Tuesday, May 19, 2026

55564. KHILAFIAH DAM HAJI DI INDONESIA

 





KHILAFIAH DAM DENDA HAJI DI INDONESIA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

A.       Artinya DAM haji.

 

1)        Dam haji artinya:

 

a.        Denda atau tebusan

b.        Dalam ibadah haji

 

c.        Sebab melanggar aturan tertentu

d.        Atau meninggalkan wajib haji.

 

2)        Kata “dam”

3)        Dari bahasa Arab

 

4)        Awalnya berarti: darah.

5)        Dulu bentuknya sembelih hewan.

 

6)        Contoh penyebab kena dam

Misalnya:

 

a.        Tak melakukan wajib haji tertentu,

b.        Mencukur rambut saat masih ihram,

 

c.        Pakai wangi-wangian ketika ihram,

d.        Melakukan haji tamattu’ atau qiran,

 

e.        Pelanggaran lain dalam manasik.

 

7)        Bentuk dam

Dam bisa berupa:

 

a.        menyembelih kambing,

b.        puasa,

 

c.        memberi makan fakir miskin,

d.        tergantung jenis pelanggarannya.

 

8)        Logika sederhana

Dam dalam haji

Seperti:

 

a.        “Denda” dalam aturan,

b.        Tapi tujuannya tak sekadar hukuman.

 

9)        Tujuannya:

 

a.        melatih tanggung jawab,

b.        menutup kekurangan ibadah,

 

c.        mendidik disiplin

d.        taat pada Allah.

 

10)  Dalam Al-Qur'an

11)  Konsep DAM disebut dalam ayat haji.

 

QS Al-Mā’idah (5:95).

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۚ وَمَنْ قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًا لِيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ ۗ عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ ۚ وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ

 

Hai orang-orang beriman, jangan kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-yad yang dibawa sampai ke Kakbah atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.

 

 

QS Al-Baqarah (2:196)

 Surat Al-Baqarah Ayat 196

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

 

Dan sempurnakan ibadah haji dan 'umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelih) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajib atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau sedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan 'umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajib ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa 3 hari dalam masa haji dan 7 hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itu 10 (hari) sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahui bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.

 

catatan.

 

1)        Dalam ibadah haji

 

a.        Dam adalah denda atau tebusan

b.        Sebab meninggalkan wajib haji.

 

c.        Melanggar larangan ihram

d.        Atau sebab tertentu dalam manasik.

 


Perdebatan sering muncul

1)        Bolehkah dam dibayar di tanah air (Indonesia)

 

2)        Atau harus disembelih di Tanah Haram/Mekah?

 

 

A.       Pendapat Dam di Tanah Haram

 

Mayoritas ulama fikih berpendapat:

 

1)        Dam haji harus disembelih di wilayah Haram, terutama Mekah.

 

2)        Dagingnya dibagikan kepada fakir miskin di sana.

 

3)        Dalilnya

 

a.         DAM terkait ibadah haji di Tanah Haram.

b.        QS Al-Mā’idah (5:95).

 

“…hadyu (hewan dam) yang dibawa sampai ke Kakbah…”



Logika seperti:

 

1)        zakat fitrah → diberikan di tempat ada penerima,

 

2)        kurban haji → terkait Tanah Haram,

 

DAM dianggap bagian ritual haji di Mekah.

 

4)        Banyak ulama

Imam Syafi'I, lmam Malik, Imam Ahmad bin Hanbal

 

Berpendapat

Penyembelihan DAM di Tanah Haram.

 

B.       Pendapat boleh di Tanah Air

 

Sebagian ulama kontemporer

Beri kelonggaran kondisi tertentu.

Terutama jika:

 

1)        sulit dilakukan di Mekah,

2)        ada kendala sistem haji modern,

3)        diganti puasa/fidyah tertentu.

 

Ada pendapat:

 

1)        Tujuan utama DAM

 

a.        Tobat.

b.        Taat

c.        Memberi makan orang miskin.

 

2)        sehingga esensi sosialnya

3)        Bisa tercapai di negeri sendiri.

 

Logika modern

 

1)        Islam

Beri kemudahan,

 

2)        Sistem haji sekarang

Jumlahnya besar dan  kompleks,

 

3)        Jutaan jamaah

Sulit sembelih sendiri,

 

4)        Distribusi daging

Tak merata.

 

Muncul gagasan:

 

1)        Bayar DAM lewat lembaga resmi,

2)        Penyaluran setara di negara asal.

 

C.       Praktik  Sekarang

 

1)        Jamaah Indonesia:

Bayar DAM

 

a.        lewat petugas resmi di Mekah,

b.        Bank syariah,

c.        Lembaga penyedia DAM.

 

2)        Ini dianggap lebih aman

 

3)        Menurut mayoritas ulama

Karena:

 

a.        Penyembelihan di Tanah Haram,

b.        Syarat fikih lebih terpenuhi.

 

Kesimpulan

 

1)        Pendapat paling kuat dan paling aman

Menurut mayoritas ulama: 

 

a.        DAM haji disembelih di Mekah.

b.        Bayar lewat lembaga resmi di Mekah

 

2)        Pendapat boleh di tanah air

 

a.        Pertimbangan kemudahan

b.        Kondisi modern

 

c.        Tapi masih diperdebatkan.

 

 

D.       Kenapa Muhammadiyah bayar dam haji di Indonesia

 

Jawaban.

 

1)        Sebagian jamaah boleh bayar dam haji di Indonesia.

 

2)        Pakai pendapat fikih

 

3)        Tujuan utama dam

4)        Membantu fakir miskin

 

5)        Menunaikan kewajiban ibadah.

 

6)        Penyembelihan tak  harus dilakukan di tanah suci

 

7)        Untuk jenis dam tertentu.

 

Beberapa alasan:

 

1.        Pertimbangan kemudahan dan manfaat

 

a.        Daging dam di Arab Saudi

b.        Sulit distribusi maksimal ke orang miskin Indonesia.

 

c.        Jika disembelih di Indonesia.

d.        Manfaatnya langsung dirasakan orang  miskin setempat.

 

2.        Ijtihad fikih modern


Muhammadiyah pakai ijtihad dan tujuan syariat).

 

Inti dam adalah:

 

a.        tebusan/kewajiban ibadah,

b.        dekatkan diri pada Allah,

c.        bantu kaum miskin.

 

3.        Beda pendapat klasik:

 

Mayoritas ulama mazhab

 

a.        Dam tamattu’ dan qiran

b.        Harus disembelih di Mekah.

 

Tapi ulama kontemporer

 

a.         Beri kelonggaran kondisi tertentu

b.        Jika maslahat lebih besar.

 

4.        Muhammadiyah tak wajibkan satu cara

 

a.        Hormati beda pendapat.

b.        Jamaah ingin bayar dam di Mekkah

c.        Boleh ikut mayoritas ulama.

 

Pro dan kontra

Yang mendukung:

 

1)        bermanfaat bagi fakir miskin Indonesia,

2)        mudah diawasi,

3)        biaya distribusi lebih jelas.

 

Yang menolak:

 

a.        Nabi Muhammad ﷺ menyembelih dam di Tanah Haram,

 

b.        mayoritas ulama klasik syaratkan dam di Mekkah,

 

c.        khawatir beda praktik haji sejak dahulu.

 

Jadi inti bedanya

Tak menolak syariat.

Tapi beda cara pahami:

 

1)        Apakah lokasi syarat mutlak,

2)        Atau tujuan sosial dan ibadah

 

3)        Lebih diutamakan

4)        Menurut ijtihad modern.

Top of Form

Bottom of Form

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

 

 

0 comments:

Post a Comment