PKI SAKIRMAN
DAN JENDERAL S. PARMAN
Oleh: Drs. H. M.
Yusron Hadi, M.M.

1. Sumur Tua
PKI, Kebencian Macam Apa yang Tega Adiknya Dibantai, 2 Jun 2019
2. Kebencian sebesar apa yang bisa
membuat kita membunuh orang lain, lantas dilemparkan ke dalam sumur?
3. Dan kebencian sebesar apa lagi yang
membuat seorang kakak kandung membiarkan adiknya dibunuh, dilemparkan ke dalam
sumur tua?
4. Ini adalah kisah seorang Jenderal
bernama S. Parman, dan seorang petinggi Politbiro CC PKI bernama Sakirman.
5. Kalian boleh jadi tidak tahu, dua
orang ini bersaudara kandung.
6. Yeah, mereka bersaudara, tapi
berbeda pemahaman dalam banyak hal.
7. Siswondo Parman (S. Parman) lahir 4
Agustus 1918, jauh sebelum Indonesia merdeka.
8. Dia anak pintar, masuklah ke sekolah
kedokteran Belanda, jika nasib menentukan lain, dia akan jadi dokter yang
hebat.
9. Tapi Jepang datang ke Indonesia,
mengambil-alih kekuasaan Belanda, keadaan kacau balau, S Parman banting setir
akhirnya bekerja untuk polisi militer Kempeitai Jepang.
10. Tidak lama bekerja, dia ditangkap
serdadu Jepang karena diragukan kesetiaannya. Tapi S Parman cerdas, dia
dibebaskan, dan justeru dikirim belajar intelijen oleh Jepang.
11. Setelah kemerdekaan, S Parman
bergabung dengan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), karirnya moncer, prestasinya
banyak, termasuk yang perlu dicatat, dia pernah menggagalkan rencana pembunuhan
yang hendak dilakukan kelompok Raymond Westerling, APRA-Angkatan Perang Ratu
Adil.
12. Tahun 1951, S Parman dikirim ke
Amerika, sekolah di sana.
13. Juga pernah dikirim ke London,
sebagai atase militer Indonesia.
14. S Parman adalah tentara yang brilian
dalam urusan intelijen, posisi terakhirnya sebelum meninggal adalah soal
intelijen.
15. Sekarang kita bahas kakaknya. Siapa
itu Sakirman?
16. Wah, juga tidak kalah menterengnya,
lahir tahun 1911, terpisah 7 tahun dengan adiknya, Sakirman adalah jenius dalam
keluarga, dia lulusan "Technische Hooge School" (THS), sekarang ITB.
17. Insinyur Sakirman, adalah elit
Politbiro CC PKI.
18. Sejak sebelum masa kemerdekaan,
Sakirman terlibat dalam banyak peristiwa penting, meski sipil, seorang
insinyur, dia pernah menyandang pangkat Let Kol dalam pemerintahan awal-awal
kemerdekaan.
19. Tapi berpuluh tahun kemudian, dua
bersaudara ini ternyata berbeda jalan.
20. Sangat berbeda.
21. S Parman, yang jelas terlatih dalam
bidang intelijen, tahun 1960-an, habis-habisan menolak ide pembentukan kekuatan
kelima.
22. Dia tidak mau jutaan rakyat, petani
dan buruh tiba-tiba diberikan senjata.
23. Menurut S Parman, itu sungguh
strategi licik yang amat membahayakan.
24. Ada udang dibalik batu.
25. Itu rakyat yang mana?
26. Sekali jutaan rakyat itu membawa
senjata, crazy sekali, Indonesia bisa menjadi lautan perang saudara, darah
tumpah di mana-mana.
27. Tidak akan ada yang bisa mengontrol
mereka.
28. Kakaknya, Sakirman, justeru punya
pendapat berbeda.
29. Sebagai elit Politbiro CC PKI, dia
habis-habisan menggelontorkan ide tersebut agar direstui penguasa.
30. Elit PKI tahu persis, hanya TNI yang
masih menjadi penghadang ide besar mereka mengambil-alih kekuasaan, maka apapun
harus dilakukan untuk menyingkirkan TNI, termasuk fitnah keji sekalipun,
seolah-olah TNI yang hendak mengkudeta pemerintah.
31. Pancasila tidak relevan lagi, itu
bisa diganti dengan paham lain.
32. S Parman dan Sakirman menjadi seteru
politik yang nyata.
33. Dua kakak-adik itu menjadi musuh.
34. Satu TNI, satu PKI.
35. Hari itu, entah kebencian sebesar
apa yang membuat seorang kakak kandung tega melihat adiknya masuk dalam daftar
Jenderal yang diculik.
36. Hari itu, Jenderal S Parman dibawa
hidup-hidup ke sebuah sumur tua, di sana dia ditembak tanpa ampun, kemudian
dilemparkan masuk ke dalam sumur dingin itu.
37. Jasadnya yang sudah menyedihkan,
ditemukan beberapa hari kemudian.
38. Sungguh, kebencian sebesar apa yang
bisa membuat kita memutus tali persaudaraan?
39. Apakah sama dengan 39 tahun lalu,
ketika lebih dari 1,2 juta rakyat negeri seberang, Kamboja juga tewas oleh
kekejaman pasukan Khmer Merah.
40. Kelompok KOMUNIS, yang berusaha
mengangkangi seluruh negeri, mengambil kekuasaan dari pemerintah di bulan April
1975.
41. Sebagian dari rakyat Kamboja mati
karena kelaparan, menderita sakit dalam kecamuk perang yang disebabkan pasukan
Khmer Merah, dan tidak sedikit yang tewas karena disiksa, ditembak mati,
terserah apa maunya si komunis.
42. Kenanglah peristiwa ini.
43. Kisah S Parman dan Sakirman, dua
saudara kandung, yang berbeda pemahaman, dengan ending menyesakkan.
44. Hari ini, S. Parman menjadi nama
banyak jalan besar di negeri ini. Kita boleh jadi lupa sejarahnya, tapi ijinkan
saya mengingatkan kalian, agar kita lebih seimbang dalam mengenang sesuatu....
(Sumber:
tere liye)
0 comments:
Post a Comment