MUSH’AB BIN UMAIR YANG GLAMOR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1. Glamor
adalah tampak mewah, sangat memikat, dan modis.
2. Perlente
adalah tampak gagah, bagus, apik, tampan, rapi, necis, dan suka berpakaian
rapi.
3. Mush’ab bin Umair adalah sahabat Rasulullah.
4. Ketika pemuda Mush’ab bin Umair masuk ke Masjid
Nabawi, Rasulullah memperhatikannya sambil menitikkan air mata.
5. Rasulullah melihat Mush’ab bin Umair datang ke
masjid dengan bahan pakaian dari kain beludru.
6. Kain beludru yang kasar dan harganya paling
murah saat itu.
7. Sudah begitu, bajunya tambalan pula.
8. Padahal dahulu sewaktu berada di Mekah, ketika
masih hidup bersama ibunya, Mush’ab adalah pemuda parlente.
9. Pakaiannya paling indah di Makkah.
10. Sandalnya didatangkan dari Hadhramaut.
11. Parfumnya juga paling wangi, dibeli khusus di
luar negeri.
12. Yang kalau Mush’ab melewati suatu jalan, orang
pasti tahu Mush’ab telah lewat di situ karena harum khas parfumnya.
13. Khunas binti Malik, ibunda Mush’ab bin Umair
sangat memanjakannya dengan segala fasilitas.
14. Makanan terlezat dihidangkan buat Mush’ab bin
Umair.
15. Bahkan ketika Mush’ab bin Umair tidur, di
sampingnya disediakan makanan dan makanan kesukaannya.
16. Agar sewaktu ia bangun, bisa langsung menikmati
makanan itu sebelum merasa lapar.
17. Tetapi sejak masuk Islam, segala fasilitas itu
dicabut.
18. Mush’ab bin Umair diboikot oleh keluarganya.
19. Jangankan pakaian indah dan parfum terharum,
makanan saja Mush’ab bin Umair sering tak punya.
20. Puasa dan lapar menjadi menu kesehariannya.
21. “Lihatlah dia ini, orang yang hatinya diterangi
oleh Allah.
22. Aku dahulu melihatnya bersama orangtuanya yang
memberikan makanan dan minuman paling enak.
23. Aku dahulu melihatnya mengenakan baju seharga
dua ratus dirham.
24. Lalu kecintaanya kepada Allah dan Rasul-Nya
menuntunnya pada kondisi seperti yang kalian lihat sendiri,” sabda Rasulullah.
25. Para sahabat ikut menangis.
26. Mereka adalah para Ahli Suffah yang tinggal di emperan Masjid Nabawi.
27. Sebagian Ahli suffah memang terbiasa hidup
pas-pasan sejak dulu.
28. Sedangkan Mush’ab bin Umair, mereka
membandingkan betapa kontras hidupnya yang kaya raya dengan kondisi sekarang.
29. Tetapi, Musha’b bin Umair adalah duta pertama
yang diutus Rasulullah ke Yatsrib (Madinah).
30. Musha’ba bin Umair mngajarkan Islam kepada suku
Aus dan Khajraj.
31. Mendakwahi mereka hingga tidak satu rumah pun
melainkan sudah ada yang bersyahadat.
32. Hingga Yatsrib siap menerima hijrahnya
Rasulullah dan kemudian dinamakan Madinah.
33. Mush’ab bin Umair syahid dalam Perang Uhud.
34. Melihat jasad Mush’ab in Umair, Rasulullah juga
menangis.
35. Pemuda paling tampan itu syahid dalam kondisi
dua tangannya putus.
36. Dan ia tidak memiliki kafan kecuali sebuah kain
yang jika ditutupkan ke kepalanya, maka kakinya kelihatan.
37. Jika ditutupkan ke kakinya, kepalanya kelihatan.
38. “Tutupkan kain itu ke kepalanya, dan tutuplah
kedua kakinya dengan idkhir,” demikian petunjuk Rasulullah kepada para shahabat
yang hendak memakamkan Mush’ab.
39. Kelak, ketika mengingat Mush’ab bin Umair,
tidak sedikit sahabat yang juga menangis.
40. Abdurrahman bin Auf yang kaya raya, suatu
ketika dihidangkan makanan kepadanya padahal ia sedang berpuasa.
41. Ia pun tak kuasa menahan air mata.
42. “Mush’ab bin ‘Umair adalah orang yang lebih
baik dariku.
43. Ia meninggal sedangkan kain kafannya hanya
sepotong.
44. Apabila kepalanya ditutup, maka terbukalah
kakinya.
45. Jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka,” kata
Abdurrahman bin Auf sambil menangis.
46. “Sedangkan kami telah diberi kekayaan dunia
yang sangat banyak.”
47. “Kami khawatir, jika kebaikan kami telah
dibalas dengan kekayaan ini saja.”
(Sumber : internet)
0 comments:
Post a Comment