Wednesday, November 13, 2019

3705. MUSH'BA BIN UMAIR YANG GLAMOR


MUSH’AB BIN UMAIR YANG GLAMOR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Glamor adalah tampak mewah, sangat memikat, dan modis.
2.    Perlente adalah tampak gagah, bagus, apik, tampan, rapi, necis, dan suka berpakaian rapi.
3.    Mush’ab bin Umair adalah sahabat Rasulullah.
4.    Ketika pemuda Mush’ab bin Umair masuk ke Masjid Nabawi, Rasulullah memperhatikannya sambil menitikkan air mata.
5.    Rasulullah melihat Mush’ab bin Umair datang ke masjid dengan bahan pakaian dari kain beludru.
6.    Kain beludru yang kasar dan harganya paling murah saat itu.
7.    Sudah begitu, bajunya tambalan pula.
8.    Padahal dahulu sewaktu berada di Mekah, ketika masih hidup bersama ibunya, Mush’ab adalah pemuda parlente.
9.    Pakaiannya paling indah di Makkah.
10. Sandalnya didatangkan dari Hadhramaut.
11. Parfumnya juga paling wangi, dibeli khusus di luar negeri.
12. Yang kalau Mush’ab melewati suatu jalan, orang pasti tahu Mush’ab telah lewat di situ karena harum khas parfumnya.
13. Khunas binti Malik, ibunda Mush’ab bin Umair sangat memanjakannya dengan segala fasilitas.
14. Makanan terlezat dihidangkan buat Mush’ab bin Umair.
15. Bahkan ketika Mush’ab bin Umair tidur, di sampingnya disediakan makanan dan makanan kesukaannya.
16. Agar sewaktu ia bangun, bisa langsung menikmati makanan itu sebelum merasa lapar.
17. Tetapi sejak masuk Islam, segala fasilitas itu dicabut.
18. Mush’ab bin Umair diboikot oleh keluarganya.
19. Jangankan pakaian indah dan parfum terharum, makanan saja Mush’ab bin Umair sering tak punya.
20. Puasa dan lapar menjadi menu kesehariannya.
21. “Lihatlah dia ini, orang yang hatinya diterangi oleh Allah.
22. Aku dahulu melihatnya bersama orangtuanya yang memberikan makanan dan minuman paling enak.
23. Aku dahulu melihatnya mengenakan baju seharga dua ratus dirham.
24. Lalu kecintaanya kepada Allah dan Rasul-Nya menuntunnya pada kondisi seperti yang kalian lihat sendiri,” sabda Rasulullah.
25. Para sahabat ikut menangis.
26. Mereka adalah para Ahli Suffah yang  tinggal di emperan Masjid Nabawi.
27. Sebagian Ahli suffah memang terbiasa hidup pas-pasan sejak dulu.
28. Sedangkan Mush’ab bin Umair, mereka membandingkan betapa kontras hidupnya yang kaya raya dengan kondisi sekarang.
29. Tetapi, Musha’b bin Umair adalah duta pertama yang diutus Rasulullah ke Yatsrib (Madinah).
30. Musha’ba bin Umair mngajarkan Islam kepada suku Aus dan Khajraj.
31. Mendakwahi mereka hingga tidak satu rumah pun melainkan sudah ada yang bersyahadat.
32. Hingga Yatsrib siap menerima hijrahnya Rasulullah dan kemudian dinamakan Madinah.
33. Mush’ab bin Umair syahid dalam Perang Uhud.
34. Melihat jasad Mush’ab in Umair, Rasulullah juga menangis.
35. Pemuda paling tampan itu syahid dalam kondisi dua tangannya putus.
36. Dan ia tidak memiliki kafan kecuali sebuah kain yang jika ditutupkan ke kepalanya, maka kakinya kelihatan.
37. Jika ditutupkan ke kakinya, kepalanya kelihatan.
38. “Tutupkan kain itu ke kepalanya, dan tutuplah kedua kakinya dengan idkhir,” demikian petunjuk Rasulullah kepada para shahabat yang hendak memakamkan Mush’ab.
39. Kelak, ketika mengingat Mush’ab bin Umair, tidak sedikit sahabat yang juga menangis.
40. Abdurrahman bin Auf yang kaya raya, suatu ketika dihidangkan makanan kepadanya padahal ia sedang berpuasa.
41. Ia pun tak kuasa menahan air mata.
42. “Mush’ab bin ‘Umair adalah orang yang lebih baik dariku.
43. Ia meninggal sedangkan kain kafannya hanya sepotong.
44. Apabila kepalanya ditutup, maka terbukalah kakinya.
45. Jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka,” kata Abdurrahman bin Auf sambil menangis.
46. “Sedangkan kami telah diberi kekayaan dunia yang sangat banyak.”
47. “Kami khawatir, jika kebaikan kami telah dibalas dengan kekayaan ini saja.”

(Sumber : internet)

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment