ADA NABI GAGAL MENDIDIK ISTRI DAN ANAKNYA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Dalam Al-Qur'an.
1)
Ada pelajaran aneh.
2)
Nabi tak bisa memaksa
a.
Orang yang dicintainya
b.
Untuk beriman
c.
Untuk jadi baik.
3)
Tugas Nabi
a.
Menyampaikan.
b.
Menjelaskan.
c.
Mendidik.
d.
Tapi hidayah milik
Allah.
Contoh
A.
Nabi Nuh dan
istrinya
QS At-Tahrim (66:10)
ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ
كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ
عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ
شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ
Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai
perumpamaan bagi orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang
hamba saleh di antara hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada
suaminya (masing-masing), maka suaminya tidak dapat membantu mereka sedikitpun
dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam
jahanam bersama oran yang masuk (jahanam)".
Catatan.
1)
Istri Nabi Nuh tidak
beriman
a.
Meskipun hidup bersama
nabi
b.
Selama bertahun-tahun.
2)
Al-Qur'an jadikan contoh
a.
Dedekat orang saleh
b.
Tak otomatis jadi saleh.
Pelajaran:
1)
Nabi Nuh sudah berdakwah
2)
Memberi teladan.
3)
Tapi istrinya
4)
Pilih jalan berbeda.
5)
Yang gagal bukan dakwah
Nabi Nuh.
6)
Tapi istrinya menolak
kebenaran.
B.
Nabi Nuh dan
anaknya
QS Hud (11:42-46)
وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ
كَالْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ
مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ
42. Dan bahtera itu
berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil
anaknya, sedangkan anak itu berada di tempa jauh terpencil: "Hai anakku,
naiklah (ke kapal) bersama kami dan jangan kamu berada bersama orang
kafir".
قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي
مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ
رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ
43. Anaknya menjawab:
"Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air
bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab
Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang
antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang ditenggelamkan.
وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ
وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى
الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
44. Dan difirmankan:
"Hai bumi telan airmu, dan hai langit (hujan) berhenti," dan airpun
disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit
Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim".
وَنَادَىٰ نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ
إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ
الْحَاكِمِينَ
45. Dan Nuh berseru
kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk
keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itu yang benar. Dan Engkau Hakim yang
seadil-adilnya".
قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ
أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ
بِهِ عِلْمٌ ۖ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ
46. Allah berfirman:
"Hai Nuh, sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan
diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu
jangan kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya.
Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang
tidak berpengetahuan".
Catatan.
1)
Ketika banjir besar
datang.
a.
Nabi Nuh memanggil
anaknya
b.
Agar naik ke kapal.
2)
Anaknya menolak
3)
Dan berkata akan
berlindung ke gunung.
4)
Akhirnya ia tenggelam.
Pelajaran:
1)
Orang tua
Boleh menasihati berkali-kali.
2)
Tetapi anak
Punya pilihan sendiri.
3)
Orang tua
Tak dapat memaksa hati anak.
C.
Nabi Luth dan
istrinya
QS At-Tahrim (66:10).
(Lihat di atas)
Catatan.
1)
Istri Nabi Luth
a.
Juga tak ikuti ajaran
suaminya
b.
Dia berpihak kaum durhaka.
2)
Akibatnya
3)
Dia ikut menerima azab.
D.
Apakah para Nabi gagal
mendidik keluarganya?
Jawaban.
1)
Dilihat dalam Al-Qur'an.
2)
Tak tepat disebut nabi
gagal.
Karena:
1)
Tugas Nabi
Menyampaikan kebenaran.
2)
Tugas manusia
Bisa memilih.
3)
Allah beri kebebasan
a.
Tiap orang bisa menerima
b.
Bisa menolak petunjuk.
Menurut logika modern
1)
Dalam ilmu pendidikan
modern
a.
Sukses mendidik
b.
Tak hanya bergantung
orang tua.
Banyak factor
berpengaruh.
Seperti:
1)
kemauan anak,
2)
lingkungan,
3)
teman,
4)
pengalaman hidup,
5)
keputusan pribadi.
Maka orang tua terbaik
1)
Bisa punya anak
menyimpang.
2)
Dan sebaliknya.
3)
Anak dari keluarga
kurang baik
4)
Bisa tumbuh jadi orang
saleh.
Kesimpulan
Pelajaran Al-Qur'an:
1)
Orang tua
Wajib mendidik, menasihati, dan beri teladan.
2)
Hasil akhir
Tak sepenuhnya di tangan orang tua.
3)
Jangan sombong
Jika anak kita baik.
4)
Tak langsung salahkan
diri sendiri
Jika sudah usaha maksimal
a.
Tapi anak atau pasangan
b.
Tetap pilih jalan salah.
5)
Yang dinilai Allah
a.
Serius jalankan tanggung jawab.
b.
Tak kemampuan memaksa
orang lain
Untuk berubah.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT




0 comments:
Post a Comment