ADA 6 SYARAT NEGARA MAKMUR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Syarat jadi negara Makmur
Dalam
1)
Quran
2)
Logika modern
Menurut Al-Qur'an
Kemakmuran suatu negara
1)
Tak hanya diukur dari
kekayaan.
2)
Tetapi juga dari
a.
Keadilan.
b.
Moral.
c.
Ilmu.
d.
Rasa syukur pada Allah.
Ada 6 pilar utama
Syarat negara Makmur
Yaitu:
1)
Iman dan Takwa
2)
Keadilan
3)
Ilmu Pengetahuan
4)
Kerja Keras dan
Produktivitas
5)
Syukur dan Tidak Boros
6)
Persatuan dan Kerja Sama
Penjelasan.
A.
Iman dan Takwa
QS. Al-A'raf (7:96)
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا
وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti
Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sebab perbuatannya.
Catatan.
1)
"Sekiranya penduduk
negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka
berkah dari langit dan bumi."
Makna Qur'an:
1)
Iman dan takwa
2)
Membuka pintu berkah.
Logika modern:
1)
Negara yang warganya
a.
Jujur.
b.
Disiplin.
c.
Tanggung jawab
2)
Cenderung punya
a.
Korupsi rendah.
b.
Ekonomi stabil.
c.
Lebih sejahtera.
B.
Prinsip Keadilan
QS. An-Nahl (16:90)
۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ
وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ
وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat
kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji,
kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat
mengambil pelajaran.
Catatan.
1)
"Sesungguhnya Allah
menyuruh (kamu) berlaku adil."
Makna Qur'an:
1)
Adil adalah fondasi hidup
masyarakat.
Logika modern:
1)
Investor, pelaku usaha,
dan rakyat
2)
Percaya pada negara punya
hukum adil.
3)
Negara dengan sistem
hukum kuat
4)
Biasanya lebih makmur.
C.
Ilmu Pengetahuan
QS. Az-Zumar (39:9)
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ
سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ
يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا
يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) atau
orang beribadat di waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut
kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakan: "Adakah
sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?"
Sesungguhnya orang berakal yang dapat menerima pelajaran.
Catatan.
1)
"Katakan: Apakah
sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak
mengetahui?"
Makna Qur'an:
1)
Ilmu adalah jalan
kemajuan.
Logika modern:
1)
Negara maju
Seperti
a.
Jepang.
b.
Korea Selatan.
c.
Singapura
2)
Cepat berkembang
Karena factor
a.
Pendidikan.
b.
Riset.
c.
Teknologi.
D.
Kerja Keras dan
Produktivitas
QS. An-Najm (53:39)
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا
سَعَىٰ
Dan bahwa seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang
telah diusahakannya,
Catatan.
1)
"Manusia tidak
memperoleh selain apa yang telah diusahakannya."
Makna Qur'an:
1)
Makmur perlu usaha.
2)
Butuh kerja keras.
Logika modern:
1)
Produktivitas tenaga
kerja
2)
Banyak inovasi
3)
Sumber utama pertumbuhan
ekonomi.
E.
Syukur dan Tidak Boros
QS. Ibrahim (14:7)
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ
شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat)
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku
sangat pedih".
Catatan.
1)
"Jika kamu
bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu."
Makna Qur'an:
1)
Nikmat bertambah dengan
syukur.
Logika modern:
1)
Pengelolaan sumber daya
yang baik.
2)
Tak korupsi.
3)
Tak boros
4)
Membuat negara lebih
sejahtera.
F.
Persatuan dan Kerja Sama
QS. Ali 'Imran (3:103)
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ
جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ
كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ
إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا
ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semua pada tali (agama) Allah, dan
jangan kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu
dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadi kamu karena nikmat Allah, orang-orang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi
jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikian Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Catatan.
1)
"Berpegang teguhlah
kamu semuanya kepada tali Allah dan jangan bercerai-berai."
Makna Qur'an:
1)
Persatuan hasilkan
kekuatan.
Logika modern:
1)
Konflik dan perpecahan
2)
Hambat Pembangunan
3)
Stabilitas sosial
mempercepat maju.
Kesimpulan
Al-Qur'an tunjukkan
Negara makmur
Punya 6 enam pilar
utama:
Yaitu:
1)
Iman dan takwa.
2)
Keadilan.
3)
Ilmu pengetahuan.
4)
Kerja keras dan
produktivitas.
5)
Syukur dan pengelolaan
yang baik.
6)
Persatuan dan stabilitas
sosial.
Dalam bahasa sederhana.
Qur'an dan logika modern
Sama-sama ajarkan
1)
Negara akan Makmur
2)
Jika warga
a.
Berakhlak baik.
b.
Berilmu.
c.
Bekerja keras.
d.
Adil.
e.
Bersatu.
f.
Mengelola kekayaan
dengan benar.
Tergambar dalam konsep
negeri baik
Baldatun thayyibatun wa
rabbun ghafur.
QS. Saba' (34:15)
لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ
آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ
وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ
Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Tuhan) di
tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah
kiri. (kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezeki yang
(dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukur kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri
yang baik dan (Tuhanmu) adalah
Tuhan Yang Maha Pengampun".
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
.

0 comments:
Post a Comment