AN-NISA 19 ISLAM ANGKAT DERAJAT
WANITA ABAD 7
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
QS An-Nisa (4:19)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ
لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ
مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ
أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
Hai orang-orang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai
wanita dengan jalan paksa dan jangan kamu menyusahkan mereka karena hendak
mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, kecuali
bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaul dengan mereka
secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabar) karena
mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan
yang banyak.
Tafsir Perkata
1.
“Yā ayyuhalladzīna
āmanū”
“Wahai orang-orang yang
beriman.”
1)
Makna Qur’an
a.
Allah khusus panggil
orang beriman
b.
Sebab aturan rumah
tangga
c.
Dibangun dengan iman dan
akhlak.
2)
Logika modern
a.
Jika manusia punya iman
dan moral.
b.
Maka hubungan keluarga
a.
Sehat, aman, dan tak
kasar.
2.
“Lā yahillu lakum”
“Tidak halal bagi
kalian.”
1)
Makna Qur’an
a.
Ada perbuatan dilarang
keras
b.
Oleh Allah.
2)
Logika modern
a.
Tak semua yang bisa
dilakukan
b.
Berarti benar dilakukan.
c.
Manusia perlu aturan
moral
d.
Agar tak menindas orang
lain.
3.
“An taritsun nisā’a
karhan”
“Mewarisi perempuan
secara paksa.”
1)
Makna Qur’an
a.
Pada zaman jahiliah.
b.
Perempuan dianggap barang
warisan
c.
Setelah suaminya
meninggal.
d.
Mereka dipaksa menikah
atau ditahan haknya.
2)
Islam melarang hal itu.
3)
Logika modern
a.
Islam melindungi hak Perempuan.
b.
Boleh pilih pasangan.
c.
Aturan ini
d.
Ini sangat maju
e.
Pada abad ke-7
1)
Perempuan bukan barang.
2)
Tapi manusia punya hak
dan kehormatan.
4.
“Wa lā ta’dhulūhunna”
“Jangan kalian menyusahkan mereka.”
1)
Makna Qur’an
a.
Suami atau keluarga
b.
Tak boleh menekan
c.
Tak boleh menyakiti.
d.
Tak boleh mempersulit
perempuan.
2)
Logika modern
a.
Hubungan penuh tekanan
mental.
b.
Merusak psikologi,
keluarga, dan anak-anak.
5.
“Litadzhabū biba’dhi mā
ātaitumūhunna”
“Agar kalian mengambil
kembali pemberian yang telah diberikan.”
1)
Makna Qur’an
a.
Suami tak boleh menyiksa
istri
b.
Agar istri menyerahkan Kembali
c.
Mahar atau hartanya.
2)
Logika modern
a.
Manipulasi ekonomi rumah
tangga.
b.
Bentuk zalim dan
kekerasan psikologis.
6.
“Illā an ya’tīna
bifāhisyatin mubayyinah”
“Kecuali jika mereka
melakukan perbuatan keji yang nyata.”
1)
Makna Qur’an
a.
Jika ada pelanggaran
besar yang jelas.
b.
Maka beda aturan hukum.
2)
Logika modern
a.
Keadilan berdasar salah
nyata.
b.
Bukan tuduhan, tapi tanpa bukti.
7.
“Wa ‘āsyirūhunna bil
ma’rūf”
“Pergauli mereka dengan cara yang baik.”
1)
Makna Qur’an
a.
Suami harus perlakukan
istri
b.
Dengan lembut, hormat,
adil, dan penuh kasih.
2)
Logika modern
a.
Komunikasi baik
b.
Saling menghargai
c.
Fondasi keluarga
harmonis.
8.
“Fa in karihtumūhunna”
“Jika kalian tak menyukai mereka.”
1)
Makna Qur’an
a.
Kadang dalam rumah
tangga
b.
Ada rasa kecewa atau tak
cocok.
2)
Logika modern
a.
Perasaan manusia bisa
berubah.
b.
Tak semua hubungan
selalu sempurna.
9.
“Fa ‘asā an takrahū
syai’an”
“Boleh jadi kalian membenci sesuatu.”
1)
Makna Qur’an
a.
Manusia sering menilai
b.
Berdasar emosi sesaat.
2)
Logika modern
a.
Saat marah
b.
Manusia sering tak
objektif
c.
Hanya lihat kekurangan.
10. “Wa yaj’alallāhu fīhi khairan katsīrā”
“Padahal Allah menjadikan banyak kebaikan di
dalamnya.”
1)
Makna Qur’an
a.
Sabar dan akhlak baik
b.
Hasilkan kebaikan besar
c.
Di masa depan.
2)
Logika modern
a.
Banyak hubungan membaik
b.
Setelah komunikasi, sabar
c.
Dan waktu berlalu.
d.
Kadang manusia baru
sadar
e.
Nilai seseorang
f.
Setelah lewati ujian.
Kesimpulan
Surah An-Nisa 19 ajarkan:
1)
Perempuan harus
dihormati
2)
tak diperlakukan seperti
barang.
3)
Rumah tangga harus
dibangun dengan kasih sayang dan akhlak baik.
4)
Tak boleh ada penindasan
mental, fisik, atau ekonomi.
5)
Kesabaran dan kebaikan
sering hasilkan kebahagiaan
6)
Yang belum terlihat
sekarang.
Versi logika modern
Ayat ini sesuai prinsip:
1)
hak asasi manusia,
2)
perlindungan perempuan,
3)
kesehatan mental
keluarga,
4)
komunikasi sehat,
5)
keadilan sosial.
a.
Islam angkat martabat
manusia.
b.
Terutama kelompok tertindas.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
%20-%20Copy.bmp)
.bmp)
.bmp)
.bmp)
0 comments:
Post a Comment