RUKYAT NABI TAK PAKAI TELESKOP
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Apakah rukyat melihat hilal.
Pada zaman Nabi Muhammad
1)
Pakai mata telanjang
2)
Tak pakai teleskop
3)
Tak gunakan teropong?
Jawaban
Ya, benar.
Pada zaman Nabi Muhammad
1)
Rukyat hilal
2)
Dilakukan dengan mata telanjang.
3)
Bukan dengan teleskop
4)
Tak pakai alat optik.
Penjelasan:
A.
Cara rukyat pada zaman Nabi
1)
Di zaman Nabi ﷺ:
2)
Sahabat melihat langsung hilal
3)
Di ufuk barat
4)
Setelah matahari terbenam.
5)
Tidak ada:
a.
teleskop
b.
teropong
c.
kamera
d.
alat astronomi modern
6)
Hadis Nabi:
“Berpuasalah kalian karena melihat
hilal dan berbukalah karena melihatnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
7)
Kata “melihat” (ru’yah)
8)
Pada saat itu
9)
Dipahami melihat langsung.
10) Pakai mata manusia.
B.
Kenapa pakai mata telanjang?
1)
Karena kondisi saat itu:
a.
Ilmu astronomi belum berkembang.
b.
Alat optik belum ditemukan
c.
Cara paling mudah dan bisa dilakukan
semua orang.
d.
Yaitu melihat langsung
2)
Islam pilih metode:
a.
sederhana
b.
bisa dipraktikkan umum
c.
tak butuh teknologi khusus
C.
Apakah teleskop bertentangan dengan
sunah?
Jawaban
Tidak.
1)
Mayoritas ulama modern
2)
Menjelaskan:
a.
Teleskop hanya alat bantu mata.
b.
Bukan mengganti rukyat.
1)
Ibarat:
a.
Kacamata bantu mata melihat
b.
Tapi tetap disebut “melihat”.
2)
Jadi:
a.
Mata telanjang = cara asli zaman Nabi
b.
Teleskop = bantuan teknologi untuk
tujuan sama
D.
Mengapa sekarang boleh pakai teleskop?
Jawaban.
1)
Kaidah fikih:
a.
Alat boleh berubah
b.
Tapi tujuan tetap sama.
2)
Tujuannya tetap:
3)
Pastikan hilal benar-benar terlihat.
4)
Teleskop membantu
5)
Karena hilal:
a.
sangat tipis
b.
redup
c.
dekat cahaya matahari
d.
sering sulit dilihat mata biasa.
Kesimpulan
1)
Zaman Nabi Muhammad.
a.
Rukyat pakai mata telanjang
b.
Tidak ada teleskop
2)
Sekarang sekarang.
a.
Boleh pakai teleskop
b.
Hanya alat bantu melihat
3)
Tujuan syariat tetap sama:
a.
Memastikan awal bulan
b.
Dengan pengamatan nyata
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT

0 comments:
Post a Comment