Sunday, October 22, 2017

394. SIKAP

SIKAP TERHADAP AHLI KITAB
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 
       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang “Sikap umat Islam terhadap Ahli Kitab menurut Al-Quran?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
      Para ulama menjelaskan bahwa sikap umat Islam terhadap Ahli Kitab disesuaikan sikap Ahli Kitab terhadap umat Islam, artinya sikap umat Islam terhadap Ahli Kitab tidak sama dan berlainan terhadap Ahli Kitab yang satu dengan Ahli Kitab yang lain.
      Al-Quran surah Al-'Ankabut, surah ke-29 ayat 46. 

۞ وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ ۖ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
     
“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah,”Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.
      Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksudkan dengan “orang-orang yang zalim” adalah orang-orang yang setelah diberikan penjelasan  dengan cara yang baik, tetapi masih tetap membantah, membangkang, dan menyatakan permusuhan. 
       Keadaan yang ideal adalah terjadinya kesepakatan antara umat Islam dengan Ahli Kitab, apabila tidak ditemukan kesepakatan, maka cukup mengakui keberadaan umat Islam dengan tidak mengganggu dan menghalangi umat Islam dalam beribadah.
      Al-Quran surah Ali 'Imran, surah ke-3 ayat 64.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ
    
    “Katakanlah, “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.
      Al-Quran surah Ali 'Imran, surah ke-3 ayat 199. 

وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
     
     “Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya”.
      Ayat Al-Quran menjelaskan terdapat sebagian Ahli Kitab yang beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad, misalnya seorang Yahudi yang terkenal dan memeluk Islam adalah Abdullah bin Salam.
       Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 146.

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
   
  “Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui”.
       Para ulama menjelaskan bahwa ketika turun Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 146, Umar bin Khattab bertanya kepada Abdullah bin Salam,”Apakah kamu mengenal Muhammad seperti kamu mengenal anakmu sendiri?” Abdullah bin Salam  menjawab, “Ya, bahkan lebih, karena malaikat yang terpercaya turun dari langit kepada manusia yang terpercaya di bumi, menjelaskan sifat dan ciri-cirinya, maka aku sangat mengenal Nabi Muhammad dengan baik, sedangkan anakku sendiri, aku  tidak  tahu  apa yang telah dilakukan ibunya."  
Daftar Pustaka
1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   
2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online.

Related Posts:

  • 153. NALARMETODE PENALARAN TAFSIR AL-QURAN Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M. Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo       Beberapa… Read More
  • 153. NALARMETODE PENALARAN TAFSIR AL-QURAN Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M. Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo       Beberapa… Read More
  • 153. NALARMETODE PENALARAN TAFSIR AL-QURAN Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M. Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo       Beberapa… Read More
  • 153. NALARMETODE PENALARAN TAFSIR AL-QURAN Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M. Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo       Beberapa… Read More
  • 153. NALARMETODE PENALARAN TAFSIR AL-QURAN Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M. Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo       Beberapa… Read More

0 comments:

Post a Comment