MENINGGALNYA ABI THALIB
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1. Al-Quran surah At-Taubah
(surah ke-9) ayat 113.
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا
أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا
تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Tidak pantas bagi
Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampun (kepada Allah) bagi
orang-orang musyrik, meskipun orang-orang musyrik itu kaum kerabatnya), setelah
jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu penghuni neraka Jahanam.
2. Asbabun nuzul
(penyebab turunnya) surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 113.
1) Said bin Musayyah
menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan meninggalnya Abi Thalib (paman Rasulullah).
2) Ketika Abi Thalib akan
meninggal dunia, Rasulullah mengunjunginya.
3) Abu Jahal dan Abdullah
bin Abi Umayah berada di samping Abi Thalib.
4) Rasulullah bersabda,”Wahai
Paman, ucapkan: Tidak ada tuhan selain Allah.”
5) “Agar aku dapat memperjuangkanmu
di hadapan Allah di akhirat kelak.”
6) Abu Jahal dan Abdullah
bin Abi Umayah berkata,”Hai Abi Thalib, apakah kamu telah membenci agama Abdul
Muththalib?”
7) Mereka terus berbicara
hingga ucapan terakhirnya adalah kesetiaan dengan agama Abdul Muththalib.
8) Rasulullah bersabda,”Aku
akan tetap memohon ampunan untukmu, selama aku tidak dilarang oleh Allah.”
9) Kemudian turun ayat 113
ini.
Daftar Pustaka
1. Hatta, DR. Ahmad.
Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit
Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2. Al-Quran Digital,
Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3. Tafsirq.com online.
0 comments:
Post a Comment