Saturday, June 27, 2026

55805. ADA NABI GAGAL MENDIDIK ISTRI DAN ANAK

 





ADA NABI GAGAL MENDIDIK ISTRI DAN ANAKNYA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 



Dalam Al-Qur'an.

 

1)        Ada pelajaran aneh.

 

2)        Nabi tak bisa memaksa

 

a.                Orang yang dicintainya

b.                Untuk beriman

c.                Untuk jadi baik.

 

3)        Tugas Nabi

 

a.        Menyampaikan.

b.        Menjelaskan.

 

c.        Mendidik.

d.        Tapi hidayah milik Allah.

 

Contoh

 

A.       Nabi Nuh dan istrinya

 

QS At-Tahrim (66:10)

 

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ

 

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba saleh di antara hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahanam bersama oran yang masuk (jahanam)".

 

Catatan.

 

 

1)        Istri Nabi Nuh tidak beriman

 

a.        Meskipun hidup bersama nabi

b.        Selama bertahun-tahun.

 

2)        Al-Qur'an jadikan contoh

 

a.        Dedekat orang saleh

b.        Tak otomatis jadi saleh.

 

Pelajaran:

 

1)        Nabi Nuh sudah berdakwah

2)        Memberi teladan.

 

3)        Tapi istrinya

4)        Pilih jalan berbeda.

 

5)        Yang gagal bukan dakwah Nabi Nuh.

6)        Tapi istrinya menolak kebenaran.

 

B.       Nabi Nuh dan anaknya

 

QS Hud (11:42-46)

 

وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ

 

42. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedangkan anak itu berada di tempa jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan jangan kamu berada bersama orang kafir".

 

قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ

 

43. Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang ditenggelamkan.

 

وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

 

44. Dan difirmankan: "Hai bumi telan airmu, dan hai langit (hujan) berhenti," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim".

 

وَنَادَىٰ نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ

 

45. Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itu yang benar. Dan Engkau Hakim yang seadil-adilnya".

 

قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۖ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

 

46. Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukan termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu jangan kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang tidak berpengetahuan".

 

Catatan.

 

1)        Ketika banjir besar datang.

 

a.        Nabi Nuh memanggil anaknya

b.        Agar naik ke kapal.

 

2)        Anaknya menolak

3)        Dan berkata akan berlindung ke gunung.

 

4)        Akhirnya ia tenggelam.

 

 

Pelajaran:

 

1)        Orang tua

Boleh menasihati berkali-kali.

 

2)        Tetapi anak

Punya pilihan sendiri.

 

3)        Orang tua

Tak dapat memaksa hati anak.

 

C.       Nabi Luth dan istrinya

 

QS At-Tahrim (66:10).

(Lihat di atas)

 

Catatan.

 

1)        Istri Nabi Luth

 

a.        Juga tak ikuti ajaran suaminya

b.         Dia berpihak kaum durhaka.

 

2)        Akibatnya

3)        Dia ikut menerima azab.

 

D.       Apakah para Nabi gagal mendidik keluarganya?

 

Jawaban.

 

1)        Dilihat dalam Al-Qur'an.

2)        Tak tepat disebut nabi gagal.

 

Karena:

 

1)        Tugas Nabi

Menyampaikan kebenaran.

 

2)        Tugas manusia

Bisa memilih.

 

3)        Allah beri kebebasan

 

a.         Tiap orang bisa menerima

b.         Bisa menolak petunjuk.

 

Menurut logika modern

 

1)        Dalam ilmu pendidikan modern

 

a.        Sukses mendidik

b.        Tak hanya bergantung orang tua. 

 

Banyak factor berpengaruh.

Seperti:

 

1)        kemauan anak,

2)        lingkungan,

 

3)        teman,

4)        pengalaman hidup,

5)        keputusan pribadi.

 

Maka orang tua terbaik

 

1)        Bisa punya anak menyimpang.

2)        Dan sebaliknya.

 

3)        Anak dari keluarga kurang baik

4)        Bisa tumbuh jadi orang saleh.

 

Kesimpulan

Pelajaran Al-Qur'an:

 

1)        Orang tua

Wajib mendidik, menasihati, dan beri teladan.

 

2)        Hasil akhir

Tak sepenuhnya di tangan orang tua.

 

3)        Jangan sombong

Jika anak kita baik.

 

4)        Tak langsung salahkan diri sendiri

Jika sudah usaha maksimal

 

a.        Tapi anak atau pasangan

b.        Tetap pilih jalan salah.

 

5)        Yang dinilai Allah

 

a.         Serius jalankan tanggung jawab.

 

b.        Tak kemampuan memaksa orang lain

Untuk berubah.

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

Top of Form

Bottom of Form

 

 

0 comments:

Post a Comment