UNTUNG DAN RUGI BUDAYA FEODAL BAGI
BANGSA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Feodal berasal dari kata
"feodalisme".
Yaitu sistem sosial, politik, dan
ekonomi.
Bercirikan hierarki kekuasaan yang kaku.
Dalam sistem feudal.
Kelompok elit.
Seperti:
1)
Raja.
2)
Bangsawan.
3)
Tuan
tanah.
Pegang kendali atas:
1)
Tanah.
2)
Sumber
daya.
Tapi rakyat kecil.
1)
Bergantung
pada mereka.
2)
Untuk
berlindung dan hidup.
Secara lebih luas.
Sistem "feodal" sering dipakai
menggambarkan:
1)
Sistem
Hierarki .
Kekuasaan dan hak istimewa
Hanya dimiliki kelompok tertentu.
Tetapi rakyat harus tunduk.
2)
Ketergantungan
dan Loyalitas.
Rakyat kecil harus patuh pada penguasa.
Sebagai imbalan atas perlindungan atau
kesejahteraan.
3)
Penyelewengan
Kekuasaan.
Kekuasaan bersifat turun-temurun.
Atau diwariskan.
Sering terjadi penyalahgunaan wewenang.
4)
Kurangnya
Mobilitas Sosial.
Warga sulit berpindah status
social.
Sistem ini menekankan
keturunan.
Daripada kemampuan individu.
Dalam konteks modern.
Sistem "feodal" sering dipakai
negatif.
Untuk menggambarkan:
1)
Pola
pikir kaku.
2)
Sistem
yang masih kaku.
3)
Otoriter.
4)
Tak
demokratis.
Dalam
sistem:
1)
Politik.
2)
Birokrasi.
3)
Hubungan
kerja tidak adil.
Budaya feodal muncul dalam sistem
feodalisme.
Berkembang di berbagai peradaban.
Seperti:
1)
Eropa
abad tengah.
2)
Beberapa
kerajaan di Asia.
Ciri utama budaya feodal:
1.
Hierarki
yang kaku.
Ada perbedaan tegas.
Kelas atas.
Seperti: bangsawan, raja,
tuan tanah.
Dan kelas bawah.
Seperti: rakyat jelata,
petani, buruh.
2.
Loyalitas
kepada penguasa.
Rakyat harus patuh dan setia kepada
pemimpin.
Tanpa bertanya soal keputusan yang
dibuat.
3.
Ketergantungan
pada sistem warisan.
Jabatan dan kekuasaan diwariskan.
Dalam satu keluarga.
Atau kelompok tertentu.
4.
Kurangnya
mobilitas sosial.
Rakyat sulit naik status sosial lebih
tinggi.
Sistem mempertahankan status quo.
5.
Paternalisme.
Pemimpin atau bangsawan berperan
sebagai "pelindung" rakyat.
Tetapi dengan kontrol kuat.
Membatasi kebebasan warga.
Dalam konteks modern.
Budaya feudal ditemukan dalam bentuk.
1)
Pemimpin
otoriter.
2)
Hubungan
patronase politik.
3)
Tekankan
senior dan loyalitas.
4)
Tak lihat
meritokrasi (keahlian).
Keuntungan Budaya Feodal bagi Bangsa.
1.
Kondisi
sosial dan politik stabil.
Sistem hierarki jelas.
Budaya feodal menciptakan stabilitas.
Semua orang tahu peran.
Dan kewajibannya.
2.
Tradisi
dan nilai luhur terjaga.
Budaya feodal memperkuat tradisi dan nilai
local.
Menjadi identitas nasional suatu bangsa.
3.
Loyal
dan setia pada pemimpin.
Dalam budaya feudal.
Warga loyal tinggi pada pemimpin.
Membantu persatuan bangsa.
4.
Ketertiban
dapat dikontrol.
Sistem feodal berpusat pada pemimpin
kuat.
Mencegah anarki dan konflik.
Dalam masyarakat.
5.
Rakyat
kecil terlindungi.
Dalam beberapa kasus.
Sistem feodal melindungi rakyat kecil.
Dari ancaman luar.
Seperti penjajah dan penjahat.
Kerugian Budaya Feodal bagi Bangsa
1.
Ketimpangan
sosial tajam.
Kekuasaan dan kekayaan dikuasai segelintir
elit.
Tapi rakyat kecil tetap miskin.
Tak punya akses pendidikan dan kesejahteraan.
2.
Kemajuan
dan inovasi terhambat.
Budaya feodal pertahankan status quo.
Sulit berubah untk maju.
Memperlambat perkembangan bangsa.
3.
Kesempatan
tak adil.
System feodal utamakan keturunan.
Atau hubungan patron-klien.
Tak
lihat meritokrasi.
Tak lihat keahlian.
Warga bawah yang berbakat.
Sulit berkembang.
4.
Kekuasaan
menyeleweng.
Dalam budaya feudal.
Kekuasaan bersifat absolut .
Pemimpin potensi sewenang-wenang.
Atau korupsi.
Tanpa kontrol yang efektif.
5. Ketergantungan berlebihan pada
Pemimpin
Jika pemimpin yang berkuasa.
Tak kompeten atau lalai.
Maka seluruh sistem Negara macet.
Kesejahteraan rakyat terancam.
Rakyat tak makmur.
Potensi jadi negara gagal.
Sumber
1.
ChatGPT.
2.
Google
Gemini.
0 comments:
Post a Comment