KAFIR MERASA SUKSES DUNIA AKHIRAT MARYAM 73
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
QS Maryam (19:73-76)
وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا
بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَيُّ الْفَرِيقَيْنِ
خَيْرٌ مَقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا
73. Dan apabila
dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya), niscaya
orang-orang kafir berkata kepada orang-orang beriman: "Manakah di antara
kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih
indah tempat pertemuan(nya)?"
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ
قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثًا وَرِئْيًا
74. Berapa banyak umat
yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedangkan mereka lebih bagus alat
rumah tangganya dan lebih sedap di pandang mata.
قُلْ مَنْ كَانَ فِي الضَّلَالَةِ
فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمَٰنُ مَدًّا ۚ حَتَّىٰ إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ
إِمَّا الْعَذَابَ وَإِمَّا السَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَكَانًا
وَأَضْعَفُ جُنْدًا
75. Katakan:
"Barangsiapa berada dalam kesesatan, maka biar Tuhan yang Maha Pemurah
memperpanjang tempo baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang
diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka mereka akan mengetahui
siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolong-penolongnya".
وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا
هُدًى ۗ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ
مَرَدًّا
76. Dan Allah akan
menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal
saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik
kesudahannya.
Catatan.
Ayat 73
Ketika ayat-ayat Allah dibacakan
dengan jelas, orang-orang kafir berkata kepada orang beriman, "Siapa yang
lebih baik kedudukannya dan lebih hebat pergaulannya?"
Maknanya:
1)
Orang kafir mengukur kebenaran
berdasar
a.
Kekayaan.
b.
Jabatan.
c.
Status social.
2)
Tak berdasar kebenaran itu sendiri.
Logika modern:
1)
Orang bisa kaya dan terkenal.
2)
Punya banyak pengikut di media social.
3)
Tak otomatis pendapatnya benar.
4)
Kebenaran tak ditentukan popular.
Ayat 74
Allah mengingatkan bahwa sebelum
mereka, banyak generasi yang lebih kuat, lebih kaya, dan lebih megah telah
dibinasakan.
Maknanya:
1)
Kekayaan dan kekuasaan
2)
Bukan jaminan selamat
3)
Banyak bangsa besar
4)
Pada akhirnya runtuh.
Logika modern:
1)
Dalam Sejarah.
2)
Banyak kerajaan, perusahaan, dan tokoh
besar
3)
Pernah Berjaya
4)
Tapi lalu hilang.
5)
Kejayaan materi
6)
Hanya bersifat sementara.
Ayat 75
Allah membiarkan orang memilih sesat
berjalan dalam pilihannya sampai mereka melihat akibat yang dijanjikan, yaitu azab
di dunia dan akhirat.
Maknanya:
1)
Allah beri manusia
2)
Boleh memilih bebas.
3)
Tapi pilihan punya konsekuensi
4)
Akan terlihat pada waktunya.
Logika modern:
1)
Orang terus abaikan nasihat
2)
Bisa aman sementara.
3)
Tapi akibat pilihannya
4)
Biasanya muncul kemudian.
Ayat 76
Allah menambah petunjuk bagi orang
yang menerima hidayah. Amal saleh yang kekal lebih baik di sisi Allah.
Maknanya:
1)
Orang makin ikuti petunjuk Allah.
2)
Makin tambah paham dan kebaikannya.
3)
Yang paling berharga bukan harta.
4)
Tapi amal baik
5)
Yang terus beri manfaat.
Logika modern:
1)
Kebiasaan baik
2)
Memperkuat karakter baik.
3)
Kebiasaan buruk
4)
Makin menguat
5)
Jika terus diulang.
6)
Reputasi, uang, dan popular
7)
Bisa hilang
8)
Tapi manfaat perbuatan baik
9)
Bertahan lama.
Pesan Utama Ayat 73–76
1)
Jangan ukur kebenaran dari kekayaan
atau status sosial.
2)
Kejayaan dunia bersifat sementara.
3)
Tiap pilihan punya konsekuensi.
4)
Hidayah bertambah
5)
Bagi orang yang terima kebenaran.
6)
Amal saleh lebih bernilai
7)
Daripada mewah dunia.
Ayat-ayat ini ajarkan
1)
Nilai manusia di sisi Allah
2)
Tak ditentukan kaya atau terkenal.
3)
Tapi iman, akhlak, dan amal salehnya.
ASBABUN NUZUL
SURAH MARYAM 73-76
Sebab turun ayat
1)
Menurut ahli tafsir.
2)
Ayat-ayat ini turun
3)
Terkait sikap pemuka Kaum Quraisy.
4)
Banggakan:
a.
Kaya harta.
b.
Kedudukan
c.
Pengaruh mereka
5)
Dibanding kaum Muslim
a.
Pada saat itu
b.
Banyak yang lemah dan miskin.
1)
Ada riwaya tokoh Quraisy
2)
Bernama Al-'Ash bin Wa'il.
3)
Ia menolak beriman dan sombong.
4)
Dia klaim
a.
Jika ada hidup setelah mati.
b.
Maka dia tetap kaya harta
c.
Punya pangkat tingi
d.
Di akhirat
5)
Allah turunkan ayat
6)
Bantah sombong itu
7)
Allah tegaskan
a.
Mulia sejati
b.
Bukan pada kekayaan
c.
Bukan pada status duniawi.
d.
Tapi pada iman dan takwa.
Hubungan Ayat 73–76
1)
Ayat 73:
a.
Orang kafir bangga
b.
Status sosial dan kaya harta.
2)
Ayat 74:
a.
Allah ingatkan
b.
Banyak generasi lebih hebat
c.
Telah binasa.
3)
Ayat 75:
a.
Allah biarkan
b.
Orang memilih sesat
c.
Hingga melihat akibatnya.
4)
Ayat 76:
a.
Orang menerima petunjuk
b.
Akan ditambah hidayah
c.
Amal saleh lebih berharga
d.
Daripada megah dunia.
Pelajaran
Dalam Al-Qur'an.
1)
Ukuran sukses
2)
Bukan kaya, jabatan, atau popular.
3)
Tapi iman dan amal saleh.
Secara logika modern.
1)
Sejarah tunjukkan
2)
Kekuasaan dan kekayaan dapat hilang.
3)
Tapi
a.
Integritas.
b.
Ilmu.
c.
Kebaikan
4)
Sering tinggalkan pengaruh
5)
Yang bertahan lama.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT







0 comments:
Post a Comment