Wednesday, November 20, 2019

3766. CALON PENGHUNI SURGA


CALON PENGHUNI SURGA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
1.    Pada suatu hari, Nabi Muhammad duduk-duduk di masjid dan berbincang-bincang dengan para sahabat.
2.    Tiba-tiba Rasulullah bersabda,”Sebentar lagi seorang calon penghuni surga akan masuk kemari”.
3.    Semua mata para sahabat tertuju ke arah pintu masjid.
4.    Para sahabat  membayangkan kehadiran orang yang sangat luar biasa.
5.    “Calon penghuni surga, sungguh luar biasa”, gumam para sahabat Nabi.
6.    Beberapa saat kemudian masuklah seseorang dengan air wudu yang masih membasahi wajahnya dengan tangan menjinjing sepasang alas kakinya.
7.    Apakah keistimewaan orang tersebut, sehingga dia mendapatkan jaminan masuk surga?
8.    Tidak ada seorang pun yang berani bertanya, meskipun seluruh sahabat merindukan jawabannya.
9.    Keesokan harinya peristiwa di atas terulang kembali.
10. Rasulullah bersabda tentang calon penghuni surga dalam keadaan yang hampir sama semuanya terulang.
11. Bahkan pada hari ketiga pun terjadi hal yang demikian.
12. Abdullah bin Amr tidak tahan lagi, meskipun dia tidak berani bertanya dan khawatir akan mendapatkan jawaban yang tidak memuaskannya.
13. Maka muncul sesuatu pikiran dalam benaknya.
14. Abdullah bin Amr mendatangi si calon penghuni surge, sambil berkata,”Mohon maaf Bapak, telah terjadi kesalahpahaman antara aku dengan orang tuaku, bolehkah aku menumpang di rumah Bapak selama 3 hari?"
15. “Silakan, silakan”jawab si calon penghuni surga.
16. Rupanya Abdullah bin Amr bermaksud melihat secara langsung amalan si calon penghuni surga.
17. Selama 3 hari dan 3 malam dia memperhatikan, mengamati, dan mengintip kegiatan si calon penghuni surga.
18. Tetapi tidak ada sesuatu pun yang istimewa.
19. Artinya tidak ada ibadah khusus yang dilakukan si calon penghuni surga.
20. Si calon penghuni surga tidak melakukan salat malam, tidak berpuasa sunah, bahkan tidur dengan nyenyaknya hingga beberapa saat sebelum fajar.
21. Memang sesekali si calon penghuni surga terbangun dan terdengar dia menyebut nama Allah di pembaringannya, tetapi sejenak saja dan tidurnya pun berlanjut.
22. Pada siang hari, si calon penghuni surga bekerja dengan tekun.
23. Dia pergi ke pasar, seperti semua orang yang pergi ke pasar.
24.  "Pasti ada sesuatu yang disembunyikan atau yang tidak sempat kulihat, maka aku harus berterus terang kepadanya,” gumam Abdullah bin Amr.
25. Abdullah bin Amr bertanya,“Apakah yang Bapak perbuat, sehingga bapak mendapatkan jaminan surga?”
26. "Ya, seperti yang Bapak lihat, itulah!" jawab si calon penghuni surga.
27. Dengan kecewa Abdullah bin Amr akan kembali balik ke rumah.
28. Tetapi tiba-tiba tangannya dipegang oleh si calon penghuni surga seraya berkata,”Apa yang Bapak lihat itu yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi, yaitu saya tidak pernah merasa iri hati dan dengki terhadap siapa pun yang diberi kenikmatan oleh Allah, dan saya tidak pernah menipu dan berbohong dalam kehidupan saya."
29. Abdullah bin Amr menundukkan kepala meninggalkan si calon penghuni surga sambil berkata,”Rupanya, itulah yang menjadikan Bapak mendapatkan jaminan surga."
30. Kisah di atas disadur dari buku Faidh Nubuwah, semoga kita mampu mengikuti jejaknya, amin.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment