SIFAT DASAR MANUSIA DI
QURAN DAN LOGIKA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Dalam Al-Qur’an
Manusia digambarkan
punya:
1)
Potensi sangat mulia.
2)
Kelemahan bawaan.
Watak dasar manusia
1)
Bukan malaikat yang
selalu benar.
2)
Bukan makhluk selalu
jahat.
3)
Manusia diberi:
a.
Akal.
b.
Hati.
c.
Pilihan.
Versi Quran
Watak dasar manusia
Yaitu:
1)
Ingin hidup nyaman dan
senang
2)
Mudah lupa dan lalai
3)
Emosional dan
tergesa-gesa
4)
Punya sifat egois
5)
Bisa sangat baik atau
sangat buruk
6)
Suka kelompok dan
pengaruh lingkungan
7)
Manusia lemah, tapi
punya potensi besar
Penjelasan.
A.
Manusia ingin hidup
nyaman dan senang
1)
Al-Qur’an jelaskan
Manusia cenderung cinta:
a.
harta,
b.
kekuasaan,
c.
pujian,
d.
keluarga,
e.
nikmat dunia.
QS Ali 'Imran (3:14)
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ
مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ
وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ
مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada
yang diingini, yaitu: wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas,
perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itu kesenangan hidup di
dunia, dan di sisi Allah tempat kembali yang baik (surga).
2)
Logika modern
Otak manusia mencari:
a.
rasa aman,
b.
makanan,
c.
status sosial,
d.
nyaman.
3)
Sejak zaman dulu.
Manusia harus bertahan hidup.
4)
Maka otak manusia
otomatis
Suka yang beri “hadiah”
dan kenyamanan.
B.
Manusia mudah lupa dan
lalai
1)
Manusia sering:
a.
lupa bersyukur,
b.
lupa tujuan hidup,
c.
baru ingat Tuhan, saat
susah.
QS Yunus (10:12)
وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ
دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ
ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ
لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami
dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tapi setelah Kami hilangkan bahaya
itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak
pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya.
Begitu orang yang melampaui batas memandang baik apa yang selalu mereka
kerjakan.
Catatan.
1)
Manusia berdoa saat kena
bahaya.
2)
Tapi setelah selamat
3)
Dia kembali lalai.
2)
Logika modern
Manusia mudah terbiasa
dengan nikmat.
Contoh:
a.
Dulu ingin punya motor,
b.
Setelah punya motor
c.
Merasa biasa saja.
3)
Dalam psikologi
a.
Disebut “adaptasi
bahagia”.
b.
Manusia cepat biasa
dengan nikmat
c.
Lalu mencari yang baru
lagi.
C.
Manusia emosional dan
tergesa-gesa
QS Al-Anbiya (21:37)
خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ ۚ
سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ
Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak
akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka jangan kamu minta
pada-Ku mendatangkan segera.
QS Al-lsra (17:11)
وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ
دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا
Dan manusia berdoa untuk kejahatan seperti dia berdoa untuk
kebaikan. Dan manusia bersifat tergesa-gesa.
Catatan.
1)
Manusia bersifat tergesa-gesa.
2)
Contoh:
a.
ingin hasil cepat,
b.
mudah marah,
c.
ingin instan,
d.
sulit sabar.
3)
Logika modern
a.
Otak manusia suka hadiah
cepat
b.
Daripada hasil jangka
panjang.
Karena itu:
1)
orang sulit diet,
2)
sulit menabung,
3)
sulit belajar lama,
4)
mudah emosi di media
sosial.
D.
Manusia egois suka membantah.
QS Al-Kahfi (18:54)
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا
الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ
جَدَلًا
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia
dalam Al Quran ini bermacam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk paling
banyak membantah.
Catatan.
1)
Manusia suka membantah.
2)
Logika modern
Manusia punya “ego” dan
bias:
a.
merasa diri paling
benar,
b.
sulit mengaku salah,
c.
cari alasan benarkan
sendiri.
1)
Maka debat sering
terjadi
2)
Meskipun fakta sudah
jelas.
E.
Manusia bisa sangat baik
atau sangat buruk
QS At-Tin (95:4-5)
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي
أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
4. sesungguhnya Kami
telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ
5. Kemudian Kami
kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
QS Al-lsra (7:179)
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ
كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا
وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ
أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Dan sesungguhnya Kami
jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka
mempunyai hati, tapi tidak dipakai untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka
mempunyai mata (tetapi) tidak dipakai untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan
Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipakai untuk mendengar
(ayat-ayat Allah). Mereka sebagai
binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itu orang yang lalai.
Catatan
1)
Al-Qur’an menjelaskan
Manusia bisa:
a.
Lebih tinggi dari
malaikat
Karena taat,
b.
Lebih rendah dari hewan
Jika ikut hawa nafsu.
2)
Logika modern
Manusia punya kemampuan:
a.
berkorban,
b.
menolong,
c.
mencipta ilmu,
d.
menjaga bumi.
3)
Tapi manusia juga bisa:
a.
korupsi,
b.
perang,
c.
merusak alam,
d.
menindas orang lain.
4)
Artinya
Manusia bisa pilih arah hidup.
F.
Manusia suka kelompok
dan pengaruh lingkungan
1)
Al-Qur’an sering
ingatkan
a.
Agar tak ikut orang
sesat
b.
Hanya karena mayoritas.
2)
Logika modern
Psikologi jelaskan
Manusia mudah ikut:
a.
tren,
b.
lingkungan,
c.
tekanan teman,
d.
propaganda.
3)
Manusia ingin diterima
kelompok.
G.
Manusia lemah, tapi
punya potensi besar
QS An-Nisa (4:28)
يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ
عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا
Allah hendak memberikan
keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.
Catatan.
1)
Manusia diciptakan
lemah.
2)
Tapi manusia juga
diberi:
a.
akal,
b.
ilmu,
c.
hati nurani,
d.
kemampuan belajar.
3)
Logika modern
4)
Tubuh manusia tak sekuat
singa atau gorila.
Tapi manusia unggul
Karena:
a.
berpikir,
b.
bekerja sama,
c.
belajar,
d.
membuat teknologi.
Kesimpulan
Al-Qur’an gambarkan
Manusia realistis:
1)
Manusia tak sempurna,
2)
Punya kelemahan,
3)
Tapi punya peluang jadi
mulia
4)
Jika pakai akal, iman,
dan akhlak dengan benar.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT




0 comments:
Post a Comment