Monday, March 9, 2026

55129. JAWABAN QURAN PADA ATEIS MODERN

 


JAWABAN QURAN UNTUK ATEIS MODERN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Jawaban Al-Qur’an

1)        Pada pikiran ateis modern

2)        Yang menolak adaanya Tuhan.

 

Al-Qur’an

1)        M emerintah untuk beriman.

2)        Juga ajak pakai akal.

 

Yaitu:

 

1)        Alam Semesta Tidak Mungkin Ada Tanpa Pencipta

2)        Keteraturan Alam Menunjukkan Ada Pengatur

 

3)        Hati Manusia Sebenarnya Mengenal Tuhan

 

4)        Ateis Sering Menolak Karena Kesombongan

 

 

5)        Alam Semesta Tidak Mungkin Terjadi Secara Kebetulan

 

6)        Jika Tidak Ada Tuhan, Hidup Tidak Punya Tujuan

 

7)        Tanda Tuhan Ada di Alam dan Dalam Diri Manusia

 

 

A.       Alam Semesta Tidak Mungkin Ada Tanpa Pencipta

 

1)        Al-Qur’an bertanya logika sederhana:

 

2)        “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu, atau mereka menciptakan diri mereka sendiri?”

 

QS At-Tur (52:35)

 

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ

 

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun atau mereka menciptakan (diri sendiri)?

 

3)        Maknanya:

 

4)        Ada 3 kemungkinan tentang manusia dan alam semesta:

 

 

a.        Tercipta tanpa sebab

 (mustahil menurut akal).

 

b.        Menciptakan diri sendiri

(juga mustahil).

 

c.        Ada Pencipta.

 

5)        Al-Qur’an arahkan kesimpulan ke-3:

6)        Allah adalah Pencipta.

 

 

B.       Keteraturan Alam Menunjukkan Ada Pengatur

 

1)        Al-Qur’an ajak melihat langit:

 

2)        “Engkau tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih sesuatu yang tidak seimbang.”

 

QS Al-Mulk (67:3)


الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ

 

Yang telah menciptakan 7 langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihat berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

 

3)        Maknanya:

4)        Alam semesta punya hukum sangat teratur:

 

a.        peredaran planet

b.        siang dan malam

c.        hukum fisika

 

5)        Keteraturan ini

6)        Bukti ada Pengatur (Allah).

 

 

C.       Hati Manusia Sebenarnya Mengenal Tuhan

 

1)        Al-Qur’an jelaskan

2)        Fitrah manusia mengenal Tuhan.

 

3)        “Maka hadapkan wajahmu kepada agama yang lurus; fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.”

 

QS Ar-Rum (30:30)

 

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

 

Maka hadapkan wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetap atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itu) agama yang lurus; tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

 

4)        Artinya:

5)        Dalam hati manusia

 

6)        Ada naluri mengenal Tuhan.

7)        Tapi tertutup oleh sombong.

8)        Dan pengaruh lingkungan.

 

 

D.       Ateis Sering Menolak Karena Kesombongan

 

1)        Al-Qur’an jelaskan

2)        Sebab psikologis menolak iman:

 

3)        “Mereka mengingkarinya karena zalim dan sombong, padahal hati mereka meyakininya.”

 

QS An-Naml (27:14)


وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

 

Dan mereka mengingkarinya karena zalim dan sombong padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikan betapa kesudahan orang yang berbuat kebinasaan.

 

4)        Banyak orang menolak Tuhan

5)        Bukan kurang bukti.

 

6)        Tapi karena:

 

 

a.        sombong intelek

b.        tak ingin terikat aturan Tuhan.

 

 

E.       Alam Semesta Tidak Mungkin Terjadi Kebetulan

 

1)        Al-Qur’an tegaskan:

 

2)        “Kami tak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia.”


QS Sad (38:27)

 

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ۚ ذَٰلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ

 

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian anggapan orang-orang kafir, maka celaka orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.

 

3)        Maknanya:

 

4)        Alam semesta punya tujuan.

5)        Tak sekadar kebetulan.

 

 

F.        Jika Tidak Ada Tuhan, Hidup Tidak Punya Tujuan

 

1)        Al-Qur’an bertanya:

 

2)        “Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu secara main-main?”

 

QS Al-Mukminun (23:115)


أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

 

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?

 

3)        Pesannya:

 

4)        Jika tidak ada Tuhan:

5)        Maka:

 

a.                tidak ada tujuan hidup

b.                tidak ada keadilan akhir

c.                tidak ada makna moral.

 

6)        Al-Qur’an ajarkan

 

7)        Hidup punya tujuan:

8)        Yaitu beribadah pada Allah.

 

G.      Tanda Tuhan Ada di Alam dan Dalam Diri Manusia

 

 

1)        Al-Qur’an jelaskan metode bukti:

 

2)        “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di seluruh penjuru bumi dan pada diri mereka sendiri.”

 

QS Fussilat (41:53)


سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

 

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran  adalah benar. Tidakkah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

 

3)        Artinya:

4)        Bukti keberadaan Tuhan

 

5)        Dapat dilihat pada:

 

a.                alam semesta

 

b.                tubuh manusia

 

1)        struktur DNA

2)        otak manusia

3)        sistem tubuh sangat kompleks.

 

c.                sejarah manusia.

 

Kesimpulan

 

Jawaban Al-Qur’an pada ateisme:

 

1)        Alam tak mungkin ada, tanpa pencipta.

2)        Keteraturan alam, bukti ada pengatur.

 

3)        Manusia punya fitrah mengenal Tuhan.

4)        Penolakan sering karena sombong.

 

5)        Hidup punya tujuan  diberikan oleh Allah.

 

Dialog Al-Qur’an dan Ateis

 

1)        Orang ateis:

Alam ini terjadi sendiri.

 

2)        Jawaban logika Al-Qur’an:

a.                Jika alam terjadi sendiri
→ siapa yang membuat hukum alam?

 

b.                Jika semua terjadi kebetulan
→ mengapa hukum alam sangat teratur?

 

c.                Jika tidak ada Tuhan
→ dari mana asal kesadaran manusia?

 

Al-Qur’an beri kesimpulan:

“Allah adalah Pencipta segala sesuatu.”


QS Az-Zumar (39:62)

 

Kisah Ilmuwan Barat Akhirnya Percaya Tuhan

 

1.        Francis Collins

 

  • Direktur proyek Human Genome Project.

1)        Awalnya ateis.

2)        Setelah pelajari DNA manusia.

 

3)        Dia simpulkan

4)        Hidup kompleks bukti ada perancang.

 

5)        Ia jadi percaya pada Tuhan.

 

 

2.        Antony Flew

 

1)        Salah satu filsuf ateis terkenal dunia.

2)        Selama puluhan tahun menolak Tuhan.

 

3)        Setelah belajar asal-usul kehidupan dan DNA.

 

4)        Akhirnya sebut alam semesta butuh pencipta.

 

3.        Allan Sandage

 

1)        Astronom galaksi dan kosmos.

2)        Ia meneliti alam semesta

3)        Dia yakin Tuhan ada.

 

Kesimpulan

 

Al-Qur’an jawab ateis dengan 3 pendekatan:

 

1)        Logika – alam tidak mungkin tanpa pencipta.

 

2)        Ilmu pengetahuan – alam penuh keteraturan.

 

3)        Fitrah manusia – hati manusia mengenal Tuhan.

 

Al-Qur’an katakan:

 

“Apakah ada keraguan tentang Allah, Pencipta langit dan bumi?”

 

QS Ibrahim (14:10)

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

0 comments:

Post a Comment