SEJARAH IBADAH HAJI ZAMAN JAHILIAH DI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Ibadah haji
Tak sepenuhnya baru.
Dalam Al-Qur’an
1)
Ibadah haji
2)
Ada sejak Nabi Ibrahim.
3)
Tapi menyimpang
4)
Pada zaman Arab jahiliah.
1️⃣ Asal Haji: Dari Nabi Ibrahim
Bukan dari Arab jahiliah.
1)
Al-Qur’an jelaskan
2)
Kakbah dibangun oleh:
a.
Nabi Ibrahim
b.
Nabi Ismail
3)
Sebagai tempat ibadah tauhid.
4)
Tujuan awal haji:
a.
Menyembah Allah saja
b.
Mengingat Allah
c.
Persatuan manusia
QS Al-Haj (22:27)
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ
يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
Dan berserulah kepada
manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan
berjalan kaki, dan mengendarai unta kurus datang dari segenap penjuru yang
jauh,
Catatan.
1)
Allah perintahkan Ibrahim
2)
untuk menyeru manusia berhaji.
3)
Artinya:
a.
Haji sejak awal ibadah tauhid.
b.
Bukan tradisi suku Arab.
2️⃣ Perubahan Zaman Jahiliah
1)
Seiring waktu.
2)
Ajaran Nabi Ibrahim berubah.
3)
Orang Arab masih melakukan haji.
4)
Tapi dicampur syirik dan adat suku.
Al-Qur’an singgung praktik mereka
Secara tak langsung.
1.
Kakbah dipenuhi berhala
1)
Arab jahiliah menaruh ratusan patung,
2)
Di sekitar Kakbah.
QS Al-An‘am (6:136)
وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا
فَقَالُوا هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَائِنَا ۖ فَمَا كَانَ
لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ
إِلَىٰ شُرَكَائِهِمْ ۗ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
Dan mereka
memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah
diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai persangkaan mereka: "Ini
untuk Allah dan ini untuk berhala kami". Maka sajian yang diperuntukkan
bagi berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan sajian yang diperuntukkan
bagi Allah, maka sajian itu sampai kepada berhala mereka. Amat buruk ketetapan
mereka itu.
Catatan.
1)
Mereka persembahkan sebagian ibadah
untuk Allah
2)
Tapi sebagian untuk berhala.
3)
Haji tetap ada.
4)
Tapi tauhid rusak.
2.
Tawaf sambil telanjang
1)
Sebagian orang jahiliah.
2)
Tawaf tanpa pakaian.
3)
Dia merasa tak pantas pakai baju
4)
Yang pernah dipakai maksiat.
5)
Al-Qur’an menegur:
QS Al-A‘raf (7:31)
۞ يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا
وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Hai anak Adam, gunakan
pakaianmu yang indah di tiap (masuk) masjid, makan dan minumlah, dan jangan
berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.
6)
“Gunakan pakaianmu yang indah tiap masuk
masjid.”
7)
Ayat ini turun
8)
Meluruskan praktik tawaf jahiliah.
3.
Mengubah aturan haji sesuka hati
1)
Mereka geser bulan haram
2)
Demi kepentingan perang atau dagang.
QS At-Taubah (9:37)
إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا
يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ
اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ ۗ
وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Sesungguhnya memundurkan
bulan haram itu menambah kekafiran. Disesatkan orang kafir dengan memundurkan,
mereka menghalalkan pada suatu tahun dan mengharamkan pada tahun lain, agar
mereka dapat sesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkan, maka mereka
menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan mereka memandang
perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang kafir.
3)
Mengundurkan bulan haram
4)
Menambah kekafiran.
5)
Kalender haji dimanipulasi.
4.
Kesombongan suku dalam haji
Haji jadi ajang pamer keturunan dan
kebanggaan suku.
📖 QS Al-Baqarah 200
Dahulu mereka menyebut-nyebut nenek
moyang setelah haji.
➡️ Zikir berubah menjadi kebanggaan
tribal.
1)
Aturan sosial aneh saat ihram
2)
Ada kelompok merasa lebih suci
3)
Membuat aturan sendiri.
QS Al-Baqarah (2:189)
۞ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ
هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا
الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَأْتُوا
الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakan:
"Bulan sabit adalah tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan
bukan kebajikan masuk rumah dari belakangnya, tapi kebajikan ialah kebajikan
orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah
kepada Allah agar kamu beruntung.
4)
Bukan kebajikan masuk rumah dari
belakang.
5)
Kritik kebiasaan jahiliah tertentu
saat ihram.
3️⃣ Apa yang Masih Benar dari Haji Jahiliah?
1)
Beberapa ritual
2)
Masih berasal dari ajaran Ibrahim:
a.
Tawaf keliling Kakbah
b.
Sai antara Safa dan Marwah
c.
Wukuf di Arafah (meski sebagian suku
menolak)
d.
Penyembelihan hewan kurban
3)
Qur’an tak menghapus haji.
4)
Tapi membersihkannya.
4️⃣ Perbaikan oleh Nabi Muhammad ﷺ
1)
Ketika Islam datang:
a.
Berhala dihancurkan
b.
Haji dikembalikan ke tauhid
c.
Semua manusia setara
d.
Tanpa kasta suku
2)
Zikir gantikan bangga nenek moyang
QS Al-Haj (22:26)
وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي
شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ
السُّجُودِ
Dan (ingatlah), ketika
Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan):
"Jangan kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikan rumah-Ku
ini bagi orang tawaf, dan orang beribadat dan orang rukuk dan sujud.
1)
Kakbah bagi orang tawaf, rukuk, dan
sujud pada Allah.
5️⃣ Ringkasan Sederhana
1)
Zaman Nabi lbrahim.
Tauhid murni.
2)
Zaman Jhuiliah.
Masih haji, tapi campur syirik dan adat.
3)
Zaman Nabi Muhammad
4)
Haji dimurnikan lagi.
Kesimpulan
Menurut Qur’an:
1)
Islam tak buat ibadah haji baru.
2)
Tapi kembalikan haji ke bentuk
aslinya.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
|
|
|
|
|
|
|
|
|



.bmp)
%20-%20Copy.bmp)