Wednesday, April 22, 2020

4232. M. NAJIKH ANGGAP IBUNYA RATU


M. NAJIKH ANGGAP IBUNYA RATU
Oleh: Drs. HM Yusron Hadi, MM
1.    PWMU.CO – Mohammad Nadjikh telah meninggal, hari Jumat (17/4).
2.    Antusiasme dan ide Pak Nadjikh dalam aktivitas sosial kemasyarakatan di Muhammadiyah, di Institut Pertanian Bogor (IPB), dan kegiatan kemanusiaan lainnya diapresiasi banyak kalangan.
3.    Sosok Pak Nadjikh perlu dicontoh.
4.    Masa Sulit Kuliah di IPB
5.    Demikian juga di lingkungan IPB, kampus tempat Pak Najikh menuntut ilmu hingga menjadi mahasiswa berprestasi.
6.    Almarhum telah memberikan kontribusi besar terutama dalam menumbuhkan jiwa entrepreneurship di kalangan mahasiswa.
7.    Penulis menggarap bukunya: Mohammad Nadjikh sang Teri Menggurita tahun 2019 lalu.
8.    Pak Nadjikh tidak segan mengajak diskusi dan memberi motivasi kepada  mahasiswa IPB baru lulus.
9.    Pak Nadjikh mengundang para mahasiswa IPB makan di restoran di Mall Kemang Village Jakarta.
10. Pak Nadjikh antusias menjamu mahasiswa makanan enak.
11. Dia merasa betapa pahitnya menjadi mahasiswa IPB.
12. Ketika itu orangtuanya hanya mampu membiayainya selama setahun setelah menjual harta kekayaan di kampong.
13.  Orangtua Pak Nadjikh, yaitu Moenardjo dan Asnah, angkat tangan menyerah tidak mampu membiayai sekolah anak-anaknya.
14. Mohammad Nadjikh mencari uang sendiri untuk kuliah dan biaya hidup di IPB dalam 3,5 tahun.
15. Kisah Penulisan Buku Biografi
1)    Suatu waktu pada bulan September 2018, saya tiba-tiba ditelpon Pak Nadjikh. “Pak Tjahja, apa kabar? Masih ingat saya?” tanyanya di ujung telepon.
2)    “Alhamdulillah sehat. Kalau dari suaranya sih, ini pasti konglomerat dari Gresik. Tumben telepon. Ada apa nih Pak?” jawab saya to the point.
3)    Saya kenal sejak 1990-an dan 2 kali berkunjung ke pabriknya di Kawasan Industri Gresik.
4)    Saya ke PT Kelola Mina Laut (KML), bukan undangan Pak Nadjikh, tapi  pengusaha.
5)    Kedua pengusaha membawa saya mengunjungi pabril PT KML.
6)    Keduanya memiliki impresi kuat tentang Pak Nadjikh, seorang pengusaha daerah ulet dan tangguh, sebagian produknya ikan hasil olah diekspor ke mancanegara.
7)    Kesempatan 1, saya diajak dokter internist ahli finance yakni almarhum Tjptono Darmadji.
8)    Berikutnya, saya diajak Chairul Tanjung (CT), ketika mengerjakan biografi Chairul Tanjung, si Anak Singkong, tahun 2011.
9)    Pak Nadjikh minta saya menulis perjalanan perusahaan PT KML jadi Kelola Grup pada ulang tahun ke-25 September 2019.
10) Saya katakan, “Kalau hanya menulis perusahaan kurang menarik, lebih menarik menulis perjalanan hidup Pak Nadjikh sejak kecil sampai sekarang. Mulai dari nol hingga mampu mengembangkan perusahaan selama 25 tahun.”
16. Pengorbanan Orangtua
1)    Beliau setuju dan saya mulai wawancara sana-sini.
2)    Tidak hanya ngobrol dengan karyawan dan direksi perusahaan,  saya ke tempat kelahiran Pak Nadjikh di Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
3)    Menemui keluarga dan kerabat Pak Nadjikh dan mendatangi Pondok Pesantren Maskumambang, di Desa Sembungan Kidul, Kec Dukun, Kab Gresik.
4)    Orangtuanya ingin anak sulung 7 saudara bisa menguasai ilmu agama.
5)    Orangtua Pak Nadjikh pedagang ikan dan di Muhammadiyah.
6)    Rumah pasangan Pak Moenardjo dan Bu Asnah—keduanya sudah almarhum—sering digunakan berbagai kegiatan Muhammadiyah di Desa Karangrejo.
7)    Orangtuanya kagum sosok KH Nadjih Ahjad, generasi terdahulu Ponpes Maskumambang.
8)    Sehingga orang tuanya menanamakan anak sulungnya Mohammad Nadjikh.
9)    Dalam obrolan dengan Pak Nadjikh, dia berkaca-kaca menetes air mata ketika menyinggung pengorbanan orangtuanya.
10) Demikian juga adik-adiknya Pak Nadjikh.
11) Mereka sangat terharu  perjalanan hidup kedua orangtuanya.
12) Pak Moenardjo pedagang ikan, ketika usahanya bangkrut, Bu Asnah berjualan bubur.
13) Untuk dijual dan sarapan pagi anak-anaknya masih kecil.
14) Orang tua tidak mampu membiayai sekolah anak-anaknya, tanggung jawab diambil Mohammad Nadjikh anak tertua.
15) Kuliah di IPB,  Mohammad Nadjikh harus membiayai kuliah dan biaya hidup di Bogor.
16) Dia juga harus mengirim uang untuk orangtua dan adik-adiknya di kampung.
17) Bagaimana mencari uang di IPB diceritakan lengkap dalam Buku Mohammad Nadjikh, sang Teri Menggurita”, diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama (GPU).
17. Perlakukan Ibu seperti Ratu
1)    Menjadi pengusaha sukses seperti Mohammad Nadjikh atau Chairul Tanjung, bukan semata karena cita-cita mereka,  tetapi lebih karena kondisi lingkungan  memaksa menjadi pengusaha.
2)    Sekarang Pak CT, sapaan akrab Chairul Tanjung, sudah menjadi konglomerat.
3)    Demikian juga Pak Nadjikh, salah satu pengusaha dari daerah yang sukses.
4)    Keduanya bukan anak orang kaya atau anak pejabat pemerintah.
5)    Orangtua kedua pengusaha orang sederhana.
6)    Pak CT maupun Pak Nadjikh sukses karena memperlakukan orangtuanya, terutama ibunya, bagaikan ratu.
7)    Adab mereka perlu dicontoh siapa pun terutama generasi muda.
8)    Saya sebagai penulis ikut merinding mendengar, melihat langsung, menuangkan dalam tulisan keteladanan dan sikap mereka terhadap orangtuanya.
9)    Mereka paham betul hadis Nabi,”Rida Allah tergantung pada rida orangtua dan murka Allah tergantung pada murka orangtua.”
10) Kamu akan menjadi raja, jika kamu memperlakukan orangtua sebagai raja.

18. Buku Biografi untuk Menginspirasi
1)    Sebelum menulis buku biografinya, Pak Nadjikh menekankan pada saya jika dirinya tidak bermaksud pamer melalui bukunya.
2)    “Saya ingin orang lain melihat saya apa adanya.
3)    Buku biografi saya dibuat agar orang lain tahu yang saya lakukan merintis dan mengembangkan perusahaan selama 25 tahun.
4)    Semoga nilai positif dalam dalam buku ini dijadikan bahan pembelajaran masyarakat luas,” kata Pak Nadjikh.
5)    Menjadi sarana pembelajaran siapa pun yang ingin terjun ke swasta.
6)    “Buku ini diharapkan memberi inspirasi dan motivasi bagi siapa saja, tentunya setidaknya bagi keluarga kami,” begitu kata pengantar Pak Nadjikh dalam buku biografinya.
7)    Nadijikh sosok sederhana dan low profile.
8)    Skala perusahaannya membesar dan tumbuh pesat.
9)    Ketokohannya tidak banyak dimuat di media massa.
10) Ketika penulis masih bekerja sebagai wartawan media mainstream di ibu kota, saya berulang kali membujuk dan meyakinkan Nadjikh agar dia mau ditulis cerita sukses membangun usahanya.
11) Waktu itu, kata Nadjikh, tidak penting siapa dirinya, yang lebih utama usahanya bisa berkembang menjadi perusahaan yang besar dan bermanfaat bagi masyarakat dan bisa bersaing di dunia global.
(Sumber: internet)


Related Posts:

  • 439. PRAKTIKUKHUWAH DALAM PRAKTIK Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tent… Read More
  • 440. JIHADMEMAHAMI MAKNA JIHAD Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tenta… Read More
  • 439. PRAKTIKUKHUWAH DALAM PRAKTIK Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tent… Read More
  • 440. JIHADMEMAHAMI MAKNA JIHAD Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tenta… Read More
  • 439. PRAKTIKUKHUWAH DALAM PRAKTIK Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.        Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tent… Read More

0 comments:

Post a Comment