ALQURAN PUJI TEGUR INGATKAN NABI MUHAMMAD
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Dalam Al-Qur’an
Nabi Muhammad
1)
Dipuji.
2)
Ditegur
3)
Diperingatkan oleh
Allah.
Bukti tanda penting.
1)
Quran bukan buatan Nabi
Muhammad
2)
Nabi sebagai manusia “bukan
tak pernah salah”.
3)
Tapi Nabi manusia
pilihan
4)
Dibimbing langsung oleh
Allah.
Penjelasan.
A.
PUJIAN ALLAH PADA NABI
MUHAMMAD
Yaitu:
1)
Nabi punya akhlak sangat
agung.
2)
Nabi jadi rahmat bagi semesta
alam
3)
Nabi sangat peduli pada
umat
4)
Allah meninggikan nama
Nabi
1.
Nabi Muhammad punya akhlak
sangat agung
QS. Al-Qalam (68:4)
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.
Catatan
1)
Allah memuji karakter
Nabi Muhammad:
“Sesungguhnya engkau benar-benar punya akhlak yang agung.”
2)
Maknanya:
Nabi Muhammad
a.
jujur
b.
sabar
c.
penyayang
d.
tak sombong
e.
memaafkan orang
3)
Logika modern
Zaman sekarang
Pemimpin sering
dihormati
Karena:
a.
kekayaan,
b.
jabatan,
c.
kekuatan.
4)
Tapi Al-Qur’an memuji
Nabi
Karena moralnya.
5)
Bukti Islam sangat
menekankan
a.
Etika
b.
Karakter.
2.
Nabi Muhammad jadi
rahmat bagi manusia dan semesta alam.
QS. Al-Anbiya (21:107)
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً
لِلْعَالَمِينَ
Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) , melainkan
untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Catatan
1)
“Kami tidak mengutus
engkau kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
2)
Maknanya:
Ajaran Nabi Muhammad
a.
membawa kasih sayang,
b.
aturan sosial,
c.
keadilan,
d.
perlindungan orang
lemah,
e.
larangan zalim.
3)
Logika modern
Banyak aturan Nabi Muhammad
Zaman sekarang penting:
a.
menjaga hak perempuan,
b.
melarang riba
berlebihan,
c.
menjaga yatim,
d.
melarang rasis,
e.
menjaga kebersihan,
f. jaga kesehatan masyarakat.
3.
Nabi Muhammad sangat
peduli pada umat
QS. At-Taubah (9:128)
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ
أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ
رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Sungguh telah datang
kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu,
sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi
penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Catatan.
1)
Allah gambarkan Nabi:
“Sangat berat baginya penderitaanmu, sangat menginginkan
kebaikan bagimu.”
2)
Maknanya:
a.
Nabi sedih, jika umat
tersesat,
b.
Nabi ingin manusia
selamat,
c.
Nabi tak ingin umat
menderita.
3)
Logika modern
Pemimpin sejati
a.
Tak hanya memberi
perintah
b.
Tapi peduli pada
rakyatnya.
4.
Allah meninggikan nama Nabi Muhammad
QS. Al-Insyirah (94:4)
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
Dan Kami tinggikan bagimu (Muhammad) sebutan (nama)mu.
Catatan
1)
“Kami tinggikan bagimu
(Muhammad) sebutan namamu.”
2)
Maknanya:
Nama Nabi Muhammad
Disebut dalam:
a.
azan,
b.
ikamah.
c.
salat,
d.
khutbah,
e.
jutaan manusia berselawat
tiap hari.
3)
Logika modern
a.
Sangat sedikit tokoh Sejarah
b.
Namanya disebut terus
c.
Setiap hari
d.
Di seluruh dunia
e.
Selama lebih dari 1.400 tahun.
B.
TEGURAN ALLAH PADA
NABI MUHAMMAD
Yaitu teguran:
1)
Bermuka masam pada orang
buta
2)
Soal tawanan perang
Badar
3)
Mengharamkan sesuatu
untuk diri sendiri
4)
Tak tergesa-gesa baca
wahyu
Teguran dari Allah.
Bagian sangat penting.
1)
Jika Al-Qur’an buatan
Nabi Muhammad.
2)
Maka secara logika aneh
3)
Nabi masukkan ayat
4)
Menegur dirinya sendiri.
A.
Teguran karena bermuka
masam kepada orang buta
1)
Dalam Surah ‘Abasa:
a.
Nabi bicara dengan tokoh
Quraisy.
b.
Datang sahabat buta
c.
Bernama Abdullah bin
Ummi Maktum
d.
Dia minta diajari agama.
e.
Nabi sedikit bermuka
masam
f.
Fokus ke pembesar
Quraisy.
g.
Maka Allah menegur Nabi.
2)
Isi tegurannya
a.
Allah berfirman mungkin
orang buta itu
b.
Justru ingin mendapat petunjuk.
3)
Pelajaran
a.
orang miskin tidak
diremehkan,
b.
orang cacat tetap harus
dihormati,
c.
dakwah tak boleh pilih
kasih.
4)
Logika modern
a.
Kritik fokus orang kaya
atau terkenal.
b.
Tapi abaikan rakyat
kecil.
2.
Teguran soal tawanan
perang Badar
1)
Setelah Perang Badar
a.
Nabi dan sahabat
b.
Ambil tebusan dari
tawanan.
c.
Allah menegur
d.
Keputusan itu terlalu
cepat.
2)
Pelajaran
a.
Pemimpin besar bisa
salah strategi,
b.
Keputusan perang harus hati-hati.
3)
Logika modern
a.
Dalam zaman modern
b.
Keputusan setelah perang
c.
Jadi bahan evaluasi
besar.
3.
Teguran karena
mengharamkan sesuatu untuk Nabi sendiri
1)
Nabi menyenangkan
sebagian istrinya
a.
Dengan mengharamkan
sesuatu
b.
Yang halal bagi dirinya.
QS. At-Tahrim (66:1)
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ
مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِي مَرْضَاتَ أَزْوَاجِكَ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ
رَحِيمٌ
Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan
bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang
2)
Allah menegur Nabi:
“Mengapa engkau mengharamkan apa yang Allah halalkan
bagimu?”
3)
Pelajaran
a.
agama tak boleh dibuat
terlalu berat,
b.
tak ubah halal jadi
haram tanpa izin Allah.
4)
Logika modern
a.
Kadang orang memaksakan
diri .
b.
Demi menyenangkan orang
lain
c.
Sampai lupa hidup
seimbang.
4.
Teguran agar tidak
tergesa-gesa membaca wahyu
QS. Thaha (20:114)
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ
ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan
jangan kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya
kepadamu, dan katakan: "Ya Tuhanku, tambahkan kepadaku ilmu
pengetahuan".
Catatan.
1)
Allah berfirman:
“Jangan engkau tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum
wahyunya selesai.”
2)
Maknanya:
a.
Nabi sangat semangat
menghafal wahyu,
b.
sampai terburu-buru
mengulanginya.
c.
Allah menenangkan Nabi.
3)
Logika modern
a.
Orang sangat serius
belajar
b.
Kadang terlalu tegang
c.
Takut lupa.
C.
PERINGATAN ALLAH PADA
NABI MUHAMMAD
Yaitu PERINGATAN:
1)
Agar tak ikut orang
kafir dalam kebatilan
2)
Bahwa Nabi tetap manusia
3)
Nabi tidak tahu semua
yang gaib
4)
Jika Nabi mengubah wahyu
1.
Peringatan agar tidak
mengikuti orang kafir dalam kebatilan
QS Al-Ahzab (33:1)
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ
وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا
حَكِيمًا
Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan jangan kamu menuruti
(keinginan) orang kafir dan orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
lagi Maha Bijaksana.
Catatan.
1)
Allah beberapa kali berfirman:
“Jangan mengikuti orang kafir dan munafik.”
2)
Maknanya:
a.
Nabi harus tetap teguh,
b.
Tak boleh kompromi dalam
akidah.
3)
Logika modern
a.
Pemimpin sering dapat
tekanan politik atau social
b.
Untuk mengubah prinsip.
c.
Pemimpin harus tetap
teguh.
2.
Peringatan bahwa Nabi
tetap manusia
QS. Al-Kahfi (18:110)
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ
يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو
لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ
رَبِّهِ أَحَدًا
Katakan (Muhammad) : Sesungguhnya aku ini manusia biasa
seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu
adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya,
maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan jangan ia mempersekutukan
seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
Catatan.
1)
Allah menegaskan:
“Katakan: Aku hanya manusia seperti kalian.”
2)
Maknanya:
a.
Nabi bukan Tuhan,
b.
Nabi makan,
c.
tidur,
d.
sedih,
e.
sakit.
3)
Logika modern
Islam menjaga
a.
Agar manusia tak
berlebihan
b.
Tak kultuskan tokoh
agama.
3.
Peringatan bahwa Nabi
tidak tahu semua yang gaib
QS. Al-An’am (6:50)
قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي
خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ ۖ
إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ
وَالْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ
Katakan (Muhammad): Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa
perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku tahu yang gaib dan tidak
(pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti
kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakan: "Apakah sama orang buta
dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"
Catatan.
1)
Allah menyuruh Nabi
mengatakan:
“Aku tidak tahu hal yang gaib.”
2)
Maknanya:
a.
ilmu gaib mutlak milik
Allah,
b.
Nabi hanya tahu yang
diberi wahyu.
3)
Logika modern
a.
Batasi klaim kekuasaan
manusia.
b.
Tak ada manusia tahu
segalanya.
4.
Peringatan keras jika
Nabi mengubah wahyu
QS
Al-Haqqah (69:44-46)
وَلَوْ
تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ
44. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan
atas (nama) Kami,
لَأَخَذْنَا
مِنْهُ بِالْيَمِينِ
45. niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan
kanannya.
ثُمَّ
لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ
46. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.
Catatan.
1)
Al-Haqqah jelaskan:
a.
Jika Nabi mengada-adakan
perkataan atas nama Allah.
b.
Maka Allah akan
menghukumnya.
2)
Makna penting
a.
Ini bukti.
b.
Nabi tidak bisa ubah isi
wahyu.
3)
Logika modern
Secara logika.
a.
Sulit bayangkan
b.
Orang buat kitab sendiri
c.
Memasukkan ancaman keras
d.
Pada dirinya sendiri
e.
Jika memalsukan
f.
Isi kitab itu.
KESIMPULAN
Al-Qur’an gambarkan Nabi
Muhammad
Sebagai:
1)
manusia pilihan,
2)
sangat mulia,
3)
penuh kasih sayang,
4)
tapi tetap manusia
5)
yang dibimbing,
6)
ditegur,
7)
diingatkan oleh Allah.
Logika modern
1)
Justru karena ada:
a.
pujian,
b.
teguran,
c.
peringatan,
2)
Maka banyak orang
melihat
3)
Al-Qur’an jujur dan realistis.
Kalau hanya berisi
pujian
1)
Orang anggap glorifikasi
tokoh.
2)
Memuji berlebihan.
3)
Al-Qur’an juga koreksi
Nabi.
Memberi kesan:
a.
transparan,
b.
mendidik,
c.
manusiawi.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT







0 comments:
Post a Comment