muhammad
2)
Dekat kehidupan nyata.
B. Nabi
MUHammad tak belajar dari kitab-kitab sebelumnya
Nabi
Muhammad BUKAN:
1)
penulis kitab,
2)
penyair besar,
3)
ahli filsafat,
4)
pendeta Yahudi atau Nasrani.
Tapi
setelah jadi nabi.
1)
Membawa Al-Qur’an
2)
Dengan bahasa sangat tinggi.
Logika
modern
1)
Ini salah satu alasan
2)
Banyak orang kagum:
a.
Orang tak belajar sastra tingkat tinggi
b.
Bisa sampaikan Al-Qur’an
c.
Yang sangat dalam isi dan bahasanya.
1)
Dalam pandangan Islam
2)
Hal itu bukti wahyu dari Allah.
C. Nabi Muhammad
jujur sebelum kenabian
Masyarakat
Mekah beri gelar:
a.
Muhammad Al-Amin
b.
Orang terpercaya.
Logika
modern
Allah
memilih orang:
1)
jujur,
2)
bersih dari kebiasaan buruk,
3)
dipercaya masyarakat.
a.
Pembawa pesan besar
b.
Harus punya integritas.
D. Sesudah
jadi nabi
1.
Nabi MUHammad terima wahyu
a.
Pada usia sekitar 40 tahun
b.
Wahyu pertama turun di Gua Hira.
Ayat
pertama:
1)
“Bacalah dengan nama Tuhanmu…”
2)
Surah Al-Alaq 96:1
Logika
modern
1)
Menariknya.
2)
Wahyu pertama
3)
Tentang membaca dan ilmu.
4)
Meskipun Nabi dikenal ummi.
Pesannya:
1)
Islam dorong ilmu pengetahuan,
2)
belajar sangat penting bagi manusia.
E. Nabi
Muhammad jadi guru dan pemimpin umat
Sesudah
jadi nabi
Nabi
Muhammad
1)
Ajarkan tauhid,
2)
Perbaiki akhlak,
3)
Membangun masyarakat adil,
4)
Damaikan suku bermusuhan.
QS
Al-Jumu'ah (62:2)
“Dia
mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah…”
Logika
modern
1)
Nabi Muhammad
2)
Tak ikut pendidikan formal
3)
Seperti Profesor modern
Tapi
Nabi MUHammad
Sukses:
1)
Ubah masyarakat jahiliah,
2)
Membangun peradaban,
3)
Satukan bangsa-bangsa.
a.
Ini bukti.
b.
Kecerdasan tidak selalu
c.
Dari sekolah formal.
F.
Nabi Muhammad tetap rendah hati
Nabi jadi
pemimpin besar:
1)
Tetap hidup sederhana,
2)
Tak hidup mewah,
3)
Tetap dekat rakyat.
Logika
modern
Pemimpin
yang baik:
1)
tidak sombong,
2)
melayani masyarakat,
3)
memberi teladan langsung.
Hikmah
Nabi Muhammad
Sebagai
nabi ummi
Dalam
Al-Qur’an
Bukti:
1)
Al-Qur’an bukan buatan manusia,
2)
Wahyu dari Allah.
Dalam
logika modern
Pesan
pentingnya:
1)
Pendidikan formal penting
2)
Tapi bukan satu-satunya ukuran kecerdasan,
3)
Karakter lebih penting daripada gelar,
4)
Orang sederhana bisa membawa perubahan
besar,
5)
ilmu harus dipakai untuk kebaikan manusia.
Kesimpulan
Sebelum
jadi nabi:
1)
Nabi Muhammad ummi
2)
Jujur dan sederhana
3)
Dipercaya masyarakat.
Sesudah
jadi nabi:
1)
Nabi terima wahyu,
2)
Mengajar ilmu dan akhlak,
3)
Memimpin perubahan besar
4)
Dalam sejarah manusia.
Menurut
Al-Qur’an.
1)
Nabi yang ummi
2)
Salah satu bukti
3)
Al-Qur’an dari Allah.
4)
Bukan karangan manusia.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT


.jpg)
.jpg)

0 comments:
Post a Comment