Monday, March 23, 2026

55214. SEJARAH HAJI ZAMAN JAHILIAH

 



SEJARAH IBADAH HAJI ZAMAN JAHILIAH DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Ibadah haji

Tak sepenuhnya baru.

 

Dalam Al-Qur’an

1)        Ibadah haji

2)        Ada sejak Nabi Ibrahim.

 

3)        Tapi menyimpang

4)        Pada zaman Arab jahiliah.

 

1️ Asal Haji: Dari Nabi Ibrahim

Bukan dari Arab jahiliah.

 

1)        Al-Qur’an jelaskan

2)         Kakbah dibangun oleh:

 

a.        Nabi Ibrahim

b.        Nabi Ismail

 

3)        Sebagai tempat ibadah tauhid.

 

4)        Tujuan awal haji:

 

a.        Menyembah Allah saja

b.        Mengingat Allah

c.        Persatuan manusia

 

QS Al-Haj (22:27)


وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

 

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta kurus datang dari segenap penjuru yang jauh,

 

Catatan.

1)        Allah perintahkan Ibrahim

2)        untuk menyeru manusia berhaji.

 

3)        Artinya:

 

a.         Haji sejak awal ibadah tauhid.

b.        Bukan tradisi suku Arab.

 

2️ Perubahan Zaman Jahiliah

 

1)        Seiring waktu.

2)        Ajaran Nabi Ibrahim berubah.

 

3)        Orang Arab masih melakukan haji.

4)        Tapi dicampur syirik dan adat suku.

 

Al-Qur’an singgung praktik mereka

Secara tak langsung.

 

1.        Kakbah dipenuhi berhala

 

1)        Arab jahiliah menaruh ratusan patung,

2)        Di sekitar Kakbah.

 

QS Al-An‘am (6:136)


وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَائِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَائِهِمْ ۗ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

 

Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai persangkaan mereka: "Ini untuk Allah dan ini untuk berhala kami". Maka sajian yang diperuntukkan bagi berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan sajian yang diperuntukkan bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala mereka. Amat buruk ketetapan mereka itu.

 

Catatan.

1)        Mereka persembahkan sebagian ibadah untuk Allah

 

2)        Tapi sebagian untuk berhala.

 

3)        Haji tetap ada.

4)        Tapi tauhid rusak.

 

2.        Tawaf sambil telanjang

 

1)        Sebagian orang jahiliah.

2)        Tawaf tanpa pakaian.

 

3)        Dia merasa tak pantas pakai baju

4)        Yang pernah dipakai maksiat.

 

5)        Al-Qur’an menegur:

 

QS Al-A‘raf (7:31)


۞ يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

 

Hai anak Adam, gunakan pakaianmu yang indah di tiap (masuk) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.

 

6)        “Gunakan pakaianmu yang indah tiap masuk masjid.”

 

7)        Ayat ini turun

8)        Meluruskan praktik tawaf jahiliah.

 

3.        Mengubah aturan haji sesuka hati

 

1)        Mereka geser bulan haram

2)        Demi kepentingan perang atau dagang.

 

QS At-Taubah (9:37)


إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

 

Sesungguhnya memundurkan bulan haram itu menambah kekafiran. Disesatkan orang kafir dengan memundurkan, mereka menghalalkan pada suatu tahun dan mengharamkan pada tahun lain, agar mereka dapat sesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkan, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan mereka memandang perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

 

3)        Mengundurkan bulan haram

4)        Menambah kekafiran.

 

5)        Kalender haji dimanipulasi.

 

 

4.        Kesombongan suku dalam haji

Haji jadi ajang pamer keturunan dan kebanggaan suku.

📖 QS Al-Baqarah 200

Dahulu mereka menyebut-nyebut nenek moyang setelah haji.

➡️ Zikir berubah menjadi kebanggaan tribal.


1)        Aturan sosial aneh saat ihram

2)        Ada kelompok merasa lebih suci

 

3)        Membuat aturan sendiri.

 

QS Al-Baqarah (2:189)

۞ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakan: "Bulan sabit adalah tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukan kebajikan masuk rumah dari belakangnya, tapi kebajikan ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

 

4)        Bukan kebajikan masuk rumah dari belakang.

 

5)        Kritik kebiasaan jahiliah tertentu saat ihram.

 

3️ Apa yang Masih Benar dari Haji Jahiliah?

 

1)        Beberapa ritual

2)        Masih berasal dari ajaran Ibrahim:

 

a.        Tawaf keliling Kakbah

b.        Sai antara Safa dan Marwah

 

c.        Wukuf di Arafah (meski sebagian suku menolak)

 

d.        Penyembelihan hewan kurban

 

 

3)        Qur’an tak menghapus haji.

4)        Tapi membersihkannya.

 

4️ Perbaikan oleh Nabi Muhammad ﷺ

 

1)        Ketika Islam datang:

 

a.        Berhala dihancurkan

b.        Haji dikembalikan ke tauhid

 

c.        Semua manusia setara

d.        Tanpa kasta suku

 

2)        Zikir gantikan bangga nenek moyang

 

QS Al-Haj (22:26)


وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

 

Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Jangan kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikan rumah-Ku ini bagi orang tawaf, dan orang beribadat dan orang rukuk dan sujud.

 

1)        Kakbah bagi orang tawaf, rukuk, dan sujud pada Allah.

 

5️ Ringkasan Sederhana

 

1)        Zaman Nabi lbrahim.

Tauhid murni.

 

2)        Zaman Jhuiliah.

Masih haji, tapi campur syirik dan adat.

 

3)        Zaman Nabi Muhammad

4)        Haji dimurnikan lagi.

 

 

Kesimpulan

Menurut Qur’an:

 

1)        Islam tak buat ibadah haji baru.

2)        Tapi kembalikan haji ke bentuk aslinya.

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0 comments:

Post a Comment