JANGAN NETRAL SOAL BENAR DAN SALAH
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Dalam
1)
Al-Qur'an
2)
Logika modern.
Orang bersikap netral
1)
Tak selalu benar.
Dalam kondisi tertentu
1)
Orang wajib berpihak pada kebenaran.
2)
Bukan netral.
A.
Menurut Al-Qur'an
1)
Al-Qur'an perintahkan
2)
Orang beriman
Wajib:
a.
Berdiri di pihak yang benar
b.
Menegakkan keadilan.
QS Al-Ma'idah (5: 8)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا
قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ
قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang beriman
hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah,
menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum,
mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil lebih dekat
kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan.
Catatan.
1)
"Jangan bencimu pada suatu kaum
2)
Mendorongmu berlaku tidak adil.
3)
Berlaku adillah
4)
Karena adil dekat pada takwa."
QS An-Nisa (4:135)
۞ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا
قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ
الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ
أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ
تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Wahai orang-orang beriman,
jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena
Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia
kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu maslahatnya. Maka jangan kamu mengikuti
hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan
(kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
segala apa yang kamu kerjakan.
Catatan.
1)
Allah perintahkan jadi penegak
keadilan dan saksi karena Allah.
2)
Meskipun pada diri sendiri, orang tua,
atau kerabat.
3)
Artinya
a.
Muslim tidak boleh netral
b.
Dalam soal hak dan batil.
4)
Yang diperintahkan
a.
Berpihak pada kebenaran.
b.
Tetap adil pada semua orang.
B.
Menurut logika modern
1)
Dalam hidup sehari-hari.
2)
Sikap netral
3)
Tak selalu pilihan baik.
Contohnya:
1)
Jika melihat perundungan (bullying)
2)
Lalu berkata, "Saya netral,"
3)
Maka korban tak dapat pembelaan.
4)
Jika melihat korupsi
5)
Tapi memilih diam demi netral.
6)
Maka tidak adil terus berlangsung.
7)
Jika hakim tahu buktijelas
8)
Tapi "netral" antara pelaku
dan korban.
9)
Maka putusan yang benar
10) Tak akan tercapai.
Logika modern menilai
1)
Ketika fakta sudah jelas.
2)
Sikap yang benar
a.
Mendukung kebenaran
b.
Menolak kesalahan.
c.
Bukan bersikap netral.
Kesimpulan
1)
Netral
a.
Cocok saat fakta belum jelas
b.
Saat kumpulkan informasi.
2)
Setelah kebenaran terbukti.
3)
Al-Qur'an dan logika modern ajarkan
a.
Agar berpihak pada yang benar.
b.
Tapi tetap adil, objektif
c.
Tak zalim pada siapa pun.
4)
Ini perbedaan
a.
Berpihak karena kebenaran
b.
berpihak karena hawa nafsu
c.
berpihak sebab atau kepentingan.
Lawan kata netral, objektif, adil
1.
Netral ↔ Memihak (berpihak)
1)
Netral:
Tak memihak siapa pun.
2)
Lawannya:
Memihak salah satu pihak
Karena dekat, kepentingan, atau perasaan.
2.
Adil ↔ Zalim (tidak adil)
1)
Adil:
a.
Menempatkan sesuatu pada tempatnya
b.
Memberikan hak pada yang berhak.
2)
Lawannya: zalim
a.
Yaitu merampas hak.
b.
Berlaku sewenang-wenang.
c.
Memperlakukan orang tak semestinya.
o
3.
Objektif ↔ Subjektif
1)
Objektif:
Menilai berdasar fakta dan bukti.
2)
Lawannya: subjektif.
a.
Menilai berdasar perasaan, prasangka,
kepentingan, atau pendapat pribadi.
o
Dalam Al-Qur'an.
1)
Adil adalah perintah.
2)
Netral tak selalu diperintahkan.
Seorang Muslim
1)
Tak boleh netral
Dalam soal benar dan batil.
2)
Yang diperintahkan
a.
Sikap adil
b.
Objektif.
c.
Meskipun pada orang tak disukai
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
.jpg)
0 comments:
Post a Comment