BEDA
PENDAPAT SAYIDINA MUHAMMAD NU DAN MU
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Perbedaan ucapan
1)
“Sayidina Muhammad”
Salah satu khilafiah
Atau beda pendapat fiqih
1)
Nahdlatul Ulama (NU)
2)
Muhammadiyah.
Perbedaan ini
1)
Bukan soal cinta pada Nabi.
2)
Tapi cara ikuti dalil
3)
Daalam praktik ibadah.
A.
Arti SAYIDINA
1)
“Sayyidina” (سَيِّدِنَا)
2)
Berasal dari bahasa Arab.
3)
Arti kata
a.
Sayyid (سَيِّد) = tuan, pemimpin,
orang yang mulia
b.
-na (نَا) = kami / kita
4)
Jadi:
5)
Sayyidina = “pemimpin kami” atau “tuan
kami yang mulia.”
6)
Makna diucapkan pada Nabi Muhammad
7)
Jika mengatakan:
“Sayyidina Muhammad”
8)
Artinya:
“Nabi Muhammad, pemimpin kami yang mulia.”
9)
Ini ungkapan:
a.
penghormatan
b.
kecintaan
c.
pengakuan kemuliaan Nabi
10) Contoh penggunaan
a.
Sayidina Muhammad → pemimpin kami
Muhammad
b.
Sayidina Ibrahim → pemimpin kami
Ibrahim
c.
Sayidina Ali → pemimpin kami Ali
1️⃣ Pendapat NU:
1.
Boleh dan Dianjurkan Mengucap “Sayidina”
2.
Alasan utama
1)
Kata “Sayyidina” (pemimpin kami)
2)
Bentuk adab dan penghormatan pada
Nabi Muhammad ﷺ.
Dalil dan alasan:
1)
Nabi memang seorang sayyid (pemimpin)
Hadis: “Aku adalah sayid anak Adam.”
(HR. Muslim)
2)
Al-Qur’an memerintahkan memuliakan
Nabi
a.
QS Al-Ahzab 33:56 → berselawat pada
Nabi.
b.
QS Al-Hujurat 49:2 → jangan
merendahkan Nabi.
3)
Ulama klasik banyak pakai gelar
penghormatan dalam doa dan kitab.
Menurut NU:
1)
Menambah “Sayyidina” = adab baik.
2)
Bukan bid’ah.
3)
Selama maknanya benar
4)
Boleh bahkan dianjurkan.
2️⃣ Pendapat Muhammadiyah:
Lebih Baik Mengikuti Lafaz Asli Hadis
1)
Alasan utama
a.
Muhammadiyah ikuti teks ibadah
b.
Seperti persis diajarkan Nabi.
Dalil dan alasan:
1)
Dalam hadis selawat (tasyahud).
2)
Nabi ajarkan:
“Allahumma shalli ‘ala Muhammad…”
(tanpa kata Sayidina)
3)
Kaidah ibadah:
a.
Ibadah bersifat tauqifi
b.
Ikut contoh Nabi.
c.
Tak menambah lafaz
d.
Tak dicontohkan dalam ibadah formal.
Menurut Muhammadiyah:
1)
Tidak mengucap “Sayyidina”
2)
Bukan berarti tidak hormat.
3)
Justru meniru praktik Nabi
4)
Secara literal.
4️⃣ Yang Sering salah paham
1)
NU tak anggap wajib.
2)
Muhammadiyah tak melarang hormati
Nabi.
3)
Keduanya mencintai Nabi Muhammad
Perbedaan hanya:
1)
Adab tambahan
2)
Teliti ikuti teks ibadah.
5️⃣ Sikap Ulama
terhadap Khilafiah Ini
Para ulama sepakat:
1)
Ini khilafiah furu’i (cabang).
2)
Bukan masalah akidah.
3)
Tak boleh saling menyalahkan
4)
Tak boleh memecah umat.
Nabi bersabda:
1)
Perbedaan ijtihad
2)
Dalam hal cabang
3)
Itu rahmat
4)
Selama dalam dalil.
Kesimpulan
NU:
1)
Mengucap Sayyidina Muhammad
2)
Bentuk cinta dan penghormatan.
Muhammadiyah:
1)
Tidak menambah lafaz
2)
Agar sesuai contoh Nabi
3)
Secara langsung.
Hakikatnya:
1)
Ada 2 cara berbeda
2)
Menghormati Nabi yang sama.
Dalam tradisi NU:
1)
khutbah
2)
maulid
3)
doa
4)
selawat
5)
penggunaan “Sayyidina” sangat umum.
Muhammadiyah
1)
Muhammadiyah cenderung tak pakai “Sayidina”
dalam salat.
2)
Alasannya:
3)
Ingin mengikuti lafaz selawat persis
seperti hadis Nabi.
4)
Ibadah mahdhah (ritual) sebaiknya
sesuai contoh Nabi tanpa tambahan.
5)
Bukan menolak penghormatan, tapi jaga
kemurnian teks ibadah.
6)
Di luar salat.
7)
Sebagian warga Muhammadiyah tetap
boleh pakai sebagai penghormatan.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT

0 comments:
Post a Comment