KENAPA ALLAH SERING BERTANYA BAGAIMANA
Mengapa Allah bertanya “bagaimana?” (كَيْفَ) berulang?
Jawaban
QS Al-Ghasyiah (88:17-20)
أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
17. Maka apakah mereka
tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,
وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ
18. Dan langit,
bagaimana ia ditinggikan?
وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ
19. Dan gunung-gunung
bagaimana ia ditegakkan?
وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
20. Dan bumi bagaimana
ia dihamparkan?
Catatan.
1)
Pengulangan kata “bagaimana?”
2)
(كَيْفَ — kaifa)
3)
QS Al-Ghasyiyah (88:17-20)
4)
Bukan kebetulan Bahasa.
5)
Tapi metode pendidikan iman
6)
Dalam Al-Qur’an.
Ayat Mengulang Kata كَيْفَ (Bagaimana)
Dalam Surah Al-Ghasyiah:
1)
(88:17) unta — bagaimana diciptakan
2)
(88:18) langit — bagaimana ditinggikan
3)
(88:19) gunung — bagaimana ditegakkan
4)
(88:20) bumi — bagaimana dihamparkan
Allah pakai 4 kali kata كَيْف
A.
“Bagaimana” Mengajak Berpikir, Tak
Sekadar Melihat
1)
Allah tidak berkata:
“Lihatlah gunung.”
2)
Tapi:
“Bagaimana gunung ditegakkan?”
3)
Perbedaannya besar.
4)
Jika hanya “lihat”:
Manusia hanya
memperhatikan bentuk.
5)
Jika “bagaimana”:
Mulai bertanya:
a.
bagaimana bisa berdiri?
b.
siapa mengatur?
c.
bagaimana sistemnya?
6)
Kata كَيْفَ mengaktifkan akal
7)
Tak hanya mata.
8)
Tafsir Razi:
a.
Pertanyaan “bagaimana”
b.
Buka pintu tafakkur
c.
Pemikiran mendalam.
B.
Metode Psikologi Al-Qur’an:
Membuat Manusia Menemukan Sendiri
1)
Manusia lebih yakin pada kesimpulan
yang ditemukan sendiri.
2)
Allah tak langsung berfirman:
“Aku Maha Kuasa.”
3)
Tapi Allah buat manusia berpikir.
4)
Akhirnya berkata sendiri:
“Ini pasti ada Penciptanya.”
5)
Disebut metode: pertanyaan refleksi
C.
“Bagaimana” Mengarahkan ke Proses,
Bukan Hanya Hasil
1)
Al-Qur’an ingin manusia merenungi
mekanisme ciptaan.
2)
Tak hanya keberadaannya.
3)
Contoh:
a.
Gunung bukan sekadar ada → tapi bagaimana
berdiri stabil
b.
Langit bukan sekadar tinggi → tapi bagaimana
bisa terangkat tanpa tiang
4)
Artinya:
a.
Alam penuh system.
b.
Tak kebetulan.
5)
Mengarah konsep Qur’an:
ciptaan = tanda (ayat).
D.
Pengulangan = Penekanan Kesadaran
1)
Dalam bahasa Arab Qur’an.
2)
Pengulangan berarti:
a.
menguatkan pesan,
b.
menggugah hati,
c.
membangun ritme renungan.
3)
Urutan juga bertahap:
a.
Objek unta
Dekat manusia.
b.
Langit
Ke atas.
c.
Gunung
Sekitar.
d.
Bumi
Tempat berpijak.
4)
Seolah Allah berkata:
a.
“Ke mana pun kamu melihat
b.
Di sana ada tanda.”
E.
“Kaifa” Menutup Jalan Ateisme
Secara Halus
1)
Al-Qur’an tak debat filosofis panjang.
2)
Cukup 1 pertanyaan:
Bagaimana semua ini terjadi?
a.
Jika sesuatu memiliki:
b.
keteraturan,
c.
fungsi,
d.
keseimbangan,
3)
Maka logika manusia
4)
Pasti adanya Perancang.
F.
Rahasia Retorika Qur’an (Balaghah)
1)
Kata كَيْفَ adalah:
a.
pertanyaan retoris,
b.
tak minta jawaban lisan,
c.
bangun sadar batin.
2)
Jawaban sudah jelas:
a.
Tak mungkin terjadi.
b.
Tanpa kehendak Allah.
Kesimpulan
Allah ulang “bagaimana?”
Karena:
1)
Mengaktifkan akal manusia
2)
Mengajak tafakur mendalam
3)
Agar manusia temukan iman sendiri
4)
Tunjukkan alam penuh system
5)
Bukti kekuasaan Allah, tanpa paksaan
6)
Metode dakwah Qur’an berbasis
kesadaran, bukan tekanan
Sumber
1) Tafsir
Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
|
5)
|
6)
|
|
7)
|
8)
|
|
9)
|
10) |
|
11) |
12) |
.jpeg)
0 comments:
Post a Comment