ORANG BISA
HIDUP PENDEK TAPI NILAINYA PANJANG
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
A. Mengapa
Al-Qur’an tegaskan jumlah 12 bulan?
Al-Qur’an
menyatakan tegas:
“Sesungguhnya
jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 belas bulan…”
QS.
At-Taubah (9:36)
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ
اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ
ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ
وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Sesungguhnya bilangan
bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia
menciptakan langit dan bumi, di antaranya 4 bulan haram. Itu (ketetapan) agama
yang lurus, maka jangan kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang 4 itu, dan
perangi kaum musyrik itu semua seperti mereka memerangi kamu semua, dan ketahui
bahwa Allah beserta orang bertakwa.
Catatan.
1)
Ini menarik:
2)
Hampir semua peradaban besar
3)
Akhirnya pakai 12 bulan.
4)
Padahal manusia bebas
5)
Bisa membuat 10 atau 15 bulan.
6)
Kenapa 12?
Secara
astronomi:
1)
1 siklus bulan ≈ 29,5 hari
2)
12 siklus bulan ≈ 354 hari (1 tahun Hijriah)
Angka
12 jumlah paling stabil
Untuk selaraskan:
1)
fase bulan
2)
rotasi bumi
3)
siklus tahunan manusia
Seolah
waktu manusia “dikunci”
Pada
struktur kosmik tertentu.
B. Mengapa
hari dalam Islam
Dimulai dari MAGRIB (malam)?
1)
Dalam kalender Masehi:
a.
Hari baru mulai pukul 00.00
b.
Atau tengah malam.
2)
Dalam Islam:
a.
Hari baru dimulai
b.
Saat matahari terbenam.
3)
Ini bukan kebetulan.
4)
Pola Al-Qur’an
a.
Banyak ayat menyebut urutan:
b.
“malam kemudian siang”
c.
Bukan sebaliknya.
5)
Karena realitas alam:
a.
Kita melihat gelap dulu
b.
Lalu terang.
6)
Pergantian hari paling jelas
7)
Saat matahari tenggelam.
8)
Hikmahnya
a.
Pergantian hari.
b.
Bisa dilihat langsung
c.
Tanpa jam.
9)
Sinkron dengan ibadah:
a.
Maghrib → awal hari
b.
Puasa mulai sebelum fajar
c.
Lailatul Qadr mulai malam.
10)
Islam pakai tanda alam.
11)
Bukan angka buatan manusia.
C. Ada 2
sistem waktu Qur’an
Al-Qur’an
sebut fungsi berbeda:
1)
Matahari → hitungan umum
2)
Untuk:
a.
tahun
b.
musim
c.
aktivitas dunia
1)
Bulan → hitungan ibadah
2)
Untuk:
a.
Ramadan
b.
Ibadah Haji
c.
Idul Fitri
d.
Idul Adha
Ini
disebut langsung
QS
Yunus (10:5)
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ
لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا
بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Dia Allah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan
bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan
bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah
tidak menciptakan yang demikian melainkan dengan hak. Dia menjelaskan
tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
Catatan.
1)
Artinya sejak awal
2)
Qur’an bedakan:
a.
Waktu sosial manusia
b.
Waktu spiritual manusia.
D. Konsep
waktu Qur’an ternyata relatif (mendahului sains modern)
1)
Beberapa ayat sebut waktu berbeda di sisi
Allah:
a.
1 hari = 1000 tahun manusia
(QS Al-Hajj 22:47)
b.
1 hari = 50.000 tahun
(QS Al-Ma’arij 70:4)
2)
Pesannya: waktu tak absolut.
3)
Dalam fisika modern
4)
Konsep ini disebut:
a.
Relativitas waktu
b.
Waktu bisa berbeda tergantung kondisi dan
perspektif.
5)
Al-Qur’an tak beri rumus fisika.
6)
Tapi kerangka filosofis waktu tak tunggal.
E. Mengapa
penting bagi manusia?
1)
Qur’an ajarkan:
2)
Manusia hidup dalam 2 lapisan waktu:
3)
Waktu dunia
Fungsi
a.
Kerja.
b.
Sejarah.
c.
Peradaban
4)
Waktu akhirat
Fungsi:
a.
Nilai amal
b.
Makna hidup
5)
Orang bisa hidup lama
a.
Secara kalender.
b.
Tapi pendek
c.
Secara nilai
6)
Dan sebaliknya.
7)
Orang bisa hidup sebentar
d.
Secara kalender.
e.
Tapi panjang
f. Secara
nilai
Kesimpulan
Mengapa
kalender dunia berbeda?
Jawaban.
Realitas
waktu punya 2 dimensi:
1)
Matahari
Keteraturan
dunia
2)
Bulan
Kesadaran
spiritual manusia
Al-Qur’an
satukan keduanya
1)
Sistem waktu seimbang.
2)
Akal, alam, dan ibadah.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT


0 comments:
Post a Comment